Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Keputusan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Shin Shui dapat melihat bahwa lawannya sedang berusaha untuk membebaskan diri dari jurusnya. Karena itu, sang Pendekar Halilintar tidak tinggal diam.


Dia mengeluarkan lagi jurus lainnya. Dua buah sinar biru terang memanjang, melesat cepat menembus gulungan ombak. Saking cepat dan tingginya kekuatan yang terkandung, permukaan tanah hingga di buat retak.


"Blarrr …"


Ledakan terdengar. Jurus Shin Shui berbenturan dengan jurusnya sendiri. Dia sengaja melakukan hal tersebut supaya lawan tidak dapat berkutik sama sekali.


Dan hasilnya pun memuaskan. Si pendekar asing itu sama sekali tidak mampu memberikan perlawanan. Ketika jurus Pendekar Halilintar dibenturkan, orang tersebut turut tewas di dalamnya.


Tubuhnya hancur. Darah muncrat ke segala penjuru.


Kejadian ini membuat terkejut pihak lawan. Ketika mengetahui pemimpinnya sudah tewas, maka para pendekar yang lain sudah tidak ada lagi semangat untuk bertarung.


Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi pihak Sekte Kayu Hitam. Para tetua segera melancarkan serangan dahsyat. Jurus pamungkas yang mereka miliki langsung dikeluarkan secara serempak.


Berbagai macam sinar dan hawa bercampur menjadi satu. Suara ledakan terdengar saling bersahutan. Perbedaan ledakan hanya berjarak sekitar sekian detik.


Hasilnya, semua pendekar asing tewas dalam kondisi mengenaskan. Hanya ada satu orang yang tersisa. Sepertinya dia bersiap untuk melarikan diri.


Sayangnya, hal itu lebih dulu diketahui oleh Shin Shui.


Pendekar Halilintar melesat ke arah pendekar tersebut. Begitu tiba di sisinya, Shin Shui langsung menotok jalan darah sehingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


Pertempuran hebat telah selesai. Puluhan mayat berserakan seperti halnya sampah yang tidak berguna.


Pata tetua segera menyuruh semua murid untuk membereskan mayat. Terlebih lagi, mereka disuruh untuk membereskan anggota sekte yang gugur dalam membela sektenya ini.


Tak kurang dari enam puluh lima murid tewas. Murid yang tewas tersebut ada yang merupakan angkatan tua, juga ada yang merupakan angkatan muda.


Suasana kembali seperti semula. Semua kejadian mengerikan telah lenyap. Masa kritis Sekte Kayu Hitam berhasil dilewati walaupun dengan pengorbanan nyawa.

__ADS_1


Api yang tadi berkobar membakar semua bangunan, beberapa saat yang lalu berhasil dipadamkan seluruhnya.


Bau hangus terbakar tercium terbawa angin malam. Bau amis darah turut serta di dalamnya.


Sekitar satu jam kemudian, Shin Shui sudah di bawa oleh Hyu Ri, Kepala Tetua Sekte Kayu Hitam, ke sebuah ruangan rahasia yang terdapat di sana.


Ruangan tersebut tidak bisa dimasuki oleh orang lain kecuali atas izin kepala tetuanya. Saat ini di ruangan itu ada Shin Shui, Hyu Ri, dan juga beberapa orang tetua Sekte Kayu Hitam.


Mereka masih berusaha untuk menenangkan diri dan memulihkan kondisi dengan bantuan pil serta bersemedi.


Kejadian ini menjadi pengalaman terburuk dalam sejarah Sekte Kayu Hitam.


Sekelompok orang yang hanya berjumlah puluhan orang saja, ternyata mampu memporak-porandakan Sekte Kayu Hitam.


Hyu Ri segera menuangkan arak yang tersedia di sana setelah semua orang merasa mendingan. Mereka bersulang lebih dulu sebelum berbicara lebih lanjut lagi.


"Senior, apakah kau bisa menceritakan awal mula kejadiannya?" tanya Shin Shui setelah selesai meminum arak yang diberikan.


Terkadang, arak bisa membuat pikiran menjadi tenang. Selama minumnya dalam takaran yang pas, maka tidak ada salahnya juga kalau mencoba.


