Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Penyerangan


__ADS_3

"Pendekar, tahan emosimu. Jadi bagaimana, kapan waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan ke Istana kekaisaran?" tanya Kaisar Naga Merah sambil mencoba untuk menenangkan Shin Shui.


"Besok. Besok malam kita akan menyerang Istana Kekaisaran. Aku tidak ingin memendam dendam ini lebih lama lagi," kata Shin Shui masih dalam keadaan marah.


"Baik, baik. Aku akan mengikuti saranmu. Besok malam kita akan menyerang ke Istana Kekaisaran. Sekarang aku pamit dulu untuk mengabarkan hal ini kepada semua pasukan," ucap Kaisar Naga Merah lalu segera pergi dari sana diikuti Naga Biru dan Naga Hijau.


Saat ini di sana hanyalah ada shin Shui dan Chen Li. Li kecil masih diam membisu karena ayahnya masih marah. Di saat amarah ayahnya sudah reda dan kembali lagi seperti semula, barulah Chen Li mencoba bicara dengannya.


"Ayah, apakah besok malam Li'er boleh ikut berperang?" tanya Chen Li dengan wajah minta belas kasihan.


"Hemm, kalau kau tidak ikut, memangnya siapa yang akan menjagamu di sini Li'er?"


"Jadi, Li'er boleh ikut berperang?"


"Tentu. Dengan syarat Li'er harus ada di dekat ayah," kata Shin Shui sambil mengelus kepala Chen Li.


"Yeayy …, baik ayah. Li'er akan menuruti nasihat ayah," ucap Chen Li kegirangan.


"Bagus kalau begitu. Sekarang kau berlatihlah, jangan lupa makan pil dan buah-buahan yang sudah ayah siapkan untukmu supaya kau cepat meningkatkan level pelatihan," kata Shin Shui kepada anaknya.


"Baik ayah, kalau begitu Li'er pergi dulu," kata Chen Li lalu segera pergi dari sana.


###


Di Istana Kekaisaran, para iblis dan siluman sedang berkumpul di ruangan utama. Mereka tidak ada yang berani bicara satu pun sebab Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk saat ini sedang marah besar.


"Dasar bodoh. Menghadapi satu manusia saja tidak bisa. Dia hanya seorang diri, sedangkan kalian berjumlah puluhan. Kenapa masih tidak sanggup juga membunuh satu orang manusia," Kaisar Iblis daritadi terus memaki-maki semua anak buahnya.


Dia tidak habis pikir kepada mereka, kenapa para anak buahnya tidak bisa membunuh Shin Shui.

__ADS_1


"Maaf Kaisar, bukan kami tidak bisa melaksanakan tugas dengan benar, tapi manusia itu memang benar-benar kuat. Mungkin hanya Anda lawan yang sebanding dengannya," kata seorang bawahan sambil memberikan hormat.


"Diam!!! Aku tidak menyuruhmu untuk bicara," bentak Kaisar kepada iblis yang barusan bicara.


Seketika iblis itu langsung terdiam. Jangankan untuk bicara, mengangkat wajah pun tidak berani sama sekali.


"Aku tidak mau tahu lagi. Dua hari lagi, kalian pimpin sejumlah pasukan untuk membunuh manusia itu," kata Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk memberikan perintah.


"Baik Kaisar. Hamba akan melakukan sesuai perintah," jawab seorang iblis.


"Bagus. Pergi dari hadapanku sekarang juga," katanya sambil memberikan isyarat menggunakan tangan.


Dia merasa tidak sabar mendengar kabar tentang kematian Shin Shui dua hari lagi. Padahal dia sendiri tidak tahu bahwa Shin Shui akan lebih dulu menyerangnya.


Para iblis dan siluman segera pergi dari ruangan tersebut. Sekarang di sana hanya ada Kaisar Iblis seorang.


"Manusia hina. Awas saja, kalau aku berhasil mendapatkanmu, tak akan aku biarkan mau hidup," kata Kaisar terus memaki-maki Shin Shui.


###


Puluhan ribu itu adalah pasukan bertempur yang siap mati tanpa penyesalan. Mereka akan mengadakan penyerbuan ke Istana Kekaisaran sebentar lagi.


Yang menjadi pimpinan dalam penyerangan ini adalah Kaisar Naga Merah sendiri. Di belakangnya ada Naga Biru, Naga Hijau, Shin Shui, dan juga Chen Li.


