Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Perang Besar V


__ADS_3

Tubuhnya berputar cepat. Tapi Pedang Emas Pembelah Samudera berputar lebih cepat lagi. Pedang itu sangat marah. Beberapa pusaran angin tercipta akibat kekuatan mengerikan yang dia keluarkan.


Si Raja Seribu Pedang menambah daya kekuatannya. Meskipun enam orang lawannya merupakan seorang tokoh di negerinya masing-masing, tapi dia juga merupakan tokoh terkenal dan tokoh besar di negerinya sendiri.


Sebagai seorang tokoh terkenal dan tokoh besar, tentu saja kemampuannya tidak bisa dipandan remeh. Apalagi jika dalam hal ilmu pedang. Dia termasuk dalam jajaran pendekar pedang. Pendekar pedang yang jarang menemukan tandingan.


Pedang Emas Pembelah Samudera melancarkan hawa yang pekat. Sinar emas yang keluar semakin dahsyat. Pusaran angin yang tercipta juga semakin hebat lagi. Pusaran angin tersebut bergerak sendiri menerjang keenam lawannya dengan serentak.


Gelombang kejut yang tercipta mampu membuat orang terlempar. Karena itulah, saat pertarungannya berlangsung, tidak ada seorang prajurit mana pun yang berani menyaksikannya dari dekat.


Semuanya menjauh. Semua orang mencari aman. Memangnya siapa yang mau menjadi korban salah sasaran?


Crashh!!! Crashh!!!


Dua tubuh terpotong menjadi dua bagian. Yuan Shi membuktikan kekuatannya dalam permainan pedang, dua tokoh dari Kekaisaran Sung dibuat melongo.


Kemampuan kakek tua yang satu ini ternyata benar-benar mampu membuat siapapun merasa ngeri. Mereka tidak pernah menyangka bahwa dua rekannya bakal tewas begitu mudah.


Kalau rekannya saja bisa terbunuh, bukankah itu artinya mereka sendiri bisa terbunuh pula?


Pikiran masing-masing dari empat tokoh yang tersisa tersebut membuatnya kalap. Mereka mengubah gaya serangan. Kalau tadi menyerang secara bersama dan dengan gerakan sama, maka kali ini sebaliknya.


Serangan mereka berbeda. Jurus yang keluar juga berbeda.


Empat orang musuh yang tersisa sudah mengeluarkan jurus pamungkas. Serangan mereka bertambah cepat sekaligus lebih dahsyat.


Desingan angin tajam dan suara mendengung dari senjata pusaka, terdengar membawa perasaan ngeri bagi siapapun.


Raja Seribu Pedang tidak mau ketinggalan. Sebagai tokoh kelas atas yang bahkan namanya termasuk ke dalam jajaran tokoh terkuat, tentu saja dia mempunyai banyak jurus pamungkas yang dikhususkan untuk menghadapi macam-macam jurus lawan.


Dan sekarang dia telah melakukanya.


Raja Seribu Pedang mengeluarkan jurus pamungkas yang dahsyat.

__ADS_1


Pedangnya mengeluarkan suara mengerikan. Pedang itu seperti iblis. Iblis yang sangat menakutkan.


"Satu Pedang Menari di Dalam Pusaran Badai …"


Jurus yang sangat jarang dia keluarkan, pada akhirnya harus dikeluarkan juga. Pedang itu langsung bergerak seperti seorang gadis penari yang sudah handal.


Gerakannya sangat cepat. Sangat tepat dan sangat dahsyat.


Hanya belasan jurus kemudian, satu persatu dari lawannya telah meregang nyawa. Lawan pertama tewas karena kepalanya ditebas habis tanpa sisa. Lawan kedua karena jantungnya tertembus ujung pedang. Lawan ketiga karena tenggorokannya ditusuk dengan ganas. Dan lawan keempat tewas karena kepalanya terbelah menjadi dua bagian.


Empat pembunuhan itu terjadi dalam waktu yang sangat-sangat singkat. Darah sudah menggenang seperti genangan air hujan semalam.


Bau amisnya telah menyebar seperti bau harum bunga.


Siapapun tidak ingin percaya dengan kejadian barusan. Tapi mereka tetap harus percaya, sebab orang-orang itu menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.


Enam tokoh dari Kekaisaran Sung telah tewas di bawah Pedang Pembelah Samudera. Si Raja Seribu Pedang kembali membuktikan bahwa dia bukan kakek tua sembarangan.


