
Semua orang yang mendengar informasi tersebut kembali dibuat terkejut. Entah berapa kali para tokoh itu terkejut. Namun semuanya wajar, sebab informasi yang disampaikan oleh para tokoh memang menggetarkan jiwa.
Bagaimana tidak? Yuan Shi si Raja Seribu Pedang adalah tokoh yang termasuk dalam jajaran sepuluh pendekar terkuat di Kekaisaran Wei. Kepala Tetua Sekte Pedang Emas itu menempati posisi kelima.
Kalau apa yang dia bicarakan memang benar, maka tokoh yang harus dihadapi oleh mereka bukan main-main lagi. Kalau semua kalangan tidak bergabung menjadi satu, rasanya tidak mungkin ada perlawanan berarti.
Sekuat-kuatnya Shin Shui, dia tetap hakikatnya hanya manusia. Bukan para Dewa. Kalau dia harus menghadapi sepuluh tokoh yang disebutkan oleh Yuan Shi sekaligus, tentu saja dia tidak akan sanggup.
Bahkan Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding sendiri tidak ada kepastian sanggup menghadapi mereka sekaligus.
Satu-satunya cara adalah bekerja sama. Atau kalau tidak, harus ada di antara mereka yang mencoba memancing satu persatu tokoh itu supaya keluar dari sarangnya.
"Lalu, apakah sepuluh tokoh aliran sesat Kekaisaran Sung itu sudah bergerak?" tanya Shin Shui kepada Yuan Shi.
"Sudah, mereka sudah ditugaskan untuk menjaga perbatasan Timur bersama ribuan tentara lainnya. Bahkan sepuluh tokoh itu membawa serta anak buah mereka," kata Yuan Shi menjelaskan semuanya.
"Kepala Tetua Shin Shui, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Kakek Tua Jubah Hitam sedikit panik.
Bukan cuma dia. Semua orang yang ada di ruangan pertemuan, mengalami perasaan yang sama. Kalau mereka bergerak sekarang, tentunya nyawa yang menjadi jaminan. Masih mending kalau sepuluh tokoh itu berada di tempat terpisah.
Kalau berada di satu tempat yang sama, mau bagaimana? Memaksakan diri untuk pergi ke sana? Kalau sampai hal itu dilakukan tanpa persiapan matang, tentu saja hal tersebut hanyalah sebuah kekonyolan belaka. Itu adalah ide gila yang pernah ada.
"Untuk sekarang kita bertahan saja sambil menyusun rencana. Beberapa waktu lagi aku akan pergi ke Kekaisaran untuk membahas hal ini. Aku juga meminta kepada para Tetua Sekte Bukit Halilintar untuk menyebarkan undangan kepada sepuluh tokoh terkuat di Kekaisaran Wei untuk bertemu di Istana Kekaisaran Wei satu bulan lagi,"
"Perintah di terima dan akan segera dilaksanakan," kata Lin Zong He menjawab Shin Shui.
Dia memang selalu ditugaskan untuk hal-hal semacam ini. Sebab dirinya mempunyai jaringan yang sangat luas. Selain itu, Lin Zong He juga mempunyai ilmu meringankan tubuh yang paling cepat di antara para tetua lainnya.
__ADS_1
"Kakak Huang, Li'er, besok dua hari lagi kalian aku perintahkan untuk mengunjungi sekte besar lainnya yang ada di Kekaisaran Wei. Termasuk sekte aliran hitam terbesar yang ada sekarang," perintah Shin Shui dengan tegas.
"Shushi, kau tidak salah?" tanya Yun Mei merasa terkejut atas keputusan Shin Shui.
"Tidak. Aku serius Memei. Biarlah Li'er mencari pengalaman bersama Kakak Huang.
"Ba-baiklah. Aku mengerti," jawabnya pasrah.
Kalau Shin Shui sudah menunjukkan sikap seperti itu, maka apapun keputusannya tidak bisa diganggu gugat lagi.
"Li'er, Kakak Huang, apakah kalian siap?"
"Dengan senang hati Adik Shin,"
"Li'er siap Ayah,"
Dia cukup terkejut dengan perkataan Shin Shui. Sekte Seribu Iblis dan Sekte Tangan Dewa Kegelapan adalah dua sekte aliran hitam terbesar di Kekaisaran Wei.
