
Hanya satu kedipan mata saja, Shin Shui sudah tiba di depan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk. Gerakan itu berlangsung sebentar saja, kalau tidak menyaksikan langsung, dia sendiri mungkin tidak percaya akan bertemu dengan seorang manusia yang memiliki kecepatan seperti Shin Shui.
Tentu saja, di Kekaisaran Wei, saat ini sudah tidak ada lagi yang mampu mengimbangi kecepatannya. Julukan Pendekar Halilintar rasanya memang pas disematkan kepadanya.
Kecepatan serangan dan ilmu meringankan tubuhnya, jubahnya, semua jurus dan pakaiannya, meliputi energi agung halilintar. Tidak ada lagi yang cocok dengan julukan Pendekar Halilintar kecuali Shin Shui.
Dalam rasa terkejutnya, Kaisar Iblis itu mencoba menghindar dari serangan Shin Shui. Tubuhnya melesat ke samping kiri dengan sangat cepat. Tetapi walaupun cepat, tidak bisa disejajarkan dengan kecepatan Shin Shui.
Serangan kembali datang. Sinar biru yang terang datang dari arah kanan ke samping kiri. Kaisar Iblis tahu bahwa ini merupakan serangan berbahaya. Namun dia tidak menghindar sama sekali.
Dia memang sengaja ingin tahu sampai di mana kekuatan lawan. Lengan kirinya dia angkat untuk menahan serangan tersebut.
Betapa kagetnya Kaisar itu ketika tubuhnya tersentak mundur ke belakang sejauh tiga langkah. Bahkan lengan kiri yang menahan serangan itu pun terasa bergetar.
Seumur hidup, baru kali ini Kaisar Iblis langsung terpundur oleh lawan hanya dalam satu kali serangan.
Padahal dia sudah mengeluarkan kekuatan hingga sepertiganya. Tetapi itu semua sama sekali tidak cukup untuk menyamai Shin Shui.
Karena alasan itu, dia menambah lagi kekuatannya. Jubah hitam legamnya menebarkan kekuatan dahsyat. Jubah itu terlihat mengkilap.
Kaisar Iblis mengibaskan jubahnya ke arah Shin Shui. Sinar hitam sebesar pintu melesat menyambar Pendekar Halilintar. Namun dengan mudahnya dia mampu menghindari serangan tersebut.
Hanya satu kali melompat, sinar hitam tersebut luput. Serangan itu lewat di bawah telapak kakinya. Dalam keadaan masih di udara, Shin Shui memberikan serangan balasan.
Tubuhnya meluncur seperti anak panah. Pedang Halilintar sudah tergenggam erat di tangannya. Untuk sekarang, kalau dia sampai mengeluarkan pedang pusaka tersebut, berarti lawannya bukanlah lawan sembarangan.
Pedang legenda itu memberikan serangan berupa tusukan ke berbagai titik. Satu kali bergerak, tiga jurus sudah keluar. Pedang Halilintar bergetar menahan tenaga yang amat dahsyat.
Kaisar Iblis tidak mau sembarangan, senjata berupa tongkat bergagang tengkorak iblis dia keluarkan dalam sekali kibasan tangan. Senjata tersebut keluar dari ruang hampa.
__ADS_1
"Trangg …"
Benturan pusaka tingkat tinggi terjadi. Butiran bunga api melambung tinggi ke udara bersamaan dengan keluarnya gelombang kejut yang dahsyat.
Keduanya tersentak. Shin Shui terdorong mundur tiga langkah. Sedangkan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk terdorong mundur sejauh lima langkah. Dalam hal ini pun Shin Shui sudah bisa membaca bahwa lawannya saat ini memang mempunyai kekuatan yang tidak rendah.
Pemikiran Shin Shui ini sama dengan Kaisar Iblis. Tak banyak bicara lagi, keduanya mengeluarkan kekuatan lebih besar lagi
Pasukan yang bertarung di tempat sekitar mereka langsung menjauh. Pasukan itu tidak mau mengambil resiko tinggi.
Detik selanjutnya, Shin Shui sudah menyerang lagi. Gelombang berwarna biru keluar menerjang musuh bagaikan tsunami melanda bumi. Kaisar Iblis tersentak kaget, kekuatan yang terkandung dalam serangan itu tidak bisa dipandang remeh.
