
Perang besar terjadi semakin hebat lagi. Tidak terasa, perang sudah berlangsung selama tiga hari. Perang besar itu tidak pernah berhenti walau sekejap.
Semua kebutuhan pokok seperti makan dan sebagainya, dilakukan sambil tetap berperang melawan musuh.
Pengalaman seperti ini sungguh merupakan pengalaman terburuk bagi siapapun yang mengalaminya. Bagaimana tidak? Saat makan, saat tidur dan saat beristirahat, nyawa selalu berada dalam ancaman.
Kapanpun, walau sedang bagaimanapun, nyawa akan selalu berada dalam bahaya. Bukankah ini merupakan pengalaman buruk dari yang terburuk?
Korban dari dua belah pihak semakin banyak. Ratusan ribu nyawa manusia melayang hanya dalam waktu tiga hari belakangan. Perang yang sekarang terjadi merupakan perang terbesar dan terdahsyat selama Kekaisaran Wei berdiri.
Pihak Kekaisaran Wei saat ini berada dalam kondisi genting. Mereka terancam. Semua pasukan sudah berjuang sekuat tenaga, mereka berperang dengan segala daya upaya. Tapi seperti untuk meraih kemenangan, hal itu bisa dibilang semakin sulit.
Peluang terbesar bukan kemenangan, melainkan kekalahan.
Apakah itu artinya, semua ini adalah merupakan awal dari Kekaisaran Wei? Apakah itu artinya Kekaisaran Wei akan musnah? Benarkah hal seperti itu akan terjadi?
Semua tokoh kelas atas dunia persilatan sudah menemukan lawan masing-masing. Sepuluh tokoh Kekaisaran Wei, beberapa orang telah ada yang tewas. Di antaranya adalah Huan Ni Mo si Wanita Tombak Asmara, Raja Neraka Tanpa Ampun dan Pangeran Bayangan Setan Pencabut Sukma.
Ye Rou juga saat ini sedang mengalami masa-masa kritis. Wanita tua itu sedang digempur oleh delapan serangan musuh terkuat yang pernah dia hadapi. Kondisinya sudah benar-benar mengkhawatirkan. Seluruh tubuhnya dipenuhi oleh luka berat. Darah segar terus mengucur dengan deras dari setiap luka-luka di tubuhnya tersebut.
Selain sepuluh tokoh kelas atas, ada juga tokoh kelas atas lainnya yang sudah meregang nyawa. Di antaranya adalah Kakek Tua Jubah Hitam, Serigala dari Lembah Kematian, dan masih banyak lagi.
Perang semakin hebat. Pihak musuh semakin bersemangat saat mengetahui beberapa tokoh utama Kekaisaran Wei telah tewas.
Dunia seakan mau kiamat. Langit sudah sangat gelap. Angin telah berhembus kencang menerbangkan ratusan ribu mayat. Lapangan yang teramat luas sudah banjir.
Banjir darah manusia yang rela berkorban nyawa demi tugas dan kewajibannya.
Gelegar!!!
Pada saat perang terjadi semakin sengit, mendadak satu kekuatan dahsyat menerjang puluhan ribu pasukan musuh yang sedang bertempur. Kekuatan itu langsung melemparkan mereka hingga puluhan langkah ke belakang.
Para korban jatuh saling tindih. Dari semua korban tersebut, semuanya tewas mengenaskan. Darah mengucur dari seluruh lubang di tubuh manusia.
__ADS_1
Keadaan berubah hebat. Kejadian seperti ini tidak bisa dibayangkan bagaimana dahsyatnya. Semua orang merasa ngeri. Semua orang merasa takut.
Kekuatan dahsyat kembali menerjang. Kekuatan tersebut benar-benar mengerikan sehingga membuat siapapun ingin lari sejauh mungkin.
Kekuatan itu sangat menakutkan. Seolah kekuatan tersebut bukan berasal dari kekuatan manusia. Namun berasal dari kekuatan Dewa.
Dan memang yang mengeluarkan kekuatan itu merupakan manusia yang sudah dianggap menjadi seorang Dewa oleh kaum dunia persilatan.
Kakek Sakti Manusia Dewa!!!
Di tengah lautan umat manusia, seseorang mendadak turun dari langit. Orang itu sangat agung, aura yang keluar juga sangat menekan semua orang yang turut serta dalam perang besar ini.
Dia turun dengan anggun seperti seorang gadis cantik yang turun dari kereta kuda. Gerakannya sangat perlahan, seolah dia sedang menikmatinya. Gerakan itu sangat gemulai, seperti seorang gadis penari latar.
Saat sepasang kaki Kakek Sakti Manusia Dewa menyentuh tanah, bumi langsung bergetar hebat. Seolah bumi merasakan satu kekuatan agung sehingga membuat dirinya berguncang karena tidak kuasa menahannya.
