Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Informasi Para Tokoh


__ADS_3

Karena jam istirahat telah tiba, pada akhirnya mereka sepakat untuk makan siang dan bersantai lebih dulu.


Setelah sekitar tiga puluh menit kemudian, acara pertemuan pun dimulai kembali. Para tokoh dan tuan rumah kembali duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Suasana di sana hening. Dalam keadaan seperti ini, semua orang pasti tidak mau berbuat konyol. Mereka tetap menghormati Shin Shui sebagai pemimpin dunia persilatan.


Walaupun usianya masih terbilang belum tua benar, tetapi wibawa dan segala yang ada dalam dirinya, melebihi orang lain.


"Kita mulai pertemuan pertama ini," ucapnya mengawali acara pertemuan para tokoh.


Shin Shui menatap orang-orang yang ada di ruangan tersebut. Aura kepemimpinan segera merembes keluar dari tubuhnya.


"Kakek Tua Jubah Hitam, aku minta kau memberikan laporan yang telah didapatkan," kata Shin Shui memulai pembahasan.


"Baiklah. Tiga bulan aku mencari-cari informasi yang terkait dengan kekacauan di Kekaisaran Wei, ternyata hasilnya tidak sia-sia belaka. Aku menyusuri berbagai tempat di daerah perbatasan Selatan. Dan ternyata hampir di setiap daerah penting, sudah berhasil dimasuki oleh musuh yang jumlahnya sangat banyak. Aku sempat bertarung dengan orang-orang itu, hanya saja jumlah mereka terlalu banyak. Para tentara yang diturunkan oleh Kekaisaran dan para murid yang ditugaskan oleh berbagai macam sekte, semuanya berhasil dibunuh. Sebagian lagi ada yang bergabung ke dalam barisan musuh. Entah apa yang sudah mereka lakukan sebenarnya,"


"Tetapi aku melihat kita memang sudah terdesak. Sebagian daerah Selatan yang aku telusuri telah berhasil dikuasai musuh sepenuhnya. Karena keadaan tidak mendukung, aku lebih baik tidak mencari masalah terlebih dahulu. Aku menyamar menjadi salah seorang prajurit, aku menyusup ke dalam internal mereka,"

__ADS_1


"Dan ternyata dugaan kita selama ini memang benar adanya. Orang-orang yang membuat kekacauan di daerah Selatan sana adalah orang-orang yang diperintahkan langsung oleh Kaisar Tang Yang. Dia sudah membulatkan tekad untuk menguasai Kekaisaran Wei. Namun sepertinya, Kaisar Tang Yang sendiri belum mengetahui bahwa ada Kekaisaran lain yang mempunyai niat sama seperti mereka,"


"Tetapi meskipun daerah Selatan telah di kuasai, aku rasa ini hanya rencana awal mereka. Untuk tujuan penyerangan secara langsung, rasanya belum tiba waktunya. Mungkin sekitar satu atau dua tahun ke depan. Sebab Kaisar Tang Yang sendiri masih duduk bersantai di kursi singgasananya. Dugaanku, mereka akan membuat keadaan semakin kacau di dunia persilatan terlebih dahulu. Karena kalau dunia persilatan sudah kacau, niscaya orang-orang itu akan lebih mudah melancarkan rencana selanjutnya,"


Semua orang mendengarkan penuturan Kakek Tua Jubah Hitam. Semua yang hadir merasa terkejut setengah mati. Ternyata memang benar, Kekaisaran Wei benar-benar berada di ujung tanduk. Kalau keadaan terus seperti ini, maka sepertinya ramalan Lao Yi yang disampaikan kepada Shin Shui lewat mimpi, akan benar-benar terjadi.


Kekaisaran Wei akan berhasil di kuasai oleh musuh. Entah bagaimana nasib orang-orangnya.


Semua yang hadir menjadi lebih serius lagi. Termasuk Huang Taiji Lu sendiri dalam hatinya merasa sangat kaget. Kalau begini, dia yakin Shin Shui sendiri tidak akan mampu menghalaunya. Meskipun dia merupakan pendekar terkuat, tetapi itu hanya di Kekaisaran Wei saja.


Entah kalau di Kekaisaran lain.


