
"Hemm, apakah maksudmu aku tidak cantik?" tanya si wanita itu.
Di tanya seperti demikian, tentu saja Shin Shui kelimpungan untuk menjawab. Kalau bicara cantik, dia takut malah terjerumus dalam bujuk rayunya. Kalau bicara tidak, tentu saja dia sangat berbohong kepada dirinya sendiri.
Karena hanya orang bodoh saja yang mengatakan bahwa wanita itu jelek.
"Aku tidak bisa menjawabnya," tegas Shin Shui.
"Hihi, itu artinya kau mulai luluh terhadapku," goda si wanita.
Shin Shui mundur dua langkah saat si wanita itu mencoba untuk merapatkan tubuhnya. Bagaimanapun juga, Shin Shui bukanlah pria kurang ajar. Apalagi menyadari bahwa dia sudah mempunyai istri.
"Satu langkah lagi kau maju, aku tidak akan segan-segan lagi," bentak Shin Shui.
Tetapi nyatanya si wanita tersebut tidak mengindahkan perkataan Pendekar Halilintar. Bahkan dengan senyuman menawan dan rasa percaya diri tinggi, wanita itu kembali akan melangkah.
Dan ketika dia benar-benar melangkah, saat itu pula Shin Shui benar-benar bertindak.
Telapak tangannya di hentakkan ke depan. Serangkum tenaga dahsyat segera keluar dari telapak itu lalu menerjang si wanita.
Karena dia sama sekali tidak menyangka akan hal tersebut, maka tak ayal lagi tubuhnya terpental tiga langkah. Bahkan dia sempat terhuyung-huyung.
Shin Shui terkejut, padahal kekuatannya barusan, setidaknya mampu untuk memberikan luka kepada Pendekar Dewa tahap tiga sekalipun. Walaupun itu hanya darah dari sudut bibir.
Tapi si wanita itu sama sekali tidak terluka. Bahkan kemudian dia masih mampu untuk tersenyum. Tidak ada ekspresi sakit, yang ada hanyalah ekspresi tidak percaya bahwa ada seorang pria yang benar-benar mampu melakukan tindakan kejam terhadapnya.
"Kau … kurang ajar," katanya dengan bibir bergetar.
"Sekarang kau percaya bahwa semua ucapanku tidak main-main?"
"Aku tidak akan memaafkanmu. Dasar laki-laki tidak tahu diri. Di kasih hati malah meminta jantung,"
"Dan kau wanita tidak tahu malu. Sudah tahu aku pria beristri, masih kau goda. Begitu maksudmu?" tanya balik Shin Shui dengan dingin.
Bukan main marahnya wanita itu. Bagaikan petir yang menyambar langsung dirinya. Rasa percaya diri yang tinggi, kini hilang seketika. Senyuman lembut yang anggun berubah menjadi kebengisan. Dan wajah yang cantik, berubah menjadi menyeramkan seperti iblis.
__ADS_1
"Lancang! Kalau tidak berhasil aku mengalahkanmu saat ini, maka nama Dewi Iblis akan hilang dari dunia persilatan," kata wanita yang mengaku bernama Dewi Iblis tersebut.
Suasana berubah hanya dalam sekejap mata. Pertarungan dahsyat pasti akan segera terjadi sebentar lagi.
"Kau kira mampu berbuat sesukamu di tempatku?" tanya Shin Shui.
"Jangan banyak bicara. Bagaimana kalau dengan ini?"
"Wittt …"
Dia langsung bersuit. Suaranya sangat keras. Melengking tinggi menembus alam raya bagaikan teriakan malaikat. Suiatannya bahkan menggetarkan tempat sekitar dan mendatangkan angin kencang.
Dari sini saja Shin Shui sudah dapat mengukur kekuatan si Dewi Iblis ini. Setidaknya, wanita itu berada di tingkatan Pendekar Dewa tahap tujuh awal.
Dewi Iblis hanya berbeda satu atau dua tingkat berada di bawahnya. Itu artinya, Dewi Iblis merupakan pemimpin rombongan tersebut. Selain itu, tentu dia akan menjadi lawan yang sangat kuat bagi Shin Shui.
Begitu suitan wanita itu selesai, saat itu terlihat dua puluh bayangan lain melesat dari gelapnya malam. Gerakan mereka sangat cepat dan ringan seperti burung elang meluncur.
Menurut pandangan Shin Shui, dua puluh orang yang baru datang itu setidaknya merupakan Pendekar Dewa tahap satu.