Perang besar terus berlangsung tanpa henti. Ribuan panah api melesat setiap saat dari busur panah dua belah pihak. Suara ledakan dari lemparan bahan peledak juga selalu terdengar setiap detik. Dentingan pedang dan tombak milik dua pasukan berbenturan setiap waktu.


Sebenarnya, apa yang mereka untungkan dari semua ini?


Cukup jauh dari tempat pertarungan Yuan Shi si Raja Seribu Pedang, ada lagi pertarungan yang tidak kalah hebatnya.


Pertarungan itu milik Kepala Tetua Sekte Tangan Dewa Kegelapan, Fang Han si Raja Neraka Tanpa Ampun.


Kepala tetua dari salah satu sekte aliran hitam terbesar di Kekaisaran Wei itu bertarung dengan ganas. Dia bertarung melawan seorang kepala tetua dari Kekaisaran Tang.


Sebuah pertarungan hebat. Pertarungan dahsyat. Kedua orang yang terlibat itu masing-masing merupakan tokoh sesaat dari negerinya sendiri-sendiri.


Dua tokoh aliran sesat melangsungkan pertarungan, bukankah ini menjadi pemandangan yang sangat hebat?


Fang Han si Raja Neraka Tanpa Ampun bergerak cepat. Dia telah mengeluarkan jurus pamungkas miliknya hingga ke titik tertinggi. Selain merupakan kepala tetua sebuah sekte besar, Fang Han juga termasuk ke dalam jajaran tokoh terkuat di Kekaisaran Wei.

__ADS_1


Dia berada dalam urutan kesembilan. Itu artinya, kekuatan dan jurus yang dia kuasai tidak bisa diragukan lagi.


Meskipun dirinya bukan ahli dalam senjata, tetapi dia dapat mematahkan senjata apapun. Dengan sepasang tangannya yang lebih mengerikan dari senjata Iblis, hal apa yang tidak dapat dia lakukan?


Sepasang tangan itu menjadi senjata utamanya. Sekalipun menghadapi seribuan musuh, Fang Han tetap tidak memerlukan senjata lain kecuali sepasang tangannya tersebut.


Bagi orang yang tidak tahu, mereka mungkin akan mengira bahwa sepasang tangan itu tidak lebih dari tangan yang sudah tua renta. Namun bagi mereka yang tahu, siapapun akan bergidik ngeri jika melihat sepasang tangan tersebut.


Sebab sepasang tangan itu bisa menghancurkan apa saja. Jika pemiliknya ingin menghancurkan sebuah bukit, maka sepasang tangan tersebut benar-benar dapat melakukannya.


Fang Han melesat ke depan. Sepasang tangan yang luar biasa itu telah berubah warna menjadi merah membara. Seperti besi yang sudah berada dalam titik panas tertinggi. Hawa panasnya terasa hingga radius ratusan kilometer.


Saat dia bergerak, Fang Han terlihat seperti sebuah meteor yang jatuh ke bumi


Duarr!!!


Ledakan terdengar lagi. Lawannya terlempar dua langkah ke belakang karena tidak kuat menahan hawa panas yang dia keluarkan lewat sepasang tangannya.


Raja Neraka Tanpa Ampun, dia diberikan julukan itu karena sesuai dengan kenyataannya. Selama hidup, dirinya selalu bertindak kejam. Selalu tidak mengenal kata ampun. Siapapun lawannya, pasti akan dibuat mampus.


Tak terkecuali meskipun itu seorang kepala tetua sebuah sekte.


Dia meneruskan serangannya kembali. Dengan jurus Tangan Neraka Kegelapan, Fang Han melancarkan satu pukulan jarak jauh yang sangat dahsyat.


Bumm!!!


Cahaya hitam meluncur deras menyambar lawan. Kecepatannya sulit untuk dilukiskan.


Untung bahwa lawan yang dia hadapi juga merupakan tokoh besar, sehingga dia masih dapat bertahan dari gempuran jurus dahsyatnya. Meskipun memang orang tersebut merasa sedikit kerepotan.


Wushh!!!


Cahaya kuning meluncur tanpa diduga. Satu trisula emas melesat ke arah Raja Neraka Tanpa Ampun. Senjata pusaka itu sengaja dilemparkan oleh pemiliknya berbarengan dengan jurus dahsyat yang terkandung di dalamnya.

__ADS_1


Fang Han tidak menangkap trisula emas tersebut. Dia melompat mundur sepuluh langkah ke belakang sambil melayangkan serangan jarak jauh sebagai balasannya.


__ADS_2