Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Tentang Organisasi Elang Hitam


__ADS_3

Pendekar Merah tidak menanggapi ucapan tersebut. Dia malah menuangkan arak kepada cawan lalu kemudian segera memberikannya kepada Hong Hua.


Gerakannya perlahan. Dia terlihat seperti seorang gadis yang sedang berusaha memanjakan tamunya.


"Ternyata kau juga mengenal sopan santun. Aku kira sebagai pendekar besar, kau sudah tidak memandang hal itu lagi," kata Hong Hua tertawa.


"Sopan santun adalah hal paling utama. Orang-orang akan menilaimu lewat dua kata itu. Meskipun penampilanku saat di medan pertarungan sangat kejam, tapi sebenarnya aku merupakan orang yang lemah lembut," kata Chen Li menjelaskan.


Dia tidak memuji dirinya sendiri. Pemuda itu hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Setiap orang yang sudah dekat dengannya, pasti bakal tahu bagaimana sifat Pendekar Merah yang sesungguhnya.


Hong Hua tersenyum puas sambil menganggukkan kepalanya. Dia sendiri tidak menyangka bahwa bocah itu masih memandang sopan santun.


Padahal kebanyakan pendekar besar, biasanya mereka tidak memandang dua kata itu. Setelah mendapatkan sebuah nama besar, terkadang seseorang malah melupakan sopan santun.


Mereka akan bertindak semaunya dan melakukan sesuatu sesukanya karena merasa bahwa dirinya sudah mempunyai nama.


"Ternyata aku telah salah menilaimu. Ucapanmu yang mengatakan bahwa dirimu merupakan Dewa dan iblis sepertinya sesuai dengan kenyataan," ucap Hong Hua lalu meneguk cawan arak.


"Aku selalu mengatakan yang sebenarnya. Jika kau menilai seseorang dari penampilannya saja, itu artinya kau telah melakukan kesalahan besar. Luar tidak selalu sama dengan dalam. Penampilan tidak selalu sama dengan keadaan sebenarnya,"


"Kau benar. Aku baru sadar sekarang,"


Keduanya terdiam kembali. Suasana di ruangan tersebut mendadak hening. Dua orang itu sedang menikmati araknya masing-masing. Mereka sangat doyan arak, selaku peminum, keduanya sudah tentu mengerti bagaimana caranya menikmati arak.


Pendekar Merah dan Hong Hua segera menyantap hidangan yang sudah tersedia. Mereka tidak terlalu buru-buru untuk membicarakan tujuan utama. Toh keduanya tidak sedang diburu oleh waktu.


Saat ingin melakukan pembicaraan serius, terkadang kita memang harus membuat situasi senyaman mungkin.


Kentongan kedua telah lewat. Pendekar Merah dan Hong Hua telah menyelesaikan makannya beberapa saat lalu.


"Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Chen Li setelah terdiam cukup lama.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu apa tujuanmu sebenarnya karena telah menghancurkan markas Organisasi Elang Hitam,"


"Bukankah aku sudah mengatakannya?"


"Hemm, jujur saja, aku sangat kagum kepadamu karena telah berani menghancurkan markas organisasi besar itu. Selama ini, belum ada seorangpun pendekar yang berani mencari gara-gara secara terang-terangan terhadap organisasi itu,"


"Buktinya aku berani,"


"Karena itulah aku kagum kepadamu. Kau tahu apa sebabnya?"


"Tidak," jawab Chen Li sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku kagum kepadamu karena telah berani menantang pemerintah Kekaisaran Sung,"


Chen Li terdiam. Dia sedang memikirkan ucapan Hong Hua, tidak terlalu lama, selaku pemuda yang kecerdasannya berada di atas orang lain, dia dapat menebak apa yang sebenarnya dibicarakan oleh orang tua itu.


"Jadi kabar tentang Organisasi Elang Hitam yang katanya merupakan organisasi buatan pemerintah memang benar adanya?" tanya Chen Li setelah mengetahui maksud Hong Hua.


"Tepat sekali,"


"Untuk apa pemerintah menciptakan organisasi pembunuh bayaran seperti itu?"


"Masalah ini aku tidak bisa memberimu keterangan lebih jauh. Hanya saja, pemerintah sengaja membuat Organisasi Elang Hitam hanya untuk menakuti para pendekar aliran putih. Seperti yang kau ketahui, dunia persilatan tidak pernah damai. Dua golongan utama selalu berselisih setiap saat,"


Chen Li tidak dapat menampik ucapan Hong Hua. Dia sendiri seorang pendekar, tentunya dia sudah tahu dan paham keadaan rimba hijau.


