Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Kemunculan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk


__ADS_3

Dua iblis yang menjadi kawan Naga Biru tidak tinggal diam. Mereka bertindak sebelum terlambat. Dua senjata mereka yang berula tongkat besi panjang dan piringan bergerigi sudah keluar.


Kedua senjata tersebut mulai di gerakan sehingga mengeluarkan kekuatan yang tidak kalah dahsyatnya dengan tombak milik Naga Biru.


Ketiganya mengeluarkan jurus senjata secara bersamaan, tiga larik sinar berbeda warna mulai menyeruak meliputi langit dan bumi. Suara bergemuruh terdengar ketika tiga pusaka tersebut beradu.


Sekarang Naga Biru merasa kewalahan, apalagi kedua pusaka tersebut tidak kalah kuat dengan pusaka miliknya. Tubuhnya bergetar menahan kekuatan lawan yang mulai menekan dirinya.


Namun Naga Biru bukanlah siluman lemah. Di antara para pengawal lainnya, dialah yang paling tenang. Karena alasan itulah walaupun nyawanya sudah terancam, dia masih memperlihatkan wajah ketenangan.


Bahkan dalam keadaan seperti ini, Naga Biru semakin terlihat kecerdikannya.


Tenaga dalam yang di salurkan ke tombak tersebut dia kurangi beberapa puluh persen. Tepat pada saat itu, dua lawannya semakin menambah daya kekuatan serangannya supaya bisa membunuh Naga Biru.


Tongkat Naga Biru perlahan mulai terpundur. Bahkan kedua kakinya sedikir melesak ke tanah.


Tetapi tepat di saat seperti itulah dia mengeluarkan kekuatan yang lebih dahsyat dalam waktu singkat.


Tombak itu tiba-tiba dihentakkan ke atas, dua iblis tersebut akibatnya terkejut bukan kepalang. Mereka ingin berniat untuk menangkis serangan susulan dari lawan, sayangnya kedua iblis itu tidak sempat, karena Naga Biru sudah bergerak menyerang lebih dulu.


Tombak di tangannya sudah meluncur deras menusuk satu di antara mereka tepat di ulu hatinya. Setelah dipastikan satu lawannya meregang nyawa, Naga Biru segera melancarkan serangannya lagi.


Kali ini dia bukan menusuk. Tetapi menyabet dari samping kanan ke kiri menyabet tepat di lehernya. Sinar biru keluar berbarengan dengan disabetkannya tombak tersebut.


Tanpa dapat menghindari serangan lagi, iblis tersebut seketika jatuh tersungkur ke tanah tanpa kepala. Dia tewas begitu kepalanya lepas dari tempatnya.


Ketika pertarungannya sudah selesai, Naga Biru berniat melesat untuk mencari mangsa berikutnya. Sayangnya sebelum hal tersebut dilakukan, sesuatu yang aneh mulai terjadi.


Bumi bergetar untuk yang kesekian kalinya. Tetapi getaran ini lebih dahsyat. Bahkan langit pun berguncang kencang. Rembulan bersembunyi di balik awan yang hitam. Angin berhembus kencang membawa hawa kematian bagi siapa saja orang yang ada di sana.


Hanya dalam waktu sekejap mata, keadaan di sana benar-benar berubah total. Udara yang mencekam mulai menghantui semua iblis dan siluman. Tak terkecuali Shin Shui serta Chen Li.

__ADS_1


Keduanya merasakan ada sebuah tekanan besar sehingga mereka sulit untuk bergerak walau sedikit pun.


Peperangan seketika berhenti. Waktu seolah tidak berjalan lagi. Tak ada yang dapat bergerak dari semua iblis dan siluman itu.


"Ada apa ini?" gumam Shin Shui bertanya-tanya.


"Ayah, apa yang sedang terjadi?" tanya Chen Li semakin penasaran.


"Ayah juga belum mengetahui secara pasti. Tapi yang jelas, kau jangan kehilangan konsentrasi," kata Shin Shui memperingatkan anaknya.


"Baik ayah. Li'er mengerti," ucap bocah istimewa itu lalu kembali menyerang ke depan.


Satu kali kakinya di hentakkan, tubuhnya sudah meluncur deras ke depan. Dia mengibaskan seruling giok hijau sehingga beberapa pasukan langsung tewas karena sinar hijau yang keluar dari suling giok tersebut.


