
"Dia adalah kakak angkatku. Namanya Yang Lin, si Maling Sakti Hidung Serigala," jawab Shin Shui memperkenalkan Yang Lin.
"Kenapa dia tidak memberikan hormat kepadaku?" tanya Kaisar Wei An kembali melirik si Maling Sakti.
Hanya saja, kini nada bicaranya terdengar sedikit tidak senang dan penuh penekanan.
"Hemm, aku kira semua orang sudah tahu bahwa di Maling Sakti Hidung Serigala tidak suka terhadap aturan. Jangankan Kaisar, anak umur lima tahun pun, mungkin akan tahu tentang sifatku ini. Aku pastikan hampir semua orang persilatan di Kekaisaran Wei, tahu siapa diriku. Jadi kalau sampai kau tidak tahu, hemm …" ucap Yang Lin penuh kekesalan.
Nada bicaranya meninggi seperti marah-marah. Bahkan gerakan tangannya juga jelas memperlihatkan bahwa dia memang sangat kesal.
Di pinggirnya Shin Shui sudah memberikan isyarat kepada dua orang tetuanya, Thai Lu dan Ong Kwe Cin.
Kedua tetua tersebut sudah paham maksud Shin Shui. Mereka tidak lagi bertanya lebih lanjut.
"Lancang sekali mulutmu. Kau harus ingat bahwa aku berkuasa di seluruh negeri. Bahkan aku bisa saja menyuruh Pendekar Halilintar untuk memenggal kepalamu itu," ujar Kaisar Wei An dengan amarah yang sudah memuncak.
Maling Sakti Hidung Serigala lalu melirik Shin Shui penuh arti. Bahkan senyumannya turut dia perlihatkan pula.
"Hehehe, siapa yang sudi menuruti perintahmu?" tanya Shin Shui penuh ejekan.
Marah padam wajah Kaisar Wei An saat mendengar perkataan Shin Shui barusan. Dadanya terasa panas seperti juga suhu di tubuhnya.
"Shin Shui, berani sekali kau menolak permintaan Kaisar," bentaknya sambil menunjuk wajah Shin Shui.
"Jangan pernah beharap kau mampu mengelabuiku hanya karena menyamar sebagai Kaisar Wei An. Harus kau ketahui, semua temanmu yang kemarin menyamar menjadi tetua dan istriku, kini mereka telah tewas mengenaskan. Jadi, jangan harap rencana yang sama akan berhasil," bentak Shin Shui juga, tentu dia sendiri tidak mau kalah.
Enam orang tersebut terkejut. Mereka ingin menjawab kembali, tapi sayangnya tidak sempat. Karena selanjutnya, baik Shin Shui, Maling Sakti Hidung Serigala, atau dua tetua yang ada di sana sudah serentak memberikan serangan kepada enam orang tersebut.
__ADS_1
Sontak keenam orang yang mengaku sebagai Kaisar Wei An bersama pengawal pribadi itu, segera mundur menjebol jendela ruangan.
Keenam orang tadi segera pergi mengarah ke halaman sekte yang terbentang luas. Hebatnya serangan Shin Shui dan yang lainnya, mereka tidak berhenti menyerang walaupun serangan pertama mereka gagal. Justru dari serangan yang gagal tersebut, Shin Shui dan yang lain sudah menjejakkan kaki memberikan serangan susulan lainnya.
Dari serangan empat tokoh pendekar tersebut, tentu saja serangan Shin Shui yang paling cepat datang mengancam lawan. Sasaran utamanya sudah jelas si orang yang menyamar menjadi Kaisar Wei An.
Di pinggir orang tersebut, ada juga satu orang terdekat jaraknya. Tanpa sungkan lagi, dua jurus dahsyat hanya dalam satu serangan sudah dikeluarkan oleh Shin Shui dengan hebatnya.
Sebuah sinar biru terang melesat bagaikan meteor yang jatuh ke bumi. Cahayanya sangat menyilaukan mata. Tidak tanggung-tanggung, serangan Shin Shui langsung membawa kematian.
Tapi orang-orang yang datang menyamar itu juga bukan orang sembarangan, mereka pendekar hebat yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sehingga walaupun serangan Shin Shui mengancam nyawa mereka, semuanya bisa dihindari walau sedikit kesulitan. Terutama orang yang mengaku sebagai pengawal.