"Baiklah, aku akan mencoba menjelaskannya secara singkat. Selepas matahari terbenam setelah aku menerima surat dari tuan, seorang murid memberitahuku bahwa ada seseorang yang ingin bicara dan bertemu denganku. Aku sendiri tidak tahu siapa gerangan, hanya saja, sebagai kepala tetua, tentu aku harus bersikap selayaknya,"


"Aku menyuruh murid itu untuk memberitahukan kepada tamu bahwa aku bersedia untuk bertemu. Singkat cerita, orang tersebut sudah diterima di ruanganku sendiri,"


"Tunggu, bagaimana ciri-ciri orang itu dan dia mengaku berasal dari mana?" tanya Shin Shui memotong pembicaraan.


"Ciri-cirinya yang pasti orang itu bukan berasal dari Kekaisaran Wei. Wajahnya saja bagiku sangat asing. Untuk pakaiannya, dia memakai pakaian hitam dengan corak yang sulit untuk dijelaskan,"


"Hemm, siapa orang yang datang itu?"


"Dia adalah orang yang tuan bunuh. Pemimpin dari kelompok yang menyerang,"

__ADS_1


"Baiklah. Lanjutkan ceritamu," pinta Shin Shui.


"Intinya, orang itu mengajakku bekerja sama untuk menghancurkan Kekaisaran Wei. Dia mengaku telah mendapatkan informasi tentang rahasia Sekte Kayu Hitam. Dia menyebut, kalau aku bersedia di ajak bekerja sama, maka rahasia sekte akan aman. Sedangkan kalau aku menolak, maka reputasi sekte akan hancur, bahkan sektenya juga akan dihancurkan seperti yang tuan ketahui,"


"Lalu, kenapa kau menolak ajakannya untuk bekerja sama?" tanya Shin Shui penasaran.


"Alasannku menolaknya hanya sederhana,"


"Alasan apa itu?"


"Karena aku tidak mau menghancurkan tanah airku sendiri. Aku tidak mau mengkhianati Kekaisaran Wei. Walaupun memang benar kami aliran hitam, tetapi rasa tanggungjawab sebagai pribumi, masih ada dalam diriku. Aku lebih memilih sekte hancur atau bahkan aku tewas, daripada harus mengkhianati tanah air," tegas Hyu Ri.


Suaranya berubah menjadi lantang. Semangat yang sempat redup, mendadak berkobar lagi ketika dia berkata seperti itu.


Dalam hatinya, Shin Shui tergetar. Dia sungguh tidak menyangka akan alasan tersebut. Tetapi dia harus percaya karena memang begitu kejadian yang sebenarnya.


Namun di sisi lain, memang kejadian ini terbilang unik sekaligus mampu menggemparkan. Sekte aliran putih saja tidak berani menolak ajakan kelompok orang asing tersebut. Tetapi ini, sekte aliran hitam yang selalu berbuat ulah, berani menolaknya bahkan secara tegas.


Bahkan sekte terbesar saja menerima ajakan untuk bekerja sama. Mereka lebih memilih untuk bergabung daripada reputasi sekte hancur.


Tetapi tidak dengan Sekte Kayu Hitam yang dikenal dengan aliran hitam. Mereka lebih memilih hancur daripada harus mengkhianati tanah airnya sendiri.


Bagi Shin Shui, hal ini sunguh sangat luar biasa. Dia tidak pernah menyangka bahwa orang-orang seperti mereka mempunyai jiwa nasionalisme yang begitu tinggi.


Pendekar Halilintar itu menjadi sadar, anggapannya selama ini bahwa di dunia tidak ada hitam dan putih, ternyata terbukti sekarang. Terlebih lagi semua bukti itu terjadi ketika Kekaisaran Wei dilanda badai.


Semenjak saat itu, sudah banyak kejadian yang membuatnya menjadi paham bahwa manusia adalah makhluk yang dapat berubah hanya dalam waktu satu detik.


"Aku sangat kagum terhadap keputusanmu senior. Tidak ada lagi kata yang bisa aku ungkapkan. Yang jelas, pandanganku kepada aliran hitam menjadi lain," kata Shin Shui memujinya dengan tulus.


"Tuan tidak perlu sungkan. Aku rasa tuan juga sudah tahu bahwa semenjak keamanan tanah air kita kacau, semua sekte aliran hitam telah berhenti mencari masalah. Justru sebaliknya, mereka malah membantu perjuangan untuk mempertahankan negeri ini,"

__ADS_1


"Senior benar. Dan aku sudah menyaksikannya sendiri. Aku harap, ke depannya kita dapat bersatu untuk melindungi negeri tercinta ini," kata Shin Shui penuh haru.


__ADS_2