Ketika Chen Li berniat untuk melanjutkan serangan berikutnya, tiba-tiba saja sebuah suara tawa yang menggema dan membuat pasukan lain bergidik ngeri, terdengar memenuhi kolong langit.


"Hahaha, sungguh bernyali besar. Aku kagum dengan kenekadan kalian. Tapi sayangnya, kalian takkan bisa bertahan lama setelah aku turun tangan," kata suara tersebut memberikan sebuah ancaman.


Semua makhluk yang ada di sana dibuat bergidik ngeri karenanya. Tubuh mereka bergetar tak kuasa menahan tekanan tersebut.


Shin Shui mengetahui secara pasti siapa pelakunya, maka tanpa basa-basi lagi dia terbang lalu berdiri di udara dalam ketinggian sepuluh kaki dari tanah.


Jubah mewahnya berkibar tertiup angin. Dia bagaikan seorang dewa yang turun dari langit.


"Kalau kau memang punya nyali, keluarlah! Jangan menebarkan teror kepada semua makhluk yang ada di sini. Tunjukan batang hidungmu sekarang juga Kaisar Iblis," bentak Shin Shui dengan kemarahan yang sudah tidak dapat dibendung lagi.


Suaranya menimbulkan gelombang kejut yang lebih besar. Bahkan atap Istana Kekaisaran ada yang terbang terhempas gelombang itu. Langit bergemuruh berbarengan dengan marahnya Shin Shui.


Tubuhnya kembali diselimuti aura biru terang yang memancarkan kekuatan dahsyat.


"Hahaha … ternyata kau memiliki kekuatan yang luar biasa. Pantas saja kau berani menantangku," kata suara tadi yang tak lain suara Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk.

__ADS_1


"Sekali lagi kau bicara dan tidak mau menampakkan diri, jangan salahkan aku kalau dalam sesaat tempat ini akan hancur menyatu dengan tanah," ancam Shi Shui sambil membentak keras.


"Hahaha, kau tenang saja manusia. Tanpa kau ancam pun aku akan tetap keluar karena kau berani mengganggu tidurku," ucapnya dingin.


Tak lama, tekanan semakin terasa lebih kuat. Gelombang kejut yang dahsyat segera keluar berbarengan dengan melayangnya satu sosok iblis.


Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk!


Benar, dialah sosok yang dimaksud. Kemunculannya membuat semua pasukan Kaisar Naga Merah merasa gentar. Mereka segera menghentikan pertarungan dan segera mendekati Shin Shui.


Kaisar Naga Merah pun kemarahannya sudah sampai ke titik tertinggi, hanya saja dia tidak berani mengganggu Shin Shui.


Maka untuk melampiaskan kemarahannya, dia kembali menerjang siapa saja yang ada di dekatnya. Pedang merah yang ada ditangannya kembali memperlihatkan kekuatannya. Pedang itu disabetkan dari kiri ke kanan.


Sinar yang keluar lebih memanjang daripada sebelumnya. Sekali bergerak, ratusan nyawa pasukan musuh tewas tanpa kepala.


Tak berhenti sampai di situ, Kaisar Naga Merah melesat lagi ke sisi lain lalu melakukan hal yang sama.


Kaisar Iblis yang melihat kejadian ini sudah pasti sangat marah. Namun dia tidak berani bertindak gegabah karena Shin Shui, manusia yang ada di hadapannya kali ini pasti tidak akan melepaskan dirinya.


"Manusia, aku tanya kepadamu, kenapa kau ikut campur urusan kami bangsa siluman dan iblis," tanya Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk.


"Aku juga akan bertanya kepadamu. Apakah kau yang membunuh Naga Emas dan phoenix biru saat perang sebelumnya," tanya balik Shin Shui.


"Benar. Memang aku yang membunuh mereka berdua,"


"Bagus, pada akhirnya kau mengakui. Karena alasan inilah aku ikut campur masalah di Negeri Siluman ini," tegas Shin Shui.


"Hahaha … manusia, apakah kau yakin bisa mengalahkanku?"


"Hemm, kau terlalu memandang rendah manusia. Malam ini, akan aku buktikan apakah aku bisa atau tidak," kata Shin Shui dengan geram.

__ADS_1


Selesai berkata seperti itu, dia langsung meluncur menyerang Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk.


__ADS_2