Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Ruang Pusaka


__ADS_3

Perang sudah berakhir. Kemenangan berhasil diarih oleh pasukan Kaisar Naga Merah. Perang ini menyisakan kenangan yang teramat dalam bagi Kaisar itu.


Sepanjang hidupnya, baru kali ini dirinya melakukan perang besar seperti sekarang. Sebab sudah beberapa generasi, Negeri Siluman terkenal dengan keamanan dan kedamaiannya.


Baru kali ini kekacauan besar terjadi. Tapi untungnya, kekacauan tersebut sudah berakhir sepenuhnya. Kini mereka akan memulai lagi hari yang baru.


Hari baru, harapan baru.


Ratusan ribu pasukan dari kedua belah pihak tergeletak tanpa nyawa. Tubuh mereka ada yang hancur tidak jelas bentuknya. Ada yang tergorok lehernya. Ada pula yang tewas tanpa kepalanya.


Yang jelas, tidak ada yang tewas dalam keadaan baik. Semuanya buruk.


Tidak terasa perang tersebut berjalan selama semalaman. Begitu semuanya sudah benar-benar berakhir, malam pun segera berganti pagi.


Pagi yang cerah, pagi yang indah.


Biasanya, mereka akan menikmati pagi seperti ini dengan makanan ringan serta minuman hangat. Tetapi kali ini berbeda. Mereka harus menyambut pagi dengan membereskan mayat-mayat itu. Jika semuanya sudah selesai, baru bisa menikmati semua itu.


Kaisar Naga Merah tidak perlu melalukan banyak gerak. Dia hanya perlu mengeluarkan tenaga dan jurus yang dahsyat. Sekali kakinya menghentakkan ke bumi, seketika bumi terbelah.


Kejadian berikutnya pasti sudah dapat diketahui. Ratusan ribu mayat iblis dan siluman tersebut langsung masuk ke dalam perut bumi tanpa sisa sedikitpun.


Hal-hal seperti ini bukan saja sangat sulit. Namun lebih mendekati kepada kemustahilan. Tetapi Kaisar Naga Merah bisa melakukannya.


Dia mempunyai jurus khusus untuk melakukan hal-hal tersebut. Bahkan pendekar di seluruh bumi, meskipun mereka berkekuatan sangat tinggi, belum tentu bisa melakukannya.


Ada hal-hal yang bisa dilakukan semua orang, ada juga beberapa hal yang memang tidak bisa dilakukan oleh semua orang.


Hanya butuh waktu satu jam saja, semua mayat sudah rata dengan tanah. Keadaan kembali seperti semula. Yang tersisa tinggalah bangunan hancur dan benteng-benteng yang roboh.


Tetapi hal ini juga bukan masalah yang besar. Semua pasukan Kaisar Naga Merah langsung mengambil tindakan. Mereka segera memperbaiki sesuatu yang rusak.


Kemenangan sudah diraih. Kini mereka harus merayakan kemenangan tersebut. Setelah beberapa pasukan penting berkumpul, mereka segera mengadakan pesta.


Arak khusus sudah disiapkan. Daging pun sudah tersedia. Semuanya mulai meminum arak, bersulam untuk kemenangan mereka. Hanya Chen Li saja yang tidak minum arak karena usianya masih kecil.

__ADS_1


Tetapi walaupun begitu, bocah istimewa itu tetap bisa menikmati berbagai hidangan mewah yang tidak mungkin dia dapatkan di alam manusia.


Menjelang tengah hari, pesta telah selesai di gelar. Beberapa dari mereka sudah kembali melakukan kegiatannya masing-masing.


Kehidupan di luar kotaraja pun sudah kembali normal. Mereka sudah tahu tentang perang yang terjadi semalam. Tetapi tidak ada yang panik dari mereka. Justru semua rakyat Negeri Siluman yang tinggal di daerah sekitar kotaraja, ikut merayakan juga kemenangan ini.


Karena mereka tahu, jika Kaisar Naga Merah sudah mendapatkan kembali kekuasaannya, maka Negeri Siluman akan kembali damai seperti sedia kala.


Shin Shui dan Chen Li sedang berada di sebuah ruangan santai tempat Kaisar Naga Merah biasa menenangkan diri jika sedang banyak masalah. Ruangan ini berada di paling atas bangunan Istana Kekaisaran. Mereka berdiam di sana sambil menikmati pemandangan yang sangat indah.


Setelah cukup lama terdiam, pada akhirnya Shin Shui memilih untuk membuka pembicaraan serius.


"Kaisar, dalam waktu satu atau dua hari lagi, aku harus pergi dari sini. Di alam manusia mulai kembali banyak masalah yang sedang terjadi," kata Shin Shui memulai pembicaraan.


