
Dewi Iblis menerjang Shin Shui dengan jurus Bunga Mawar Berduri Hitam, hujan jarum beracun yang menebarkan wangi bunga mawar tercium dengan sangat jelas.
Jurus ini bukanlah sebuah jurus biasa. Tapi merupakan jurus yang sangat berbahaya. Sebab selain ancaman ribuan hujan jarum yang sangat ganas, bau wangi yang tercipta pun mampu membuat kepala berkunang-kunang.
Sehingga kalau lawan yang memiliki ilmu silat rendah, tentu sudah bisa tewas ketika mencium bau dan terkena satu jarumnya saja.
Tetapi lain ceritanya dengan Shin Shui. Dia mampu menahan jurus tersebut dengan kekuatanya yang maha dahsyat. Dengan Pedang Halilintar di tangan kanan, apapun bisa dia luluhlantahkan. Jangankan ribuan jarum, walau dua bukit terbang melayang pun, dia sanggup untuk membelahnya.
Benturan satu pedang sakti dengan ribuan jarum beracun terus terdengar memberikan rasa yang menakuktkan. Shin Shui bergerak menahan semua jarum tersebut.
Dengan jurus Tarian Ekor Naga Halilintar, dia mampu melontarkan bahkan merontokkan serbuan senjata berbahaya tersebut. Pertarungan keduanya semakin lama semakin menegangkan.
Gempuran Shin Shui tentu tidak kalah dahsyatnya. Jurus pedang yang jarang ada tandingan mulai dia lancarkan dengan ganas. Halilintar menyambar bumi mengiringi pertarungan dahsyatnya.
Tubuhnya melesat terus tanpa henti dan menari di bawah hujan serangan. Tubuhnya meliuk mengikuti gerakan pedang seperti ekor naga yang mengamuk mengibaskan apa saja.
Di sisi lain, pertarungan para tetua pun tidak kalah hebatnya. Terlebih lagi tokoh utama tiga murid Yashou dan Yuan Shi si Raja Seribu Pedang.
Yiu Jiefang, satu-satunya tetua wanita yang ada di Sekte Bukit Halilintar. Dia membuktikan dirinya yang merupakan wanita gagah perkasa.
Dengan pedang pusakanya, dia pun mulai menunjukkan taring. Saat itu dia sedang melawan dua tetua yang kekuatannya mencapai Pendekar Dewa tahap tiga akhir. Sedangkan dia sendiri merupakan Pendekar Dewa tahap enam akhir.
Walaupun kekuatan mereka berada di bawahnya, tetapi jika mereka maju secara bersamaan, maka hasilnya tentu berbeda.
Tapi Yiu Jiefang tidak merasa takut sama sekali. Dengan jurus Pedang Halilintar Terbang di Awan, dia memulai untuk menggempur dua lawannya.
__ADS_1
Dua tetua tersebut tentu tidak mau kalah. Jurus dahsyat yang mereka miliki pun sudah keluar dari awal pertarungan. Satu orang memakai golok panjang sebagai senjatanya, sedangkan satu lagi memakai dua pedang pendek.
Pertarungan ketiga tetua ini berjalan semakin menegangkan saat Yiu Jiefang mengeluarkan jurusnya yang lebih hebat lagi. Dia menari di bawah gempuran dua senjata lawan. Tubuhnya berkelebat memberikan serangan berbahaya.
Pedang di tangannya berputar cepat bagaikan gasing. Setiap putarannya menimbulkan hawa panas. Pusaran angin tercipta dari putaran pedang tersebut.
Jurus Badai Menggempur Gunung. Sebuah jurus pedang yang sangat berbahaya sekali karena penuh dengan ancaman maut.
Walaupun Yiu Jiefang tampak menguasai pertarungan, tetapi itu hanyalah berjalan sekejap mata. Karena detik selanjutnya dua tetua tersebut sudah berhasil kembali meraih keadaannya.
Pertarungan tetua wanita itu semakin hebat dan dahsyat. Apalagi diselingi dengan jurus-jurus maut dari kedua belah pihak.
Lin Zong He, salah satu murid dari Yashou juga menunjukkan kekuatannya yang dahsyat. Sama seperti halnya Yiu Jiefang, dia pun melawan dua tetua sekaligus.
Pertarungannya berjalan seru karena dia tidak memakai senjata apapun. Tetapi walaupun begitu, jangan berharap untuk bisa melukainya. Bahkan tubuhnya lebih keras daripada batu hitam.