Sekte itu sebenarnya sudah berdiri sejak lama sekali. Hanya saja mereka jarang melibatkan diri di dalam urusan dunia persilatan. Kedua sekte besar tersebut lebih suka untuk menutup diri.
Baru beberapa tahun belakangan saja mereka memunculkan diri. Selain itu, kedua sekte besar tersebut sangat susah untuk di ajak bekerja sama. Kalau mereka mau bekerja sama, tentu hal ini adalah kabar baik. Tetapi kalau tidak mau, mau bagaimana? Apalagi Kepala Tetua dua sekte itu mempunyai watak aneh dan sangat keras kepala.
"Benar. Dan aku serius akan hal ini. Aku percaya Kepala Tetua Sekte Seribu Iblis yaitu Pangeran Bayangan Setan Pencabut Sukma, pasti mau bekerja sama untuk kali ini. Dan aku juga percaya bahwa Raja Neraka Tanpa Ampun sebagai Kepala Tetua dari Sekte Tangan Dewa Kegelapan, pasti akan mau bergabung dengan kita. Ya, setidaknya aku yakin untuk kali ini," kata Shin Shui penuh rasa percaya diri.
"Baiklah kalau keputusan Kepala Tetua Shin Shui sudah bulat. Aku tidak bisa membantah lagi,"
"Aku minta kepada kalian untuk terus mencari informasi pasti. Selain itu, mohon untuk kurangi masalah yang ada. Selama asa kesempatan untuk bergerak, aku ingin supaya kalian bergerak. Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Sebab kita tidak tahu apakah di kemudian hari kesempatan itu akan ada lagi atau tidak," jelas Shin Shui kepada semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
"Kami mendengar perintah …" jawab para tokoh serempak.
Shin Shui mengangguk sambil tersenyum. Walaupun kesempatan untuk bisa bertahan dari serangan dua Kekaisaran besar ini amat tipis, setidaknya dia sudah berusaha keras sebisa mungkin.
Dalam hidupnya, Shin Shui selalu tidak mau ambil pusing terkait hal apapun.
Yang terjadi, terjadilah.
Apapun yang akan terjadi, dia akan tetap mencoba untuk menerimanya dengan lapang dada. Toh yang penting dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Hasilnya serahkan kembali pada Tuhan.
Shin Shui tahu bahwa apapun di dunia ini, itu merupakan rencana Tuhan. Dia yakin akan hal ini. Selaku manusia, dirinya hanya bisa berusaha dan berharap. Masalah berhasil atau tidak, masalah harapannya terwujud atau tidak, dia tidak pernah terlalu memikirkannya.
Karena semua sudah ada jalan ceritanya masing-masing.
"Kepala Tetua Shin Shui, kapan waktu kita untuk bergerak lagi?" tanya Kakek Tua Jubah Hitam.
"Lebih cepat, lebih baik. Namun untuk sekarang kita harus memperkuat benteng pertahanan. Karena itu, informasikan kepada seluruh sekte yang ada di Kekaisaran Wei, bagi yang mempunyai murid banyak, tolong diperintahkan untuk menjaga daerah yang kemungkinan diincar oleh musuh tanpa mengurangi pertahanan di sekte mereka masing-masing,"
"Kepala Tetua Yuan Shi, dua minggu lagi kau harus ikut denganku untuk pergi ke Istana Kekaisaran. Kita akan berunding kembali di sana," ucap Shin Shui mempertegas kembali kapan waktunya dia akan pergi ke Istana Kekaisaran.
"Baik, perintah diterima,"
Semua orang kagum atas pemikiran dan tindakan yang di ambil oleh Shin Shui. Sebab semua yang dikatakan olehnya memang sangat masuk akal.
Orang-orang tersebut tentu akan menuruti semua perintahnya. Bukan hanya omong kosong saja. Hal ini karena secara tidak langsung, titah dari Shin Shui bagaikan titah dari Kaisar Wei An sendiri yang artinya wajib di turuti.
Membantah kepada perintah Shin Shui, sama artinya telah membantah dengan Kaisar Wei An.
__ADS_1
Itu artinya, orang tersebut sudah tidak sayang kepada nyawa mereka.