
Shin Shui merasa lebih tenang. Terkadang ucapan seorang sahabat yang mempercayai sahabatnya sendiri mampu menghilangkan beban berat di pundak. Walaupun ucapan itu hanya kata sederhana, semisal kata "aku yakin padamu" atau "aku percaya kau mampu".
Namun itu saja sudah sangat berarti bagi orang yang bersangkutan. Walaupun beban di muka bumi di limpahkan kepadanya, tapi kalau dia mendapatkan semangat dari orang-orang terdekat semisal sahabat, maka orang tersebut akan merasakan kekuatan hebat.
Kekuatan yang dapat dirasakan dan dimengerti oleh mereka yang memang pernah mengalami.
"Terimakasih kawan. Terimakasih karena kau sudah mempercayaiku," jawab Shin Shui penuh senyuman hangat.
Kaisar Naga Merah hanya mengangguk sambil membalasa senyuman Shin Shui. Mereka semua lalu berbicara beberapa hal, mulai yang ringan sampai yang berat. Yang tidak penting sampai yang penting.
Tidak lupa juga di saat seperti itu, Shin Shui mengeluarkan beberapa guci arak yang memang selalu dia bawa ke mana pun. Mereka bercanda dan tertawa gembira.
Asal kau tahu saja, berkumpul dengan sahabat terbaik adalah momen yang paling menyenangkan. Sebab saat itu kau akan merasakan bagaimana rasanya dimengerti dan bagaimana rasanya harus mengerti.
Sekumpulan orang-orang yang saling mengerti satu sama lain, sungguh mereka ini adalah orang-orang yang beruntung.
"Saudara kecil, kemarilah," panggil Kaisar Naga Merah kepada Chen Li.
"Ada apa Paman?" tanya bocah itu.
Chen Li memang lebih suka memanggilnya paman dari pada Kaisar. Menurutnya, panggilan itu terdengar lebih akrab dan enak.
"Wah, kau sudah mencapai Pendekar Langit tahap satu. Bagus, bagus. Itu artinya kau serius dalam berlatih, kalau seperti ini caranya, maka tidak lama lagi boleh menggunakan barang-barang yang aku berikan," puji Kaisar Naga Merah melihat kemajuan tingkat pelatihan Chen Li yang terbilang cepat.
"Paman Kaisar Naga Merah terlalu memuji. Li'er tidak berani menerima pujian Paman," ujar Chen Li merendah.
Semua orang tersenyum. Mereka mengangguk-angguk melihat sikap Chen Li yang seperti itu. Ternyata bocah kecil tersebut sangat mempunyai kemiripan dengan ayahnya, sifatnya sulit diterka. Kadang dia pendiam, ramah, bahkan kadang pula sombongnya bukan kepalang.
Andai kata seluruh orang sombong di muka bumi ini disatukan, mungkin masih tetap lebih sombong Shin Shui.
__ADS_1
"Karena kemajuanmu pesat, maka paman akan memberikan hadiah untukmu. Sekarang kau dudk bersila di depan paman," ujar Kaisar Naga Merah.
Chen Li tidak langsung duduk. Dia lebih dulu melirik Shin Shui dan Maling Sakti Hidung Serigala, setelah kedua orang tersebut mengangguk memberikan izin, pada akhirnya Chen Li menurut. Bocah kecil itu segera duduk bersila di depan Kaisar Naga Merah.
"Tenangkan dirimu. Kalau ada sesuatu yang masuk, jangan kau lawan. Diamkan saja. Biarkan sesuatu itu bergerak semaunya, kalau sudah tenang, lalu arahkan ke dantianmu," kata Kaisar Naga Merah memberitahu Chen Li.
"Baik Paman. Li'er mengerti,"
Setelah dipastikan Chen Li sudah siap, Kaisar Naga Merah segera mengeluarkan sesuatu dari Cincin Ruang. Saat tangannya mengibas, terlihat dalam genggaman tangan tersebut ada sebuah mustika berwarna merah terang.
Ukurannya kecil. Paling hanya sebesar ibu jari saja. Tetapi Shin Shui dan Maling Sakti tahu, walaupun luarnya kecil, tetapi kekuatan yang terkandung di dalamnya terbilang besar.
