
Shin Shui pun berniat untuk segera beranjak pergi, akan tetapi sebelum dia melangkah, sebuah gelombang berwarna hitam pekat melesat ke Shin Shui tanpa diduga sebelumnya.
Kecepatan gelombang itu sukar untuk dilukiskan. Yang jelas, energi yang terkandung di dalamnya hampir dua kali lipat jurus Telapak Tangan Dewa Halilintar yang dia keluarkan tadi.
Begitu terasa ada bahaya, Pendekar Halilintar membalikan tubuhnya. Dengan gerakan cepat, dia turut mengeluarkan kekuatan yang setara dengan gelombang energi tersebut.
Ledakan keras tak bisa terhalang lagi. Bahkan saking kuatnya ledakan tersebut, Shin Shui sampai terpental sejauh lima langkah. Walaupun dia masih bisa menyeimbangkan tubuh, tetap saja Pendekar Halilintar merasa terkejut.
Di saat keterkejutan itulah sesuatu yang lebih aneh terjadi lagi.
Di langit, tiba-tiba menjadi kelabu. Awan hitam menggulung membentuk sebuah sosok yang menyeramkan. Matanya tiga sangat besar. Setiap mata, mempunyai bola mata semerah darah. Di belakangnya ada gambar tanduk. Dua taring terpajang di mulutnya.
Sesosok iblis!
Shin Shui kaget. Dia tertegun untuk beberapa saat lamanya. Di lihat dari ciri-cirinya, tak lain dan tak bukan sosok itu adalah Kaisar Mata Tiga Tanduk Tiga.
Kaisar iblis!
Mau tidak mau dia merasa ngeri juga melihat sosok seram tersebut. Shin Shui tidak menyangka bahwa iblis itu mempunyai kekuatan semengerikan ini. Pantas saja Kaisar Naga Merah tidak sanggup melawannya, pikir Shin Shui.
"Manusia yang pemberani. Tidak disangka kau nekad melakukan perbuatan di negeriku," kata sosok tersebut.
Suaranya menggelegar bagaikan guntur. Saat bicara, angin besar menerpa Shin Shui.
"Kalau kau memang punya nyali, keluar saja sekarang dan hadapi aku," ucap Shin Shui tidak mau kalah.
"Hahaha … kau tidak pantas bertarung denganku. Kalau kau mampu mengalahkan anak buahku, baru aku akan turun tangan mencabut nyawamu. Jika kau tidak mampu menghadapi mereka, rasanya aku tidak perlu turun tangan mengurus manusia rendahan sepertimu," kata sosok iblis itu masih dengan suara yang menyeramkan.
Di siai lain, Kaisar Naga Merah pun merasa ketakutan. Tubuhnya gemetaran saat melihat wajah musuhnya ada di langit. Di antara mereka, hanya Chen Li saja yang terlihat tenang-tenang saja. Seolah bocah tersebut tidak merasakan tekanan dahsyat saat ini.
Bahkan dengan santainya Li kecil memandang iblis itu. Tanpa ada rasa takut sedikitpun. Dia bertanya-tanya kepada Kaisar Naga Merah tentang siapa sosok di langit tersebut.
Kaisar Naga Merah menjawab semua pertanyaan Chen Li sehingga bocah itu paham. Awalnya Kaisar tidak merasa aneh, tetapi setelah dia menyadari bahwa mata Chen Li diikat sebuah kain sutera putih, baru dia merasa ada sesuatu yang ganjil.
__ADS_1
'Saudara kecil ini katanya diikat. Kenapa dia bisa melihat? Aneh …' batin Kaisar Naga Merah keheranan.
Karena tidak tahan dengan rasa penasarannya, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Saudara kecil, kenapa kau bisa melihat semuanya? Bukankah matamu di tutupi oleh kain itu?" tanyanya.
Chen Li hanya tersenyum. Kemudian dia membuka kain penutup tersebut.
"Kaisar benar, mataku memang tidak bisa terbuka. Tapi aku bisa melihat semuanya dengan mengandalkan hati dan perasaan," jawab Chen Li sambil tersenyum.
Kaisar Naya Merah hanya tersenyum seraya mengangguk. Walaupun dia tidak mengerti, tapi dirinya tidak mau bertanya lebih jauh lagi.
Di tempat Shin Shui, percakapan terus terjadi. Pendekar Halilintar mulai emosi karena dia terus di hina. Maka tanpa banyak bicara, Shin Shui menghentakkan kedua tangannya ke langit sehingga mengeluarkan sebuah sinar biru berkekuatan sangat dahsyat.
