
Baik Shin Shui dan Chen Li sama-sama kaget. Seketika Chen Li menghentikan permainan serulingnya, dia melirik kepada ayahnya seraya berkata, "Ayah, kau dengar suara itu?" tanya Chen Li.
"Dengar. Biarkan saja mereka lepas. Kita lihat siapa yang bicara barusan itu," ucap Shin Shui sambil melirik ke dalam goa.
Chen Li mengangguk. Dia menyimpan kembali seruling gioknya. Kemudian dia segera berjalan mendekati Shin Shui lalu mengikuti pandangan mata ayahnya, yaitu ke goa tempat munculnya empat siluman tersebut.
Tak lama, terlihat dari dalam goa tersebut keluar seorang pemuda tampan memakai pakaian hijau. Tubuhnya tinggi tegap. Hanya saja ada sedikit keanehan, yaitu seluruh tubuhnya ditumbuhi sisik. Mirip seperti sisik naga.
Pemuda itu terus berjalan menghampiri Shin Shui dan Chen Li. Dia berhenti saat jaraknya sudah sekitar tujuh langkah.
"Maaf, apakah tuan bernama Shun Shui?" tanya pemuda itu kepada Shin Shui.
"Benar, itu namaku. Kalau aku boleh tahu, kau siapa?" tanya balik Shin Shui.
"Hamba seorang utusan Kaisar Naga Merah. Beliau sudah menanti tuan," kata pemuda tersebut yang ternyata seorang utusan.
"Baiklah, mari antarkan aku ke sana," ucap Shin Shui.
"Silahkan tuan ikuti hamba," kata si pemuda lalu berjalan kembali memasuki goa.
Shin Shui dan Chen Li lalu mengikuti pemuda dari belakangnya. Awalnya ayah dan anak itu mengira bahwa goa tadi hanyalah goa biasa dan berukuran kecil saja. Akan tetapi begitu dia masuk, keduanya terperangah.
Sebab semakin masuk ke dalam, goa tersebut semakin lebar. Bahkan jalannya pun berkelok-kelok. Semakin dalam, Shun Shui dan Chen Li semakin dibuat kagum. Sebab di kanan kiri goa terdapat batu-batu permata yang indah dan berwarna-warni. Bahkan semua batu itu memancarkan cahaya.
Setelah sekian lama berjalan, akhirnya mereka tiba di sebuah lapangan luas. Ternyata goa tadi berupa jalan pintas menuju suatu tempat. Tempat yang cukup gersang. Mungkin lebih pantas kalau disebut gurun.
Akan tetapi di gurun tersebut, berdiri beberapa tenda darurat yang cukup besar. Tenda itu kira-kira berjumlah seratusan. Dari seratusan tenda itu, ada lagi satu tenda yang paling besar. Shin Shui dan Chen Li di bawa ke tenda paling besar oleh pemuda tadi setelah sebelumnya berjalan melewati tenda-tenda kecil.
Di sepanjang jalan, dia melihat berbagai macam siluman yang hidup berkelompok. Tapi di sini lebih dominan siluman ras naga. Di mana seperti diberitakan di kisah sebelumnya bahwa siluman ras naga bisa berubah wujud menjadi sosok manusia. Seperti halnya Cun Fei si Naga Emas.
Di sini pun sama, tetapi, para siluman naga yang kekuatannya biasa saja, mereka tidak bisa berubah menjadi sosok manusia sempurna. Biasanya asa saja ciri-ciri yang memperlihatkan bahwa dia memang seekor siluman, salah satu contohnya adalah pemuda yang menjadi petunjuk jalan Shin Shui saat ini.
__ADS_1
Para siluman naga yang bisa berubah wujud menjadi manusia sempurna, biasanya mereka yang sudah memiliki kekuatan setara dengan Pendekar Dewa tahap tiga ke atas.
Shin Shui dan Chen Li sudah tiba di depan tenda paling besar. Keduanya lalu berjalan masuk lagi hingga sampai ke ruangan utama. Di ruangan tersebut tidak ada yang istimewa kecuali sedikit, di sebuah bangku berukir patung naga, duduk seorang pria tampan berpakaian serba merah.
Tak salah lagi, dialah Kaisar Naga Merah. Penguasa negeri siluman sebelumya.
Melihat bahwa yang datang adalah Shin Shui, Kaisar Naga Merah pun segera turun dari bangku singgasananya, dia memeluk Shin Shui. Chen Li hanya berdiri mematung, yang lain tidak tahu bahwa bocah di pinggir Shin Shui itu adalah anaknya sendiri.