"Blarrr …"
Ledakan keras terdengar karena jurus serangan yang dilancarkan Shin Shui menghantam bumi. Tanah segera berhamburan dan lubang berdiameter tiga tombak segera terbentuk cukup dalam.
Untung bahwa lawan tidak mampu menahan serangan tersebut dengan seluruh seluruh tenaga mereka. Sebab pertahanannya tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Sehingga empat orang itu terpental sampai enam langkah ke belakang.
Sedangkan pihak Maling Sakti, hanya terpental tiga langkah. Itupun dalam kondisi keseimbangan yang masih sempurna.
Empat tokoh utama Sekte Bukit Halilintar kini sudah berhadapan dengan enam orang yang menyamar menjadi seorang Kaisar Wei An dan pengawal pribadi. Mereka saling tatap dalam beberapa jarak.
Ratusan murid Sekte Bukit Halilintar sudah berkumpul memenuhi halaman karena ledakan yang sangat keras tadi. Bahkan Chen Li dan Eng Kiam juga sudah berdiri di pinggir arena yang sebentar lagi akan menjadi ajang pertarungan dahsyat.
"Jangan pernah berpikir bisa mengorek informasi rahasia dari sekteku dengan rencana bodoh kalian ini. Sekte lain bisa kalian kelabui, tapi Sekte Bukit Halilintar, tidak akan bisa," tegas Shin Shui dengan amarah yang sulit dibendung lagi.
"Hahaha, kau memang cerdas," puji orang yang menyamar menjadi Kaisar, diduga bahwa orang tersebut merupakan pemimpin dari lima orang lainnya.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara lagi denganku. Siapapun yang sudah mengganggu ketenteraman Sekte Bukit Halilintar, mereka pantas untuk mati. Jangan harap kalian bisa pergi dengan selamat," ujar Shin Shui yang sudah marah besar.
"Badai Tornado Halilintar …"
"Gelegarr …"
Jurus pertama yang dahsyat langsung dia keluarkan. Pendekar Halilintar memang sudah marah besar. Sehingga dia tidak akan bermurah hati kepada orang-orang tersebut.
Tiga pusaran badai halilintar sudah terbentuk. Secepat kilat tiga pusaran itu melesat menyambar ke arah dua lawan Shin Shui.
Aura dahsyat menekan udara sekitar. Bahkan serasa terbelah. Aura mengerikan juga mulai dirasakan oleh semua musuh.
Di pinggir arena, secara diam-diam Chen Li membuat pelindung untuk semua murid. Alasannya tentu supaya mereka tidak ada yang terluka akibat pertarungan dahsyat yang sudah mulai terjadi itu.
Dua lawan Shin Shui yaitu si pemimpin dan pengawal, sudah bersiap atas semua hal yang kemungkinan akan terjadi. Termasuk seperti sekarang ini, jadi walaupun Shin Shui menyerang secara tiba-tiba, mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan.
Dua jurus tingkat tinggi sudah dikeluarkan oleh masing-masing lawan Shin Shui. Dua buah sinar hitam dan merah dengan energi sangat besar segera tercipta. Dua sinar tersebut menghantam tiga badai tornado milik Shin Shui.
"Blarrr …"
Tanah berguncang seperti dilanda gempa bumi. Para murid sebagian ada yang jatuh saking besarnya guncangan itu. Debu mengepul tinggi ke udara dengan asap putih kehitaman.
Walaupun pertarungan baru berjalan sekejap, tapi efeknya sudah sangat luar biasa sekali.
Pertarungan ini akan berbeda dengan pertarungan lainnya yang terjadi diluar sana. Sebab para pendekar yang terlibat merupakan tokoh-tokoh kelas atas. Jadi bisa dibayangkan bagaimana akibat yang akan ditimbulkan oleh mereka.
Begitu keadaan berangsur seperti sedia kala, Shin Shui sudah melesat kembali. Terjangannya bagaimana sebuah anak panah yang sangat siap untuk menembus sasarannya.
__ADS_1
Pedang Halilintar sudah dia cabut dari sarungnya. Kalau sudah seperti ini, maka jurus pedang terkuat saat ini akan segera keluar.