Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Menolong Gadis Kecil


__ADS_3

Hari semakin siang, tetapi belum ada satupun orang-orang yang bergerak mengeksekusi gadis belia itu.


Mendadak seorang warga maju ke depan lalu bertanya dengan lantang. "Tuan, apakah gadis itu akan dijatuhi hukuman mati?"


"Tentu saja. Besok tepat pada jam yang sama, akan ada eksekusi mati bagi setan kecil ini. Biarlah semalaman dia menikmati waktu terakhirnya, barangkali ada saudara ataupun rekan-rekannya dari sekte yang bersangkutan, silahkan maju ke depan," teriak pria lima puluhan tahun tersebut.


Si gadis kecil tiba-tiba merintih. Dia mengangkat kepalanya lalu terlihat bibirnya bergerak. "Percuma saja, rencana kalian untuk merusak nama baik Sekte Teratai Putih tidak akan bisa tercapai," katanya sambil meringis menahan sakit.


Suaranya amat pelan sekali. Bahkan Chen Li sendiri tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Tetapi dia bisa melihat dari bibirnya. Dia tahu apa yang dibicarakan karena memperhatikan gerakan bibir mungil itu.


"Plakk …"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan si gadis. Darah segar langsung terlihat di sudut bibirnya.


Orang-orang yang menyaksikan kejadian barusan menaruh belas kasihan kepadanya. Hanya saja, mereka juga sadar tidak mampu melakukan apa-apa.


Orang yang berpakaian mewah yang diduga Walikota di tempat tersebut, tiba-tiba memanggil pria lima puluhan tahun yang daritadi bicara. Dia seperti membisikan sesuatu.


"Pemberitahuan kepada semua warga, bahwa Sekte Teratai Putih ternyata telah berubah aliran. Sekte tersebut sekarang menjadi aliran hitam dan ingin memberontak kepada Kekaisaran. Dari mata-mata kami, gadis ini adalah orang yang disuruh untuk membuat kekacauan di kota ini dengan caranya yang licik. Dia membawa tugas dari sektenya untuk menebarkan berita bohong tentang kami,"


"Padahal harus kalian ketahui bahwa kejahatan yang sebenarnya terjadi selama ini, disebabkan oleh akal busuk gadis ini dengan meminjam nama Walikota Xing Juan," kata pria tadi berbicara lagi.


Para warga terdiam. Tidak ada yang menanggapi perkataannya.


Alasannya sebab semua orang tahu bahwa Sekte Teratai Putih sudah banyak sekali memberikan bantuan kepada mereka. Khususnya kota tersebut.


Sudah beberapa kali ada gangguan, tetapi Sekte Teratai Putih selalu datang membantu. Sedangkan pihak Walikota, justru hanya duduk dengan santai di kursi kekuasaannya.


Beberapa kali para warga juga melihat pernah ada rombongan pendekar asing yang memasuki rumah Walikota itu. Hal ini menjadi kecurigaan para warga.


Siapakah dalang sebenarnya yang ada di balik semua kekacauan di kota mereka?


###


Malam hari telah datang. Para warga kota sekitar telah kembali ke rumahnya masing-masing dengan seribu pertanyaan. Terutama sekali tentang berita berpindahnya haluan Sekte Teratai Putih.

__ADS_1


Keadaan di kediaman Walikota tersebut mulai sepi. Hanya terdapat beberapa penjaga di luar pintu masuk. Di dalamnya ada juga beberapa pendekar yang berjaga di beberapa titik.


Gadis yang siang tadi berada di tiang salib, kini sudah tidak ada. Gadis itu telah ditempatkan di sebuah penjara yang ada di kediaman Walikota.


Di sebuah dahan pohon yang daunnya rimbun. Seorang bocah berpakaian serba putih sedang berdiri sambil melipat tangan di dada.


Sesekali bocah itu memandang ke atas. Melihat apakah rembulan sudah tepat di atas kepala atau belum?


Chen Li.


Bocah berpakaian putih itu memang Chen Li.


Sejak siang tadi, dia sama sekali belum kembali ke penginapan. Bocah itu merasa ganjil atas kasus yang tadi siang dia lihat. Hal ini menjadi tekad awalnya untuk menyelidiki kejadian yang sebenarnya.


