Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Ruangan Khusus Senjata Pualam


__ADS_3

Empat bocah itu sama-sama tercengang. Namun di antara mereka, yang hanya terlihat tercengang sedikit hanyalah Chen Li seorang. Dia hanya mengangguk sedikit sambil memberikan senyuman menggemaskan yang dia miliki.


"Berapa lantai Toko Senjata Pusaka Pualam ini?" tanya Chen Li sambil melihat-lihat senjata pusaka. Dia berjalan pelan-pelan sambil memperhatikan semua senjata yang terlihat di depan matanya. Kedua tangannya digendong ke belakang.


Sekilas dia terlihat seperti ahli benda pusaka. Seperti seorang empu yang mengetahui pusaka mana yang bagus dan yang tidak. Kalau ada yang sedikit aneh, dia mengkerutkan keningnya. Kemudian dia memegangnya lalu mengangguk-angguk beberapa kali.


Bocah itu terus melakukan hal yang sama. Di sampingnya, si pelayan mulai menjelaskan tentang Toko Senjata Pusaka Pualam ini.


"Toko ini terdiri dari tiga lantai Tuan muda. Awalnya toko ini memang kecil, tetapi saat ada rezeki besar, pemilik toko mengubahnya menjadi sebuah bangunan yang sangat mewah dan san megah. Di seluruh provinsi ini, mungkin hanya Toko Senjata Pusaka Pualam yang menyediakan ribuan senjata pusaka. Pusaka yang kami tawarkan tentunya bisa dijamin keasliannya,"


"Sebab pemilik toko mendapatkan seluruh pusaka ini langsung dari si pemiliknya. Kadang-kadang dia menyebarkan browser ke setiap sudut kota. Barangkali ada yang ingin menjual jenis pusaka, apapun itu, kalau harganya cocok, maka pemilik toko pasti akan membelinya,"


"Selain dengan cara begitu, kami mendapatkan semua pusaka ini dengan cara mencari di titik-titik tertentu. Misalkan ada kabar dari seseorang bahwa di tempat 'A' diduga terpendam sebuah pusaka. Sebab di sana bekas sebuah pertarungan hebat, kalau kabar tersebut bisa dipercaya, kami tentu akan ke sana lalu mulai membongkar tempat itu sendiri,"


"Terlepas dari itu semua, toko kami juga akan mencari bukti lain dan mencari informasi lainnya untuk menguatkan bahwa senjata itu memang asli. Oleh karena itulah sudah banyak pelanggan kami yang bahkan dari tempat jauh sengaja datang kemari,"


"Begitulah cara kami mendapatkan semua senjata pusaka ini. Sehingga senjata jenis apapun, dijamin ada di sini. Aku rasa Tuan muda bisa melihatnya sendiri sekarang," kata pelayan tersebut menjelaskan tentang cara bagaimana pihak mereka mendapatkan semua senjata pusaka.


Seorang pelayan yang sudah berpengalaman, pasti mereka akan menceritakan hal serupa. Tujuannya tentu untuk menarik kepercayaan para pelanggannya. Apalagi kalau dijual dengan harga murah, sudah pasti keuntungan yang mereka dapatkan juga besar.


Walaupun bagi segelintir orang mungkin informasi tersebut tidak penting, tetapi bagi para pengunjung dan calon pembeli, tentu hal itu sangat penting. Jika sudah dijelaskan seperti di atas barusan, sedikit banyak orang-orang yang ada di sana akan merasa tertarik untuk membeli di toko mereka.


"Sepertinya kau memang berpengalaman dalam hal seperti ini. Semua yang kau jelaskan lancar tanpa ada kesalahan sedikitpun. Hemm, apakah kau sudah lama bekerja di sini?" tanya Chen Li masih sambil melakukan kegiatan sebelumnya.


Sementara itu, tiga rekannya sedang berjalan-jalan melihat-lihat senjata lainnya. Mereka adalah pendekar cilik. Seorang naga muda. Penerus para pendekar hebat, sudah pasti amat menyukai benda-benda pusaka. Apalagi yang dipercaya mengandung kekuatan tertentu.

__ADS_1


Beberapa kali terdengar teriakan mereka yang menggambarkan ekspresi terkejut ataupun girang. Walaupun tidak semua senjata bisa mereka beli, setidaknya tiga bocah itu sudah melihat bermacam-macam senjata pusaka.


