Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Benih Dendam


__ADS_3

Hari masih pagi. Orang-orang di Kota Qinghai baru saja mengawali hari mereka dengan semangat baru dan harapan yang baru pula. Kota itu masih ramai. Ternyata keramaian di Kota Qinghai tidak mengenal waktu.


Setiap detik, setiap saat, kota itu selalu ramai. Selalu saja dipadati oleh pengunjung yang berasal dari berbagai daerah sekitar.


Kota Qinghai memang dikenal sebagai salah satu kota yang mempunyai keindahan tersendiri. Pemandangan alam yang tersedia di sana sangat mampu untuk memanjakan mata setiap orang. Gunung-gunung yang hijau berdiri dengan kokoh, sungai besar yang meliuk-liuk terlihat indah jika dipandang dari tempat yang lebih tinggi.


Keindahan alam semesta ini masih sangat terjaga. Masyarakat sekitar termasuk ke dalam jajaran orang-orang yang mau menjaga keasrian alam.


Mereka peduli terhadap apa yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kota kelahirannya. Mereka juga peduli kepada keberlangsungan mahkluk hidup lainnya. Masyarakat di sini amat menghargai satu sama lain.


Masyarakat hidup dengan bahagia. Para penghuni hutan hidup dengan bebas. Mereka hidup berdampingan, mereka bersahabat, karena itulah, kehidupan di sana berjalan sangat seimbang karena penghuninya bersahabat.


Manusia bersahabat dengan alam dan isinya. Sedangkan alam dan isinya juga mau bersahabat dengan para manusia.


Chen Li berjalan menyusuri pinggiran sungai di desa yang terdapat di Kota Qinghai. Bocah itu berjalan seorang diri. Tujuannya saat ini adalah mencari informasi sebanyak mungkin tentang Organisasi Elang Hitam.


Hingga siang hari Chen Li terus mencari-cari informasi. Bocah itu berhenti mencari informasi tepat pada saat matahari sudah di atas kepala.


Rasa letih mendera. Keringat membasahi seluruh pakaiannya. Dia merasa lelah. Tapi kelelahan itu akhirnya terbayar juga.


Sebab sekarang, Chen Li telah berhasil mendapatkan informasi tentang Organisasi Elang Hitam.


Setelah mengelilingi tempat yang dicurigai banyak mengandung informasi tentang organisasi tersebut, akhirnya dia benar-benar mendapatkannya. Informasi itu pastinya sangat pasti dan bisa diandalkan, sebab dia mendapatkannya dari orang-orang tertentu.


Menurut informasi yang tadi didapat, Organisasi Elang Hitam ini adalah organisasi yang bergerak di bidang pembunuh bayaran. Mereka selalu siap untuk membunuh siapapun targetnya.

__ADS_1


Selama semuanya sesuai dengan apa yang mereka inginkan, selama bayarannya cocok dengan harga yang ditentukan, maka selama itu juga mereka siap melakukan pembunuhan.


Jumlah tokoh papan atas yang ada di dalam organisasi tersebut sekitar sembilan orang. Tiga orang di antaranya telah berhasil di bunuh oleh Chen Li saat malam kemarin. Tokoh kelas atasnya memang tidak banyak, tapi kekuatan mereka tidak diragukan lagi.


Jaringannya juga sangat luas. Sekte aliran putih yang ada di sekitar Kota Qinghai bukan tidak mau membasmi, mereka sangat ingin menghancurkan organisasi tersebut, hanya saja, mereka harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali jika benar-benar ingin menumpas habis organisasi tersebut.


Menurut kabar yang beredar, Organisasi Elang Hitam mempunyai jaringan langsung ke dalam Istana Kekaisaran. Bahkan ada juga yang menyebut bajwa organisasi itu sengaja dibentuk oleh pihak pemerintahan.


Entah kabar itu benar atau tidak, namun yang pasti, organisasi tersebut memang sangat berbahaya.


Chen Li duduk di bawah sebuah pohon berukuran cukup besar. Di sedang berteduh dari panasnya terik sinar matahari. Di depannya ada satu guci arak dan satu cawan arak. Ada juga beberapa potong daging yang siap untuk disantap.


