Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Empat Ahli


__ADS_3

"Senang atau tidak senang, itu urusanku. Bukan urusan kalian,"


"Aii, ternyata Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding sangat sombong. Hemm, menurut berita kau sangat ramah, tapi sekarang, justru malah sebaliknya," kata seorang yang lainnya.


"Apakah kalian sudah selesai bicara?" tanya Huang Taiji tidak menjawab perkataan mereka.


"Sudah,"


"Bagus. Sekarang, aku ingin bertanya kepada kalian,"


"Silahkan,"


"Siapa kalian sebenarnya? Rasanya, aku baru melihat. Apakah kalian tidak terkenal?" ejek Huang Taiji memancing emosi keempat lawannya.


Seketika berubah hebat wajah orang-orang itu. Amarahnya tiba-tiba berkobar hingga ke ujung kepala. Seumur hidupnya, baru kali ini mereka mengalami kejadian seperti ini.


Keempat orang itu justru sangat terkenal di negerinya. Nama mereka mampu menggetarkan tubuh orang yang mendengarnya. Siapapun dia, pasti akan berpikir puluhan kali jika ingin mencari masalah dengan empat orang itu.


"Apakah kau pernah mendengar tentang nama Empat Ahli? Kalau pernah, kami lah orang yang dimaksud. Aku adalah Ahli Racun, ini Ahli Pedang, yang ini Ahli Pukul. Sedangkan ini, adalah Ahli Tendangan," kata si Ahli Racun mewakili yang lainnya.


Dalam hatinya, Huang Taiji sedikit tersentak juga. Pantas saja beberapa hari yang lalu Huan Ni Mo sampai dibuat hampir tewas meregang nyawa. Ternyata lawan yang dihadapinya memang bukan lawan sembarangan.


Walaupun baru bertemu sekali ini, tetapi Huang Taiji tahu dan pernah mendengar tentang kebesaran nama Empat Ahli. Menurut pandangan matanya, dia sendiri tidak akan mampu meraih kemenangan jika tidak mengeluarkan kekuatan Dewa-nya. Karena Empat Ahli bukanlah lawan enteng, sebelumnya sudah diceritakan tentang kehebatan empat orang ini.


Untungnya Chen Li dan Huan Ni Mo saat ini sedang dalam keadaan pingsan. Sehingga dia bisa lebih leluasa menggunakan kekuatan Dewa miliknya.


"Oh, ternyata kalian. Hemm, tak disangka aku bakal bertemu Empat Ahli di tempat ini," ujar Huang Taiji tersenyum hangat.


"Hahaha, kenapa sekarang kau jadi hangat seperti ini? Apakah nyalimu ciut setelah mengetahui siapa kami sebenarnya?" tanya si Ahli Pedang.


"Tidak, aku merasa sangat senang karena bisa berjumpa dengan kalian. Sudah lama sekali aku mendengar kabar tentang kebesaran nama Empat Ahli,"


Keempat orang itu tertawa lantang secara bergiliran. Mereka merasa bangga sekali jika semua orang tahu kepadanya.


"Hahaha, aku jadi tersanjung. Memangnya kalau sudah bertemu, apa yang akan kau lakuka?" tanya si Ahli Pukul kepada Huang Taiji.


"Apalagi? Tentu saja membunuh kalian,"


Nada suaranya berubah menjadi datar. Ekspresinya juga berubah menjadi dingin. Kebencian tergambar jelas di wajah yang sudah mulai menua itu.

__ADS_1


Belum pernah Huang Taiji terlihat seperti ini sebelumnya. Baru sekarang dia berlaku demikian. Dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri, siapapun yang mengganggu Chen Li, orang itu pantas untuk mati.


"Hahaha, memangnya kau mampu membunuh kami? Hemm, rasanya mustahil,"


"Jika ada orang lain memang mustahil. Tapi berhubung tidak ada lagi siapa-siapa di sini, maka kemustahilan itu akan menjadi nyata,"


"Oh, benarkah?"


"Tentu saja. Kita akan mencobanya sekarang juga,"


"Baik. Bersiaplah untuk menelan ludahmu sendiri," teriak si Ahli Pedang.


Empat Ahli mulai menyiapkan keahliannya masing-masing. Mereka mengambil posisi kuda-kuda yang kokoh seperti gunung.


Huang Taiji berdiri dengan tenang. Pedang Tombak Surga Neraka digenggam semakin erat di tangan kanannya. Dia sudah bertekad untuk mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya.


Wushh!!!