Mereka akan menyerbu dari satu arah dengan strategi busur panah. Sehingga dalam waktu singkat, bisa dipastikan pihaknya akam berhasil mengepung seluruh bagian Istana Kekaisaran.


Shin Shui sendiri akan melawan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk, awalnya Kaisar Naga Merah yang berniat untuk bertarung dengannya, akan tetapi Shin Shui tetap bersikukuh. Dia sudah bersumpah untuk membalaskan dendam Cun Fei dan phoenix biru, oleh karena itu apapun yang terjadi, dia harus membunuh Kaisar Iblis.


Waktu telah larut malam. Rembulan bersinar sebagian di atas sana. Bintang pun tidak nampak semuanya, hembusan angin dingin cukup untuk menenangkan. Suasana seperti ini harusnya dilalui dengan ketenangan, tapi tidak bagi Kaisar Naga Merah dan yang lainnya.

__ADS_1


Dalam suasana tenang seperti ini, justru mereka sudah mulai bergerak menuju ke Istana Kekaisaran untuk melakukan penyerbuan.


Suara langkah kaki mereka menggema ke seluruh penjuru. Teriakan penyemangat keluar dari mulut para siluman. Shin Shui dan Chen Li berjalan berdampingan.


'Aku harus mengeluarkan seluruh kemampuanku nanti. Aku tidak boleh mengecewakan ayah. Lihat saja nanti, aku akan memberikan pelajaran kepada para siluman jelek itu,' batin Chen Li sambil tangannya mengepal karena merasa gemas.


Tak berapa lama, puluhan ribu pasukan siluman itu telah tiba tak jauh dari gerbang utama Istana Kekaisaran. Para penjaga gerbang terkejut bukan kepalang saat melihat puluhan ribu siluman berjalan ke arah Istana.


Empat siluman penjaga gerbang berniat untuk melaporkan kejadian ini kepada atasan mereka, sayangnya hal itu tidak tercapai karena sebelum mereka bergerak lebih jauh, Naga Biru sudah melancarkan serangannya kepada empat penjaga gerbang tersebut.


Tangan kanannya dia hentakkan sehingga keluar sinar merah membentuk tiga cakar naga. Sinar itu datangnya sangat cepat, sehingga empat penjaga gerbang Istana Kekaisaran langsung tewas karena tidak sempat menghindar ataupun memberikan perlawanan.


Begitu pasukan Kaisar Naga Merah telah tiba di depan gerbang, dia langsung berteriak nyaring memberikan tanda untuk melakukan penyerangan.


"Semuanya, serang!! …" teriak Kaisar Naga Merah.


Satu kali komando, puluhan ribu pasukan sudah melesat dengan kecepatannya masing-masing menyerbu masuk ke Istana Kekaisaran.


Pihak Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk terkejut bukan kepalang. Mereka segera memanggil semua pasukan yang ada untuk menyambut penyerangan yang datang secara tiba-tiba ini.


Tiga pengawal pribadi Kaisar langsung memimpin sendiri semua pasukannya. Para iblis dan siluman melesat cepat menyambut serbuan tersebut.


Teriakan demi teriakan membahana meliputi jagat raya. Para iblis dan siluman sebagian sudah ada yang bertarung. Sinar-sinar terang mulai banyak melintas di udara.


Suara bergemuruh mulai terdengar. Angin yang lirih seketika lenyap entah ke mana. Ratusan ribu iblis dan siluman sudah bertarung di berbagai tempat. Teriakan kematian mulai terdengar menyayat hati.


Kaisar Naga Merah sudah bergerak menunjukkan taringnya. Kaisar itu mengeluarkan jurus-jurus hebat dari Kitab Kaisar Naga. Setiap jurusnya mampu menghancurkan dua gunung. Bisa dibayangkan betapa hebatnya jurus yang terkandung dalam kitab itu.


Tangannya sudah bergerak sedemikian rupa. Satu-persatu serangan dahsyat sudah dia lancarkan. Dalam sekejap mata, ribuan nyawa siluman dan iblis berhasil dia bunuh.

__ADS_1


Shin Shui yang sudah menahan amarah sejak kemarin, saat ini dia tidak dapat menahannya lagi. Satu kali bentakan keras, serangkum sinar merah melesat keluar dari tangannya menghantam ratusan prajurit musuh.


Sekali gebrak, ratusan nyawa melayang di tangan Pendekar Halilintar. Shin Shui benar-benar meluapkan amarahnya saat ini. Dia tidak peduli lagi keadaan di sekelilingnya, siapapun yang menyerangnya, wajib untuk mati!


__ADS_2