"Tuan Muda, apakah kau yakin akan melakukan langkah ini?" tanya Phoenix Raja yang bertengger di bahu sebelah kirinya.


"Aku tahu maksudmu, aku juga mengerti. Tapi Tuan Muda juga harus paham bahwa hal ini sangat berbahaya sekali. Sedangkan sekarang kekuatan Tuan Muda belum mencapai puncak, bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?" Phoenix Raja tampak tidak terima dengan keputusan yang akan diambil oleh tuan mudanya tersebut.


Untuk diketahui, sebelumnya Chen Li si Pendekar Merah telah memutuskan untuk mendatangi markas Organisasi Elang Hitam yang ada di kota Qinghai.


Bocah itu sudah bertekad untuk meratakan markas organisasi tersebut dengan tanah. Dia juga sudah bertekad untuk membunuh setiap orang yang menjadi anggotanya. Tidak peduli baik itu pria maupun wanita, selama mereka berada dalam jajaran organisasi sesat tersebut, maka Chen Li tidak akan membiarkannya hidup.


Baginya, iblis yang berwujud manusia harus dibunuh. Dari pada mereka malah melakukan perbuatan-perbuatan sesat lainnya.


Bocah itu berencana akan mendatangi markas Organisasi Elang Hitam dua hari ke depan, Phoenix Raja yang mengetahui niat tuan mudanya tersebut tentu tidak bisa tinggal diam.


Dia telah ditugaskan oleh para Dewa untuk menjaganya. Dia juga ditugaskan untuk selalu mendampinginya. Oleh sebab itulah, burung ajaib tersebut tidak setuju saat Chen Li berniat untuk menembus bahaya.

__ADS_1


Sebagai siluman yang dipercaya oleh para Dewa, tentunya Pheonix Raja mempunyai banyak kelebihan dari pada siluman pada umumnya. Yang dia takutkan bukan karena Chen Li akan mati, dia sangat percaya bahwa tuan mudanya tidak akan mati semudah itu.


Yang ditakutkan oleh Phoenix Raja justru bagaimana kalau masalah selanjutnya bakal lebih panjang dan lebih rumit lagi? Sedangkan sekarang bukan merupakan waktu yang tepat.


Selain karena kekuatan Chen Li belum sempurna, alasan lainnya juga dikarenakan karena waktu mereka sangat terbatas.


Memang, untuk membasmi Organisasi Elang Hitam bersama markasnya hanya perlu membutuhkan waktu sekitar selaman saja. Hanya saja kalau masalahnya bertambah lebar, berapa banyak waktu yang bakal dibutuhkan?


Oleh sebab itulah Phoenix Raja sedikit protes tentang keputusan yang diambil oleh Chen Li.


"Aku tidak akan mati. Kau tenang saja,"


"Aku percaya kalau Tuan Muda tidak akan mati. Yang aku takutkan adalah bagaimana kalau masalahnya malah melebar?"


"Biarkan saja. Justru bagus, setidaknya aku sudah mengguncang dunia persilatan Kekaisaran Sung. Setidaknya aku sudah memberikan benih dendam kepada aliran hitam yang ada di sini," kata Chen Li dengan nada suara yang dingin.


"Tuan Muda sengaja menanam bibit dendam, memangnya apa tujuan Tuan Muda selanjutnya?" tanya Phoenix Raja.


"Apalagi? Tentunya aku akan membalas dendam. Kelak jika kekuatanku sudah mencapai puncak, kelak kalau ilmuku sudah sempurna, aku akan datang kembali kemari. Aku juga akan menyambangi tiga Kekaisaran besar berikut isinya,"


"Sampai kapanpun dendam tidak akan selesai,"


"Benar. Tapi aku akan membuat satu pengecualian. Aku akan menuntaskan dendam ini jika sudah tiba saatnya. Aku akan membunuh mereka yang pantas untuk dibunuh. Dendamku kepada tiga Kekaisaran sudah sedalam lautan di tengah samudera, siapapun tidak akan ada yang dapat menghentikan dendam ini,"


Phoenix Raja langsung terbungkam. Dia tahu bagaimana watak majikannya. Kalau dia sudah berkata demikian, siapa yang dapat mencegahnya?

__ADS_1


__ADS_2