Empat Ahli bergerak secara bersamaan. Mereka membagi posisi di empat penjuru. Si Ahli Pedang menyerang pertama, disusul kemudian si Ahli Racun, dia mengayunkan tangannya sehingga mengeluarkan uap berwarna kuning pekat. Disusul lagi oleh si Ahli Pukul. Kepalan tangannya mirip seperti palu godam seberat ratusan kilo.


Yang paling terkahir menyerang adalah si Ahli Tendangan, kaki kananya diayunkan dengan kekuatan tinggi. Andai gunung ada di depannya, mungkin gunung tersebut akan bergetar karena tidak kuasa menahan hebatnya tendangan orang itu.


Satu persatu serangan lawan mulai tiba. Huang Taiji menyalurkan kekuatan istimewa ketika ke seluruh tubuhnya. Pedang Tombak Surga Neraka mengeluarkan aura panas dan dingin. Warna senjatanya juga berubah menjadi merah dan biru.


Tubuhnya sendiri diselimuti oleh aura putih yang membawa kekuatan mengerikan. Rambutnya berkibar tertiup angin.


Wushh!!!


Dia bergerak sangat cepat, tepat sebelum keempat serangan lawan tiba di hadapannya. Pedang Tombak Surga Neraka melancarkan dua tebasan maut. Sambaran anginnya mampu merobohkan bukit bebatuan.


Tangan kirinya melancarkan pukulan dahsyat. Tendangan kaki kanannya memberikan sapuan yang mengguncangkan keadaan.


Tiga serangan yang membawa maut itu dia lancarkan hampir berbarengan.


Blarrr!!! Blarrr!!!


Suara dentuman yang keras terdengar. Seisi hutan dibuat bergetar karena beradunya empat jurus dahsyat. Siapapun yang melihat kejadian ini, mereka pasti tidak akan percaya ada orang seperti Huang Taiji.


Orang itu benar-benar nekad. Dia sudah tidak lagi memperhitungkan efek dari semuanya. Alasannya karena dia percaya kepada kekuatannya sendiri.

__ADS_1


Empat Ahli terpundur tiga langkah ke belakang, mereka berempat sedikit terhuyung karena merasa seluruh tubuhnya bergetar. Sedangkan Huang Taiji hanya terpundur dua langkah. Posisinya masih sama seperti semula. Dia benar-benar kokoh bagaikan batu karang.


Wushh!!!


Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding tidak menunggu lebih lama lagi. Jurus dahsyat miliknya sudah dikeluarkan bersamaan dengan amarah yang semakin memuncak.


"Menggores Langit Menghancurkan Bumi …"


Sebuah kekuatan mengerikan menerjang Empat Ahli. Mereka baru melihat ada jurus dengan kekuatan seaneh ini. Rasanya, waktu seolah berhenti berputar.


Gelegar!!!


Suara seperti meteor jatuh ke bumi terdengar menyeramkan. Tempat sekitar langsung porak-poranda. Jika dengan kekuatan biasa saja jurusnya sudah mengerikan, apalagi jika sekarang menggunakan kekuatan istimewa miliknya?


Empat Ahli kelabakan. Mereka sadar bahwa lawannya saat ini mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena itulah, orang-orang itu tidak mau menambah resiko. Mereka langsung mengeluarkan kekuatannya hingga ke titik tertinggi.


Wushh!!!


"Berlari Mencecar Bayangan …"


Si Ahli Pedang mengeluarkan jurus pamungkas miliknya. Dia berlari sambil melancarkan ratusan tebasan pedang horizontal. Kekuatan yang terkandung di dalamnya jangan ditanyakan lagi. Hebatnya bukan main.


"Racun Pembawa Maut …"


Si Ahli Racun juga sama. Dua tangannya diayunkan ke depan. Segulung uap berwarna hitam pekat langsung menyelimuti bumi. Seolah dunia telah benar-benar diselimuti oleh aura mengerikan itu. Bau busuk menusuk hidung sehingga membuat nafas menjadi sesak.


"Pukulan Terakhir …"


Gelegar!!!


Ledakan dahsyat terdengar akibat besarnya tenaga yang keluar dari kepalan tangan si Ahli Pukul. Dia menerjang paling cepat di antara yang lainnya. Gerakannya sangat cepat dan mengerikan.


"Tendangan Berputar Menciptakan Pusaran Angin …"


Si Ahli Tendangan berputar sangat cepat. Kaki kanannya menciptakan pusaran angin yang mampu menghisap segala macam yang ada di dekatnya.


Empat jurus dahsyat kembali mengancam Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding. Kalau orang lain, mustahil dia bisa selamat dari empat jurus mengerikan ini.


"Pedang Tombak Meruntuhkan Nirwana …"

__ADS_1


__ADS_2