"Baik, informasi di terima. Serigala dari Lembah Kematian, silahkan sampaikan informasi yang kau dapatkan,"


"Baik, terimakasih atas kesempatannya. Aku menyusuri daerah Selatan juga. Hanya saja lebih ke pesisir dan pelosok. Hasilnya kurang lebih sama dengan apa yang disampaikan oleh Kakek Tua Jubah Hitam barusan. Orang-orang dari Kekaisaran Tang bukan hanya menguasai daerah-daerah penting. Bahkan daerah pesisir dan pelosok sekalipun mereka kuasai. Aku melihat ada beberapa sekte baru yang dibuat di sana. Sepertinya itu adalah sekte buatan mereka sendiri untuk menghimpun kekuatan lainnya. Para tentara Kekaisaran memang ada, namun mereka tidak tahu banyak. Sebab orang-orang itu bisa menyamar menjadi seorang pribumi,"


"Dari informasi yang aku dapatkan, mereka akan merekrut rakyat yang sengsara dengan iming-iming kehidupan layak. Setelah itu mereka pelan-pelan akan mendoktrin rakyat supaya menentang Kekaisaran dengan alasan tidak memperhatikan kehidupan rakyat kecil. Padahal, anggaran untuk rakyat mereka yang curi sendiri, dan jaminan yang akan diberikan kepada rakyat, sebenarnya adalah anggaran yang di khususkan untuk rakyat dari Kekaisaran," jelas Serigala dari Lembah Kematian.

__ADS_1


Dalam hatinya masing-masing, orang-orang yang hadir di sana memuji kecerdikan musuh sekaligus memaki kekejaman yang mereka lalukan.


Hanya demi sebuah tujuan untuk berkuasa, orang-orang itu ternyata rela berbuat sesuatu yang bersebrangan dengan moralitas manusia.


Shin Shui sendiri merasa heran, kenapa manusia ingin sekali berkuasa? Padahal toh dia sudah berkuasa.


Ternyata apa yang di kata oleh pepatah memang benar: Manusia tidak akan pernah bisa merasa kenyang kalau berurusan dengan harta dan kekuasaan.


"Sekarang silahkan Kepala Tetua Yuan Shi memberikan laporan yang kau dapatkan," pinta Shin Shui tanpa bicara lebih jauh lagi.


"Terimakasih Kepala Tetua Shin Shui. Sama seperti kalian, aku dan beberapa orang Tetua Sekte Pedang Emas juga telah mencari-cari informasi di perbatasan Timur selama tiga bulan lamanya. Bahkan mungkin apa yang aku lakukan lebih ekstrim daripada kalian. Aku berani memasuki wilayah Kekaisaran Sung, lalu menyamar menjadi seseorang dan menjadi pengawal pribadi Kaisar sekaligus. Kalian pasti tahu bahwa ini adalah tindakan yang sangat bodoh dan berbahaya. Sebab salah sedikit saja, maka nyawaku menjadi taruhan,"


"Namun demi tanah air, aku rela mengorbankan segalanya. Dan hasilnya tidak sia-sia. Aku mendapatkan seluruh informasi yang memang dibutuhkan. Kekaisaran Sung sangat berambisi untuk menguasai Kekaisaran Wei. Kaisar Sung Poan Siu telah memerintahkan seluruh sekte baik itu hitam ataupun putih untuk membuat kekacauan di daerah perbatasan Timur,"


"Selain daripada itu, Kaisar Sung Poan Siu juga menyuruh ribuan tentara dan beberapa pendekar Kekaisaran untuk turun tangan langsung. Ini adalah langkah pertama mereka, dan langkah pertamanya saja sudah gila. Mereka benar-benar nekad sehingga ribuan nyawa dikorbankan hanya untuk melancarkan niatnya. Para tentara dan pendekar Kekaisaran Wei yang ada di sekitaran wilayah jajahan mereka, di sikat habis tanpa jejak,"


"Sekarang yang berjaga di sana adalah orang-orang Kekaisaran Sung yang menyamar jadi bangsa pribumi dan tentara pemerintah. Kekacauan yang terjadi sama seperti di daerah lainnya. Aku sendiri berhasil membunuh tiga ribuan nyawa tentara mereka dan beberapa nyawa pendekar. Hanya saja kekuatan yang dikirim terlalu kuat, sehingga rasanya aku tidak sanggup,"

__ADS_1


"Saat aku masih menjadi pengawal pribadi Kaisar Sung Poan Siu, dia pernah mengatakan dalam sebuah rapat bahwa dirinya telah menyewa datuk aliran sesat untuk bergabung dengannya. Jumlahnya kurang lebih sepuluh orang, tapi yang sepuluh ini justru lebih berbahaya daripada seribu tentara. Sebab kekuatan mereka sendiri hampir setara denganku,"


__ADS_2