"Kenapa mereka takut? Bukankah golongan putih juga mempunyai organisasi tersendiri?," tanyanya lebih lanjut.


"Memang punya. Jujur saja, kekuatan mereka juga dapat diandalkan. Tapi kau harus ingat, Organisasi Elang Hitam berada di bawah naungan pemerintah, memangnya manusia mana yang berani melawan pemerintah?"


"Tentunya manusia nekad yang sudah tidak takut mati," jawab Chen Li.

__ADS_1


"Benar, dan kau adalah salah satu dari manusia itu. Sayangnya, para pendekar aliran putih di Kekaisaran Sung tidak ada yang seperti dirimu,"


"Karena itulah Organisasi Elang Hitam masih dan semakin berjaya hingga sekarang?" tanya Pendekar Merah.


"Tepat. Kau harus tahu bahwa markas yang kau hancurkan kemarin hanyalah markas cabang. Organisasi Elang Hitam mempunyai cabang di setiap kota di Kekaisaran Sung. Jumlah anggota di setiap cabang tidak terlalu banyak, tapi kekuatannya dapat diandalkan,"


Chen Li menganggukkan kepalanya. Dia pun tidak dapat menampik hal tersebut karena dirinya sudah tahu sendiri. Meskipun jumlah anggota markas cabang hanya berjumlah puluhan orang, namun kekuatan mereka setara dengan ratusan orang.


"Berapa jumlah keseluruhannya?"


"Mencapai lima ratusan tokoh dan sepuluh ribuan anggota,"


Pendekar Merah hampir saja menumpahkan kembali arak yang sudah masuk ke mulutnya. Jumlah itu bukan jumlah sedikit. Lima ratus tokoh aliran sesat … bisa dibayangkan bagaimana kekuatan mereka kalau sampai bersatu.


Sekarang Chen Li sudah paham kenapa pendekar aliran putih tidak ada yang mau bertindak terhadap organisasi sesat itu. Sekalipun dia tokoh besar rimba hijau, setidaknya orang itu harus berpikir ratusan atau ribuan kali untuk berani mengusik organisasi tersebut.


"Luar biasa,"


"Pastinya. Kau juga harus tahu, hampir seluruh tokoh aliran sesat yang ada di Kekaisaran Sung tergabung di dalamnya. Selain memiliki jumlah yang sangat banyak dan kekuatan yang sulit dibayangkan, Organisasi Elang Hitam juga mempunyai solidaritas tinggi. Saat satu cabang mendapatkan gangguan, maka cabang-cabang terdekat lainnya akan ikut turun tangan. Oleh sebab itu, setiap ada orang yang berani mengusik, bisa dipastikan orang itu tidak akan selamat,"


Tanpa sadar Chen Li sedikit ngeri. Ternyata organisasi itu mempunyai kekuatan yang jauh dari perkiraan dia sebelumnya. Kalau sampai markas cabang terdekat lainnya mengetahui apa yang sudah dia lakukan, niscaya dirinya tidak akan dapat hidup lebih lama lagi.


"Sekarang aku merasa bahwa diriku akan mati," kata Chen Li lebih lanjut, tapi meskipun dia berkata demikian, tapi dalam ucapannya tidak ada perasaan takut. Sedikitpun tidak.


"Kalau tidak mempunyai keistimewaan tersendiri, mungkin sekarang kau sudah mati beberapa kali,"


"Mungkin saja. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Kenapa kau bertanya kepadaku?"


"Bukankah kau salah seorang tokoh dari Organisasi Elang Hitam? Bukankah alasanmu mengajak bicara empat mata denganku karena ingin menolongku?" tanya Chen Li dengan suara ditekan.

__ADS_1


"Haaha … benar-benar pemuda yang cerdas. Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Hong Hua merasa kagum sambil tersenyum.


"Aku tahu bahwa kau salah satu tokoh dari organisasi itu karena dirimu berkata hampir seluruh tokoh aliran sesat tergabung di dalamnya. Selain itu, kau juga tahu banyak informasi tentangnya. Dan terkait alasan kenapa aku tahu bahwa kau ingin membantuku, alasannya karena tidak mungkin kau memberitahu tanpa mau membantu. Bukankah begitu?" ujar Pendekar Merah lalu meneguk arak kembali.


__ADS_2