Hal ini tentu menambah pengetahuannya masing-masing.


"Dulu waktu muda, ibuku sudah bekerja di sini. Aku juga sering di ajak kemari untuk sekedar melihat-lihat. Dan sekarang setelah beliau tua, aku meneruskan pekerjaannya. kira-kira sudah sekitar sepuluh tahun aku bekerja di sini," kata pelayan tersebut menerangkan.


Semakin kemari, pelayan itu merasa semakin kagum terhadap bocah di hadapannya ini. Baginya, dia tidak nampak seperti anak kecil. Sebab dia sangat berbeda dengan anak-anak seusianya.


Belum pernah dia melihat ataupun menemukan bocah sepertinya.


"Sepuluh tahun bukan waktu yang tidak sebentar. Pantas kau sangat hapal semuanya, tetapi, apakah ada senjata yang legenda atau setidaknya kelas satu?" tanya Chen Li lebih jauh lagi.


"Ini …"


"Pastinya ada bukan? Kau tidak perlu khawatir. Kalau memang aku atau rekan-rekanku itu suka, aku pasti akan membelinya," kata Chen Li memotong perkataan si pelayan.


Padahal siapapun tahu, tidak setiap orang bisa masuk ke ruangan khusus yanga menjual senjata legenda ataupun senjata pusaka kelas satu. Hanya orang-orang tertentu saja yang akan diperbolehkan masuk. Pula, pastinya mereka akan memberikan jaminan dulu untuk membuktikan bahwa dia memang mampu.


Tetapi terhadap Chen Li merupakan pengecualian. Si pelayan langsung mengajak dia bersama tiga bocah lainnya untuk memasuki ruangan khusus.


"Mari ikut aku Tuan muda," kata si pelayan.


Chen Li mengangguk. Tiga rekannya segera mengikuti di belakangnya.


Si pelayan membawa Chen Li ke lorong yang cukup lebar. Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka tiba di ujung lorong.

__ADS_1


Sebuah pintu besi terbentang di depan mereka. Di sana sudah berdiri lima belasan penjaga berkekuatan Pendekar Dewa tahap tiga sampai lima.


Mereka berdiri seperti patung. Tidak bergerak sedikitpun. Jangankan ada lalat yang menempel ke muka, sekalipun di tampar, mereka mungkin tidak akan bergerak juga.


Penjaga itu adalah para penjaga terbaik dari seratusan peserta yang sudah dipilih melalui seleksi sangat ketat.


Tiga orang mengantarkan kunci. Si pelquan tersebut seger membukanya.


Begitu kunci terbuka, hawa dingin segera menerpa mereka.


"Silahkan masuk Tuan muda. Inilah Ruangan Khusus Pusaka Pualam. Semua senjata pusaka yang berada di sini adalah asli. Kami berani menjaminnya,"


Chen Li bersama tiga rekannya segera masuk. Mata mereka berbinar-binar. Seperti seorang bocah tiga tahu yang melihat mainan kesukaannya.


"Hei lihat, kipas ini bagus sekali," seru Moi Xiuhan kegirangan.


Wajahnya berseri-seri saat menyaksikan sebuah kipas dalam kotak kayu hitam bertutup kaca. Kipas tersebut berwarna merah muda. Sesuai dengan warna kesukaannya.


Kipas itu terbuat dari baja. Tampak anggun dan mengeluarkan aura tersendiri. Kipas itu bermotif bunga sakura. Sangat indah.


"Ini adalah Kipas Dewi Sakura. Konon pada zaman dahulu, Dewi Sakura, salah seorang pendekar wanita pilih tanding, memakai kipas ini untuk menghabisi musuh-musuhnya. Kipas ini bisa mengeluarkan keharuman bunga sakura yang bisa membuat lawan terpaku. Semakin besar tenaga yang disalurkan, semakin lama juga lawan akan terpaku," jelas si pelayan.


Empat bocah tercengang. Terlebih lagi Moi Xiuhan. Tapi hanya sebentar, sebab dia tahu bahwa dirinya tidak mempunyai uang banyak.


"Berapa harga kipas itu?" tanya Chen Li berbisik kepada si pelayan.

__ADS_1


"900 ribu keping emas,"


"Baik, aku akan membelinya nanti. Sekarang biarkan dulu di tempatnya. Dua rekanku yang lain belum memilih senjata yang mereka sukai,"


__ADS_2