Jubah putih yang digunakan oleh Kakek Sakti Manusia Dewa menyilaukan setiap mata yang memandang ke arahnya. Penampilannya yang agung itu membuat dirinya tidak tampak seperti manusia. Dia tampak seperti seorang Dewa. Dewa yang turun ke bumi untuk membantu pasukan Kekaisaran Wei.
Wushh!!!
Tapi akibat yang ditimbulkannya sangat luar biasa. Segulung angin datang bergelombang seperti ombak yang mengamuk menghantam batu karang. Ribuan pasukan musuh terlempar kembali. Mereka langsung tewas tanpa sempat melakukan perlawanan apapun.
Kakek Sakti Manusia Dewa tidak berhenti. Manusia yang dikabarkan sudah mencapai tahap sempurna itu kembali bergerak. Sepasang tangannya terus di kibaskan sehingga mengeluarkan kekuatan dahsyat yang sulit untuk dibayangkan.
Hanya sesaat saja puluhan ribu pasukan dari dua Kekaisaran besar yang bergabung telah meregang nyawa. Semuanya tewas hanya dalam sekali serangan. Semua orang mulai merasa ketakutan. Mereka takut kalau detik berikutnya, dirinya yang bakal menjadi korban keganasan Kakek Sakti Manusia Dewa.
Kejadian yang sangat luar biasa ini benar-benar diluar dugaan semua orang. Bahkan diluar dugaan para pejuang Kekaisaran Wei sendiri. Tidak ada yang tahu dari orang-orang tersebut kecuali Shin Shui si Pendekar Halilintar.
Melihat kedatangan Kakek Sakti Manusia Dewa, Pendekar Halilintar merasakan ada sedikit harapan untuk menang. Dia tersenyum hangat saat orang tua itu memandang ke arahnya.
Saat sepasang mata Kakek Sakti Manusia Dewa bertemu dengan matanya, Shin Shui merasakan ada sebuah getaran lain. Pendekar Halilintar merasa ada sebuah kekuatan yang membangkitkan kembali tenaga dalamnya.
Dia yang mulai lelah, langsung merasa bertenaga kembali. Shin Shui yang mulai lemas, langsung pulih lagi.
__ADS_1
Pendekar Halilintar bergerak semakin liar. Naga halilintar kembali mengamuk. Shin Shui juga kembali mengobarkan amarah dalam dirinya.
Mereka seolah menyatu menjadi dua ekor naga. Dua ekor naga itu sangat liar, sangat ganas, dan sangat berbahaya.
Mereka bergerak secara bersamaan. Pemilik dan naga halilintar juga menyerang secara bergantian dan berturut-turut.
Ribuan pasukan musuh berusaha menghalangi amukan mereka. Sayangnya para pasukan tersebut malah mendapatkan sial. Bukannya berhasil, mereka justru malah menjadi sasaran amukan dua ekor naga tersebut.
Naga halilintar mengibaskan ekornya dengan ganas. Pendekar Halilintar mengibaskan pedang pusakanya dengan gencar. Ribuan musuh terlempar lalu bertumpuk menjadi satu.
Jurus-jurus yang dikeluarkan oleh Shin Shui tidak sanggup ditahan oleh mereka. Apalagi pendekar terkuat itu telah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.
Pedang Halilintar melancarkan kilatan petir. Kekuatan dahsyat segera menyeruak ke seluruh penjuru mata angin.
Teriakan demi teriakan mulai terdengar menggema kembali. Suara teriakan tertahan itu terdengar sangat memilukan hati.
Tapi meskipun begitu, Pendekar Halilintar dan naga halilintar tidak berhenti. Keduanya justru semakin mengganas. Pedang milik Shin Shui telah menebarkan kematian bagi setiap orang yang menghadang.
Puluhan tokoh kelas menengah menjadi korban keganasannya.
Wushh!!! Wushh!! Duarr!!!
Suara ledakan kerap kali terjadi setiap Pendekar Halilintar menggerakan pedang dan mengeluarkan jurusnya.
Pada saat keduanya menyerang secara kalap, tujuh tokoh kelas atas dari dua Kekaisaran besar mendadak muncul lalu mengirimkan jurus balasan sehingga membuat gerakan Shin Shui dan naga halilintar tertahan untuk beberapa saat.
###
Maaf ya baru sempat up hehe. Maklum lah, pasti pada ngerti wkwk.
Oh iya, minal aidzin walfaidzin ya, mohon maaf kalau author punya salah baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Semoga kita semua diberikan kesehatan, semoga semua ibadah kita diterima di sisi Tuhan … aamiin.
Semoga juga kalian tetap setia mengikuti kisah ini hihi …
__ADS_1