Setelah bercengkrama beberapa saat, akhirnya Kaisar Naga Merah mulai berbicara hal-hal serius, tapi sebelum itu, dia baru sadar bahwa Shin Shui membawa seorang bocah aneh karena menutup kedua matanya.
"Maaf pendekar, siapa adik kecil ini?" tanya Kaisar Naga Merah dengan ramah.
"Ah, aku lupa. Dia ini anakku Kaisar, namanya Shin Chen Li," kata Shin Shui memberitahu siapa bocah yang dia maksud.
"Apa? Dia anakmu? Aishh, aku kira siapa. Sungguh, aku telah bertindak kurang ajar terhadapmu. Maafkan aku, maafkan aku pendekar," ucap Shin Shui.
"Tidak perlu seperti ini kepadaku Kaisar. Aku malah merasa tidak enak,"
"Li'er memberi hormat kepada Kaisar," katanya sambil menjura.
Kaisar Naga Merah hanya tersenyum melihat tingkah bocah tersebut. Dia masih terbilang anak-anak, tapi sudah tahu bagaimana caranya berlaku sopan.
"Anak baik, anak baik," lanjutnya sambil terus tersenyum.
"Jadi, bagaimana kelanjutan ceritanya tadi Kaisar? Apa rencana yang akan kita lakukan dalam waktu dekat ini?" tanya Shin Shui mulai serius kembali, sedangkan Chen Li hanya bisa terdiam menjadi pendengar yang baik.
"Seperti yang aku bilang sebelumnya, saat ini Negeri Siluman dipimpin oleh bangsa iblis. Dan rencanaku meminta kau cepat-cepat kemari, tentu mau merebut kembali hak-ku dalam waktu dekat ini,"
"Hemmm, apakah kau sudah menyiapkan semua sesuatu yang diperlukan? Prajurit yang tangguh misalnya," ucap Shin Shui.
"Jujur saja semua persiapan itu sudah aku siapkan. Hanya saja, aku masih mencari-cari panglima perang yang memiliki kekuatan setinggi langit dan yang cocok untuk menyandang gelar tersebut. Karena itulah aku mengundang pendekar kemari karena aku percaya bahwa kau mampu mengembalikan semuanya seperti semula," ucap Kaisar Naga Merah.
__ADS_1
"Apakah kekuatan para iblis itu tidak dapat ditebak? "tanya Shin Shui penasaran.
"Tentu saja. Bahkan kaisar iblis yang diberi julukan Kaisar Iblis Tiga Mata Tiga Tanduk, kekuatannya berada di atasku, satu atau dua tingkat" katanya menjelaskan.
Sampai di sini akhirnya Shin Shui bisa tahu alasan kenapa gurunya, Lao Yi, dan Kaisar Naga Merah membutuhkan bantuannya.
"Baiklah, aku mengerti sekarang. Kapan kita akan memulai rencana ini?" tanya Shin Shui.
"Lebih cepat lebih baik," jawabnya.
"Baiklah kalau begitu. Besok aku akan pergi dulu melihat keadaan."
"Terimakasih pendekar, terimakasih,"
Shin Shui hanya mengangguk sambil tersenyum. Setelah puas berbincang-bincang, dia memutuskan untuk segera beristirahat lebih awal untuk mempersiapkan dirinya.
Keesokan paginya, mereka memutuskan untuk pergi ke tempat kediaman Kaisar. Shin Shui akan melakukan penyelidikan supaya dia bisa menentukan langkah berikutnya.
Shin Shui dan Chen Li ditemani Kaisar Naga Merah serta beberapa orang pengawalnya.
"Apakah tempatnya jauh dari sini?" tanya Shin Shui ketika akan berangkat.
"Tidak pendekar. Hanya sepeminum teh sudah sampai," jawab Kaisar Naga Merah.
"Hemmm, baiklah kalau begitu. Kita berangkat sekarang,"
Kaisar Naga Merah mengangguk. Selesai Shin Shui berkata demikian, dia langsung melesat secepat angin diikuti yang lain di belakangnya. Setelah sepeminum teh kemudian, akhirnya mereka sudah tiba di sebuah pusat kota yang ditengahnya terdapat bangunan sangat megah.
###
Maaf ya kemarin-kemarin ngga up, lagi repot authornya. Tapi kalau novel utama selalu up😆😀kalau ada waktu nanti nyusul ya satu lagi☕
__ADS_1