Maka dengan jurus yang seimbang, dia mencoba untuk menahan serangan tersebut. Namun karena hal itu, ratusan prajuritnya menjadi korban lagi karena mereka tidak menyangka gelombang kejutnya saja mampu menewaskan prajurit.
Setelah jurus barusan tidak juga membuahkan hasil, pada akhirnya mereka bertarung dalam jarak dekat. Pedang Halilintar berkilat menebarkan hawa membunuh.
Saat Pedang Halilintar keluar, pedang pusaka itu tidak akan kembali di sarungkan sebelum memakan korban jiwa.
Keduanya kini mulai bertarung dengan jarak dekat. Pedang Halilintar bergerak menyabet dan menusuk lawan. Tongkat iblis menyapu semua gempuran serangan yang diberikan oleh Shin Shui.
Gerakan Shin Shui sangat cepat sekali. Beberapa kali Kaisar Iblis hampir meregang nyawa. Untungnya dia juga memiliki kemampuan yang sulit di ukur.
Maka oleh sebab itu, Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk menahan semua serangan yang dilancarkan Shin Shui sekuat mungkin.
Benturan senjata pusaka tingkat tinggi terus terjadi. Karena benturan dua senjata itu, bumi bergetar hebat. Gunung pun terasa bergetar dibuatnya.
Agaknya kali ini Shin Shui harus lebih berhati-hati sebab musuhnya merupakan iblis. Walaupun kekuatanya masih satu atau dua tingkat di bawah dia sendiri, tetapi tetap saja Kaisar Iblis itu masih banyak simpanan ilmu rahasianya.
Kali ini Kaisar Iblis memilih untuk menyerang lebih dulu. Tongkatnya dia ayunkan sekencang mungkin. Ayunannya menerbangkan mayat pasukan iblis sampai menerjang Shin Shui.
__ADS_1
Selain itu, ada tenaga dalam besar yang menyambar Pendekar Halilintar. Namun Shin Shui tidak diam saja, dia menangkis serangan tersebut. Begitu selesai, dia kembali menerjang ke depan.
Di sisi lain, saat ini Chen Li juga masih saja bertarung. Bocah itu walaupun bertarung melawan pasukan musuh tingkat rendah, tapi sangat membantu. Sebab entah berapa banyak iblis dan siluman yang berhasil dia bunuh.
Andai kata dia mulai kehabisan tenaga, maka Chen Li akan berhenti dulu untuk memakan pil yang sudah diberikan ayahnya.
Pil Pemulih Tenaga.
Seperti namanya, pil tersebut memang untuk memulihkan tenaga dalam. Asal masih bisa menelannya, orang itu pasti akan kembali memiliki tenaga dalam waktu singkat. Tetapi memang, pil ini terbilang mahal. Namun itu semua bukan masalah bagi orang seperti Shin Shui.
Asalkan sumber daya itu cocok dengannya, berapapun harganya, maka dia akan bayar.
Saat ini tak kurang dari tiga puluh pasukan iblis dan siluman sedang mengurung Chen Li. Di lihat dari kekuatan mereka, sepertinya paling tinggi merupakan Pendekar Bumi tahap enam. Sedangkan paling rendah Pendekar Bumi tahap tiga.
Chen Li sedikit gentar saat melihat mereka. Sebab ini bukanlah sesuatu yang mudah baginya. Tetapi bukan Chen Li namanya jika dia akan menyerah.
Dengan tekad penuh, dia berdiri tegak di tengah-tengah kurungan para iblis dan siluman tersebut.
"Kalian mau membunuhku?"
"Hemm …" hanya itu saja jawaban mereka. Tak ada yang lain. Mungkin mereka sudah tidak mau bicara dengan Chen Li.
"Baiklah. Kalau begitu … kita mulai," katanya dengan nada dingin.
"Memukul Batu Mengangkat Air Sungai …"
Chen Li berteriak mengeluarkan jurus kedua dari Kitab Seruling Pencabut Nyawa. Begitu teriakannya selesai, tubuhnya sudah bergerak mengirimkan berbagi macam serangan.
Seruling di tangannya bergerak dari bawah ke atas dengan kecepatan tinggi. Satu kali gebrakan, lima iblis dengan tingkatan paling rendah tewas olehnya.
__ADS_1
Tetapi itu hanyalah awal. Awal dari sebuah pertarungan yang menegangkan bagi Chen Li. Karena detik berikutnya, puluhan iblis dan siluman itu sudah menyerang secara bersamaan.