Kaisar Naga Merah kemudian memasukan mustika tersebut lewat punggung Chen Li. Setelah itu dia segera membuyarkannya ketika telah masuk ke dalam tubuh.
Chen Li mulai merasakan sesuatu aneh. Ada hawa panas yang memasuki dan mulai menjalar ke seluruh tubuh. Di sana, Chen Li melihat sebuah bola meray berputar-putar ke sana kemari seperti mencari tempat.
Proses tersebut berjalan cukup lama. Pakaian Chen Li sudah bassh kuyup oleh keringat. Hawa dingin karena sedang musim salju sama sekali tidak dapat dia rasakan.
Kaisar Naga Merah sudah selesai dalam prosesnya. Tapi Chen Li masih tetap terdiam. Dia sedang berusaha menjinakkan bola merah tadi. Setelah sekian lama berusaha, akhirnya bola merah yang ternyata merupakan energi tersebut, masuk tepat di dantiannya.
Chen Li mulai menggeliat. Dia merasakan tubuhnya jauh lebih segar dan lebih ringan daripada sebelumnya. Kekuatan besar berhawa panas masih keluar dari tubuh kecil itu.
Shin Shui dan Maling Sakti kaget. Hanya dalam waktu kurang lebih tiga puluh menit, kekuatan Chen Li sudah jauh meningkat pesat. Sekarang bocah kecil yang berjuluk Pendekar Tanpa Perasaan itu, sudah mencapai tahapan Pendekar Surgawi tahap satu pertengahan.
Hasil semacam ini setara dengan latihan lima atau enam tahunan metode latihan pendekar pada umumnya. Sedangkan kalau memakai metode latihan Shin Shui, maka hasil seperti ini setidaknya akan didapat kalau sudah berlatih selama enam bulan.
"Pa-paman, apakah ini nyata? Benarkah kekuatan Li'er meningkat sejauh ini?" tanya Chen Li belum percaya sepenuhnya.
"Tentu saja, buat apa Paman berbohong kepadamu," jawab Kaisar Naga Merah sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
"Terimakasih Paman, terimakasih," kata Chen Li lalu bersujud memberikan hormat.
Saking senangnya, sampai-sampai Chen Li berlari keluar lalu melancarkan beberapa jurus untuk memastikan bahwa yang dia alami saat ini, benar-benar nyata.
"Kawan, mustika apa yang kau berikan kepada anakku? Aku rasanya kenal, tetapi lupa nama mustikanya," ucap Shin Shhi penasaran.
Kaisar Naga Merah menenggak arak sebelum membawa pertanyaan Shin Shui.
"Kau tenang saja. Tidak akan berbahaya bagi Li'er. Yang aku berikan tadi adalah mustika Siluman Naga Kepala Tiga," jawab Kaisar Naga Merah.
Shin Shui terperanjat. Terlebih lagi si Maling Sakti. Keduanya merupakan pendekar ternama, pengalaman mereka sudah banyak sekali. Tentu saja keduanya mengetahui benar apa itu mustika Siluman Naga Tiga Kepala.
Menurut informasi dari buku yang pernah Shin Shui baca, mustika Siluman Naga Tiga Kepala adalah salah satu dari sebagian jenis mustika langka.
Mustika tersebut hanya didapatkan kalau seseorang mencampur seratus buah mustika siluman. Selain terbilang susah, proses penyatuan mustika seratus siluman dari berbagai macam jenis itu juga sangatlah sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Setidaknya membutuhkan waktu seminggu untu proses penyatuan tersebut.
Dan hari ini, Chen Li mendapatkan mustika itu tanpa harus susah payah. Bahkan diberikan tanpa dia meminta.
Tentu bahwa hal tersebut merupakan keberuntungan bagi Chen Li.
"Kawan, terimakasih. Entah apa yang bisa aku berikan kepadamu untun membalas semua kebaikan ini. Padahal kau dapat menggunakannya untuk keperluan lain dari pada diserahkan kepada anaku secara cuma-cuma," kata Shin Shui masih merasa tidak enak.
"Sudah-sudah, cukup kau masih tetap mau menjadi sahabatku pun, itu sudah lebih dari cukup,"
"Tentu. Kita sahabat sampai mati," kata Shun Shui singkat.
Ucapannya sangat singkat. Tetapi kekuatan di dalamnya mampu untuk menghancurkan sebuah bukit.
__ADS_1