Jurus tangan kosongnya terkenal sangat dahsyat. Bahkan gunung pun bisa dia retakkan. Sepak terjangnya membuat siapapun jeri.
Dia bertarung bagaikan seekor harimau yang sedang marah besar. Setiap kali tubuhnya bergerak, maka dua tetua yang menjadi lawannya akan merasa terancam.
Saat ini Lin Zong He sedang bertarung menggunakan jurus Pukulan Api Meratakan Bumi. Seperti juga namanya, jurusnya mengandung hawa panas yang teramat sangat. Bahkan hasil angin yang dihasilkannya mampu membakar dedaunan kering.
Ketiga tetua tersebut bertarung dengan sangat serius. Sebab pertarungan ini akan menjadi penentuan. Siapa yang menang, maka dia yang hidup. Dan siapa yang kalah, tentu dia akan tewas.
Sementara itu Lu Xiang Chuan, dia bertarung di sisi Lin Zong He. Jurusnya tidak kalah hebat dan menggetarkan. Dengan tongkat hitam yang merupakan baja murni, dia berusaha mendesak kedua lawannya dengan jurus Tongkat Badai Pemabuk.
__ADS_1
Tongkatnya menyapu ke segala arah. Setiap sapuannya mampu menerbangkan pepohonan sekitar. Gerakannya sangat gesit dan berbahaya sekali. Dua tetua yang menjadi lawannya terlihat sedikit terdesak.
Tapi keadaan tersebut segera berubah ketika mereka mengeluarkan jurus yang tak kalah hebatnya. Dengan senjata pusaka tingkat tinggi, dua lawan berusaha mengirimkan gempuran serangan mematikan.
Pedang dan tombak mereka menusuk dan menyabet dengan kekuatan yang dahsyat. Setiap tusukan tombak dan sabetan pedang, mengandung sebuah jurus yang memiliki kekuatan mengerikan.
Pertarungan ketiganya berjalan menegangkan. Apalagi karena Lu Xiang Chuan tidak mau kalah. Tongkat baja hitam yang panjang itu terus menyapu dua serangan lawan.
Hantaman dan sapuan tongkat dia lancarkan sekuat mungkin. Dengan kekuatannya yang merupakan Pendekar Dewa tahap enam pertengahan, tentu saja jurus yang keluar pun sangat mengerikan.
Bebatuan terbang dibuatnya. Bajunya berkibar terkena imbas angin serangan. Dua tetua yang menjadi lawan mulai keteteran. Tetapi mereka tetap berusaha untuk bertahan sebisa mungkin. Bahkan tidak jarang keduanya balas memberikan serangan yang tidak kalah menggiriskan.
Di sisi lain, pertarungan yang paling menegangkan kedua setelah Shin Shui adalah pertarungan Yuan Shi, Kepala Tetua Sekte Pedang Emas melawan tiga tetua sekaligus. Dengan kekuatannya yang sudah mencapai tingkatan Pendekar Dewa tahap tujuh pertengahan, maka dia sanggup mengimbangi tiga tetua sekaligus.
Perlu diketahui, bahwa Yuan Shi masuk dalam jajaran pendekar terkuat di Kekaisaran Wei saat ini. Posisinya berada di sepuluh besar. Dengan urutan pertama tentunya di sandang oleh Shin Shui.
Di usianya yang sudah melebihi setengah abad, orang tua itu bertarung dengan sangat ganas. Walaupun dia terkenal dengan sifat sabarnya, tapi kalau sudah bertarung, maka sifat sabar itu akan segera terganti menjadi sifat kejam dan ganas.
Pedang Emas Pembelah Samudera yang merupakan pedang andalannya sudah dia genggam. Dengan pedang itu, dia sama seperti Shin Shui. Yaitu jadi mempunyai rasa percaya diri yang sangat tinggi.
Jubah emasnya berkibar megah di malam yang gelap. Tubuhnya terkurung di dalam tiga serangan senjata pusaka lawan. Tapi meskipun begitu, orang tua tersebut sama sekali tidak gentar.
Bahkan semakin lama bertarung, maka semakin bangkit juga semangatnya.
Jurus Pedang Emas Mengitari Bukit sudah digelar. Jurus ini merupakan salah satu jurus yang dia andalkan. Tubuhnya berputar dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Pedang emasnya berputar memberikan berbagai macam serangan. Sasaran utamanya kalau tidak leher sudah tentu ulu hati.
Dari sini saja dapat dibayangkan bagaimana mengerikannya sepak terjang orang tua tersebut.