"Blarrr …"
Sinar biru itu dengan telak menghantam wajah sosok tersebut. Tidak ada jeritan kesakitan, hanya saja ada sebuah ancaman yang terdengar.
"Sebelum kau mencincang, aku akan lebih dulu memenggal kepalamu iblis jelek," kata Shin Shui melampiaskan kekesalannya.
Dia segera pergi untuk menghampiri Kaisar Naga Merah dan anaknya. Setelah itu, mereka pun segera pergi dari sana dam kembali ke kerajaan darurat.
Di dalam Istana Kekaisaran, Kaisar Iblis Tiga Mata Tiga Tanduk saat ini sedang marah besar. Kejadian barusan membuat amarahnya naik ke permukaan.
Dia sangat penasara kepada manusia yang tak lain adalah Shin Shui. Menurutnya, baru kali ini di Negeri Siluman ada seorang manusia. Apalagi manusia itu berani membuat kekacauan di depan gerbang Istananya.
"Apakah kalian tahu siapa manusia tadi?" tanya Kaisar Iblis kepada bawahannya yang ada di sana.
"Hamba tidak tahu Kaisar. Seingat hamba, baru kali ini ada manusia di Negeri Siluman," jawab seorang iblis.
"Itulah yang aku bingungkan. Hemm … siapa dia …" Kaisar Iblis menerka-nerka siapa manusia itu.
"Kalian selidiki siapa manusia tadi. Jika bertemu dengannya langsung tangkap atau bunuh saja. Tidak peduli seberapa kuat dirinya, kalian harus bisa menjalankan tugas ini," ucap Kaisar Iblis memberikan perintah dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Perintah Kaisar akan segera kami lakukan," kata seorang iblis lalu pergi bersama rekan-rekannya.
Setelah memberi perintah, Kaisar Iblis Tiga Mata Tiga Tanduk lalu bangkit dari kursi singgasana. Benaknya masih diliputi berbagai macam pertanyaan yang jawabannya belum bisa ditemukan.
Shin Shui dan yang lainnya sudah sampai di kediaman sementara Kaisar. Mereka sedang duduk bersama para siluman naga yang lainnya.
"Kaisar, apa sosok iblis di langit tadi benar dia adalah Kaisar Iblis Mata Tiga Tanduk Tiga?" tanya Shin Shui belum percaya sepenuhnya.
"Dari bentuk wajah dan suaranya, dia memang Kaisar Iblis," jawabnya.
"Hemm, tidak kusangka dia memiliki kekuatan dahsyat,"
"Pendekar, apakah ada masalah?" tanya Kaisar Naga Merah agak cemas.
"Tidak ada. Kau tenang saja, aku masih sanggup menghadapinya," jawab Shin Shui yang melihat kecemasan di wajah Kaisar Naga Merah.
"Syukurlah. Aku hanya takut dia tidak terkalahkan. Kalau itu terjadi, artinya tidak akan ada kedamaian lagi di Negeri Siluman,"
"Kau tenang saja. Aku menjamin bahwa kau bisa merebut kembali kursi singgasana. Tinggal menyiapkan saja persiapan sebaik-baiknya," jawab Shin Shui.
"Baiklah, aku percaya kepadamu," kata Kaisar Naga Merah memaksakan dirinya untuk tersenyum.
Shin Shui tahu bahwa senyuman itu hanya dibuat-buat, tetapi karena dia tidak mau memperpanjang, maka dirinya lebih baik diam.
"Kita harus hati-hati. Sebab mereka pasti akan segera bergerak mencariku. Aku sendiri tidak takut, hanya saja aku khawatir akan bangsa siluman yang tidak bersalah,"
"Pendekar tenang saja. Aku sudah mengantisipasi semuanya," jawab Kaisar Naga Merah.
"Baguslah. Kalau begitu, aku mau keluar dulu. Li'er harus terus berlatih supaya bisa membantu kita," ucap Shin Shui.
"Silahkan pendekar," katanya.
Shin Shui mengangguk, kemudian dia mengajak Chen Li untuk berlatih lagi. Anaknya memang harus selalu ia bimbing supaya bisa cepat naik ke level tingkatan berikutnya. Dengan sumber daya dan keahlian yang Shin Shui miliki, bukan masalah besar baginya untuk membuat Chen Li menjadi seorang pendekar hebat.
__ADS_1