Shin Shui hanya tersenyum. Senyuman yang lembut namun mampu menggetarkan jantung.
Tidak mau kalah, Pendekar Halilintar juga bertepuk tangan tiga kali. Dari kegelapan, muncul juga lima orang berpakaian emas dengan gambar pedang di punggung jubahnya.
Beberapa tetua dan Kepala Tetua dari Sekte Pedang Emas.
Mereka yang sudah siap dari tadi, akhirnya menunjukkan diri juga.
Tentu saja ada Kepala Tetua Yuan Shi si Raja Seribu Pedang. Dia memimpin empat orang tetua lainnya. Dengan wibawa yang selalu terpancar dari tubuhnya, keadaan yang tadi sedikit menyeramkan, terasa berubah ketika dirinya datang.
Setidaknya Shin Shui memiliki sedikit harapan untuk bisa memenangkan pertarungan dahsyat yang sebentar lagi akan terjadi ini.
"Ternyata ada yang berani mencari masalah dengan Sekte Bukit Halilintar. Hemm, apakah kalian sudah memakan nyali singa?" tanya Kepala Tetua Yuan Shi kepada Dewi Iblis.
"Banyak bicara kau tua bangka," bentaknya.
__ADS_1
Tidak berapa lama, dia mengirimkan serangan jarak jauh kepada Kepala Tetua Yuan Shi. Sebuah tenaga dalam bersinar merah melesat secepat kilat ke ayahnya.
Berbarengan dengan itu, sinar biru terang juga melesat menabrak sinar merah tadi.
Ledakan terdengar satu kali sebelum akhirnya dua sinar yang merupakan tenaga dalam itu musnah di udara hampa.
Shin Shui sudah berdiri di depan si Raja Seribu Pedang.
"Lawanmu adalah aku wanita iblis," katanya dengan suara dingin.
"Kau kira aku takut? Kebetulan sekali, aku juga ingin melihat sampai di mana kekuatan orang yang berani kurang ajar terhadapku," kata si Dewi Iblis lalu melesat cepat memberikan serangan kepada Shin Shui.
Pertarungan akhirnya pecah juga. Tidak dapat dihindari lagi. Malam ini akan menjadi malam panjang yang akan banjir darah.
Entah dari pihak mana yang akan mengalami kerugian. Yang pasti, malam ini segera menjadi malam berdarah.
Untuk saat ini, para tetua yang mempunyai kekuatan lebih tinggi terpaksa harus melawan dua atau tiga musuh sekaligus.
Benturan dan bentakan nyaring mulai memecah keheningan malam. Binatang penunggu hutan langsung lenyap dan bersembunyi di balik sarang mereka karena merasa ketakutan.
Shin Shui sudah beradu jurus dengan Dewi Iblis. Kekuatan wanita itu benar-benar hebat. Beberapa kali tangannya berbenturan, dan hasilnya baik Shin Shui maupun Dewi Iblis, keduanya merasakan bahwa tangan mereka tergetar dan kesemutan.
Dari benturan ini saja bisa dipastikan bahwa mereka memang hampir seimbang. Walaupun Shin Shui masih ada kesempatan untuk menang dalam pertarungan ini, tetapi peluang tersebut sangatlah kecil.
Bahkan dibutuhkan waktu yang tidak sedikit juga untuk bertarung melawan wanita itu.
Walaupun pertarungan baru pecah, tetapi baik Dewi Iblis ataupun Shin Shui, semuanya sudah mengeluarkan jurus dahsyatnya. Kedua belah pihak sepertinya ingin mempersingkat waktu.
Apalagi pihak Dewi Iblis. Mereka juga sadar bahwa ini adalah sarangnya naga dan harimau. Dan mereka malah berani berbuat masalah besar.
Ini adalah tingkatan nekad. Bahkan sangat nekad, di mana mereka baru pertama kali melakukan hal ini dalam hidupnya.
Gempuran Dewi Iblis mampu mengguncang seisi hutan. Karena jurusnya yang dahsyat itulah mereka bertarung memilih tempat yang cukup luas. Begitupun para tetua lainnya.
Semua pendekar kini sudah berpindah ke tempat yang lebih luas lagi. Sebuah halaman besar menjadi arena pertempuran yang tidak seimbang dalam hal jumlah tersebut.
__ADS_1
Kedua pihak sudah menggertak mengeluarkan jurus dahsyat yang mereka miliki. Shin Shui dan Dewi Iblis bertarung sedikit jauh. Sebab kalau terlalu dekat, keduanya tidak akan bisa bergerak secara leluasa.