"Masalah apakah itu pendekar?" tanya Kaisar Naga Merah.


"Tiga Kekaisaran akan menyerang Kekaisaran Wei. Walaupun ramalan waktunya masih dua atau tiga tahun lagi, tetapi kekacauan sudah mulai terjadi,"


"Tidakkah kau menetap lebih lama lagi di tempatku ini? Aku masih ingin menjamu kau lebih lama lagi," kata Kaisar Naga Merah.


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak bisa menahan kalian lagi,"


"Mari ikut aku," ucap Kaisar Naga Merah yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


Shin Shui dan Chen Li tidak menanyakan akan di bawa kemana. Yant jelas, mereka berdua percaya kepada Kaisar Naga Merah ini.


Ayah dan anak itu dibawa ke sebuah ruang rahasia.


Ruang bawah tanah.


"Ruangan ini hanya aku saja yang mengetahuinya," jelas Kaisar Naga Merah sambil membuka pintu rahasia.


"Ruang apakah ini Kaisar?" tanya Chen Li penasaran.


"Sebentar lagi saudara kecil akan segera mengetahuinya,"

__ADS_1


Kemudian mereka terus berjalan ke sebuah jalan kecil. Ruangan ini lebih cocok untuk disebut sebagai goa. Di kanan kirinya terdapat dinding yang memantulkan warna hijau dan merah. Cahaya tersebut ternyata berasal dari bebatuan yang indah.


Permata.


Batu-batu itu memang batu permata. Namun tidak sembarangan orang yang bisa mengambilnya. Setelah beberapa saat berjalan melewati pemandangan sederhana namun menakjubkan itu, ketiganya sudah sampai di sebuah ruangan kosong.


Di sana ada juga sebuah pintu rahasia yang dapat di buka oleh dia sendiri. Kaisar Naga Merah membuka pintunya lalu dia segera masuk ke dalam.


"Kemarilah," katanya kepada Shin Shui dan Chen Li.


Keduanya segera masuk. Begitu sudah di dalam, ayah dan anak itu di buat tercengang. Seumur hidup Shin Shui, baru kali ini dia melihat sesuatu seperti itu.


Ternyata ruangan tersebut berupa sebuah gudang yang cukup besar. Yang membuat Shin Shui kaget adalah bahwa gudang itu dipenuhi dengan ratusan kitab pusaka serta ribuan pusaka.


Sungguh sesuatu yang menakjubkan.


"Ruangan ini bernama Ruangan Pusaka. Seperti namanya, di ruangan ini terdapat banyak sekali senjata dan kitab pusaka. Ruangan ini sudah menjadi warisan turun temurun sejak dalam dahulu. Konon katanya menurut para leluhur, Negeri Siluman ini dulunya adalah dunia yang sama dengan dunia manusia. Namun leluhur kami yang memiliki kekuatan bagaikan dewa telah memindahkan dunia ini ke alam siluman karena selalu saja terjadi kekacauan. Dulu di dunia nyata, tempat ini dikenal sebagai gudang Kekaisaran. Oleh sebab itulah terdapat banyak benda berharga di sini," kata Kaisar Naga Merah menjelaskan semuanya tanpa perlu diminta.


"Luar biasa. Seumur hidup, aku baru melihat semua ini. Kalau boleh tahu, ada keperluan apa Kaisar membawa kami kemari?" tanya Shin Shui.


"Silahkan kalian memilih apa saja yang diinginkan sebagai tanda terimakasih kami. Toh barang-barang ini tidak semuanya kami pakai,"


"Terimakasih Kaisar. Tapi aku tidak memerlukannya. Aku tidak butuh imbalan seperti ini," ucap Shin Shui dengan sungguh-sungguh.


"Lalu, imbalan apa yang pendekar inginkan?" Kaisar Naga Merah kebingungan dengan perkataan Shin Shui.


Di dunia ini, mungkin hanya dia seorang yang akan mampu menolak rezeki nomplok seperti ini.


Tapi Shin Shui tidak menginginkannya, bukan dia tidak perlu, tapi dia tidak mau menjadi manusia yang serakah. Selama apa yang dia miliki masih dirasa cukup, untuk apa mengambil sesuatu yang memang bukan haknya?


Mungkin karena alasan itulah dari dulu dia jarang menjarah Cincin Ruang musuhnya.


Toh dalam Cincin Ruang yang dia miliki juga tersedia berbagai macam kitab dan senjata pusaka. Walaupun tidak sebanyak di sini, tetapi itu sudah lebih dari cukup.


"Aku hanya ingin kau menganggapku sebagai sahabat. Itu saja bagiku sudah lebih dari cukup," ujar Shin Shui dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2