Chen Li sudah tahu di mana gadis kecil tadi di tempatkan. Sebelumnya dia sempat menyusuri kediaman Walikota tersebut.


Saat rembulan tepat di atas kepala, Chen Li langsung bergerak.


Tubuhnya melesat ke benteng lalu melompat ke atas atap bangunan. Dia langsung turun ke bagian belakang. Di sana penjagaan tidak terlalu ketat. Bahkan sama sekali tidak di jaga.


Chen Li masuk ke sana secara diam-diam. Dengan kekuatannya yang sekarang, menghadapi dua Pendekar Langit bukanlah masalah.


Secepat kilat dia melesat lalu menotok jalan darah dua penjaga tersebut. Mereka langsung terdiam seperti patung tanpa sempat melihat siapa pelakunya.


Chen Li masuk ke dalam ruangan tersebut. Ternyata di dalamnya merupakan penjara.


Ada sepuluhan penjara yang terbuat dari besi. Dan semuanya telah terisi. Keadaan orang-orang dalam penjara tersebut cukup memprihatinkan. Tetapi Chen Li lebih fokus kepada si gadis kecil. Sebab dia sudah merasa curiga terhadap para tawanan yang lainnya.


Chen Li langsung membuka kunci dengan kekuatanya. Keadaan si gadis semakin parah.


Dia menyalurkan tenaga dalam lalu memberikan pil untuk membantu memulihkan kondisi tubuhnya.


"Siapa kau?" tanyanya dengan suara yang lemah.


"Nanti saja bicaranya. Kita harus segera pergi dari sini," jawab Chen Li.

__ADS_1


Dia langsung menggendong gadis tersebut untuk keluar dari penjara. Chen Li sama sekali tidak membebaskan atau bahkan melirik para tawanan yang lainnya.


Sebab dia tahu siapa mereka sebenarnya.


Belum sempat mencapai pintu, mendadak keadaan di dalam penjara riuh. Para tawanan tiba-tiba sudah bebas. Mereka langsung melancarkan serangan kepada Chen Li.


Untungnya gerakan bocah itu sangat cepat. Sehingga sembilan serangan dari sembilan tawanan sama sekali tidak mengenai tubuhnya.


Chen Li langsung mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya hingga ke titik tertinggi. Dia melompat ke sana kemari seperti tupai. Sama sekali tidak melakukan kesalahan sedikitpun.


Karena kecepatannya dikerahkan sampai sempurna, hanya dalam waktu sebentar saja dia telah tiba di penginapan. Huang Taiji Lu sedang makan di bawah —di restoran yang terdapat di penginapan tersebut—.


Melihat Chen Li datang terburu-buru sambil menggendong seroang gadis yang terluka parah, Huang Taiji Lu langsung naik ke kamar mengikuti Chen Li.


Pintu kamar segera ditutup. Jendela kamar juga sama.


Gadis kecil tersebut direbahkan di kasur. Dia masih merintih menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.


"Siapa dia Li'er?" tanya Huang Taiji Lu.


"Entah Paman, aku juga belum tahu. Tetapi sepertinya dia merupakan murid Sekte Teratai Putih, lihatlah lencananya," kata Chen Li sambil menunjuk ke sebuah lencana.


"Bagaimana dia bisa begini?"


"Ceritanya panjang. Nanti saja aku jelaskan setelah gadis ini bangun. Atau kalu tidak setelah semuanya terbongkar. Sekarang kita harus segera menolongnya,"


"Baik,"


Huang Taiji Lu langsung menyalurkan tenaga dalamnya untuk menolong nyawa si gadis. Energi berwarna putih samar-samar mulai merembes memasuki gadis kecil itu.


Tenaga dalam itu sangat murni. Bahkan lebih murni daripada tenaga dalam langit bumi milik Shin Shui.


Semakin murni tenaga dalam yang dimilik oleh seseorang, maka semakin cepat juga jika dilakukan untuk proses penyembuhan.


Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja, kondisi gadis kecil itu sudah membaik. Wajahnya mulai kembali normal. Luka di tubuhnya perlahan mulai mengering.

__ADS_1


__ADS_2