Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Kemarahan II


__ADS_3

"Tarian Ekor Naga Halilintar …"


Jurus permainan pedang terkuat di Kekaisaran Wei sudah keluar. Jurus ini disebut-sebut sebagai jurus pedang nomor satu di zaman ini. Tentu saja alasannya karena dipakai oleh Shin Shui.


Kalau orang lain yang menggunakannya, belum tentu akan sehebat yang diperlihatkan oleh Shin Shui. Sebab beda orang, beda juga hasilnya.


Pedang Halilintar mulai memperlihatkan kehebatannya. Pedang biru terang dengan kilatan aura mengerikan itu sudah memberikan ancaman kepada dua lawannya.


Walaupun yang satu merupakan pemimpin, tapi dia cukup merasa kerepotan juga setiap kali pedang milik Shin Shui bergerak.


Pedang pusaka itu tidak mampu di lihat dengan baik oleh mata telanjang. Hanya orang-orang berkekuatan tinggi saja yang mampu melihat dengan jelas bagaimana pedang tersebut bergerak.


Selain dari pada itu, jangan pernah berharap.


Si pemimpin dan bawahannya sedang berusaha menahan tebasan dan tusukan yang dilancarkan oleh Shin Shui. Keduanya berusaha sebisa mungkin untuk dapat menangkis setiap serangan dahsyat itu.


Si pemimpin juga bersenjatakan pedang, hanya saja belum mampu untuk menyamai Shin Shui. Tapi walaupun begitu, jurus pedangnya tidak kalah hebat dan mengerikan. Bahkan pertahanan orang tersebut sangatlah kuat.


Sehingga meskipun Shin Shui memberikan gempuran serangan, dia masih dapat bertahan walau sedikit kesulitan karena kalah hebat. Sedangkan bawahannya memakai senjata berupa dua tongkat pendek.


Tongkat tersebut terbuat dari sebuah baja murni berwarna merah. Setiap kali tongkat kembarnya bergerak, dua buah sinar merah terang selalu mengiringi. Selain itu, ada hawa panas juga yang selalu terasa jika tongkatnya dimainkan.


Shin Shui masih menggempur tanpa jeda. Semakin lama jalannya pertarungan, semakin hebat pula serangkaian jurus pedang yang dimainkan oleh Pendekar Halilintar.


Alasannya karena pedang pusaka itu dimainkan dengan kekuatan lebih dari setengahnya. Sehingga perbawa yang keluar beberapa kali lebih hebat dari pada biasanya. Di dalam jurus rangkaian Tarian Ekor Naga Halilintar, terdapat banyak sekali jurus perubahan yang tidak akan di sangka oleh setiap musuhnya.


Seperti sekarang ini, Shin Shui sedang menggempur si pemimpin. Gempuran yang dia lancarkan sangat dahsyat bagaikan sebuah badai menghantam bumi.


Kekuatan yang terkandung dalam jurus iru sangat hebat. Bahkan beberapa kali si pemimpin tergores pedangnya. Akibatnya orang tersebut merasakan sakit yang tiada terkira.

__ADS_1


Saat Shin Shui sedang menggempur si pemimpin, saat itu pula dia mengeluarkan jurus tipuan dalam serangan pedangnya.


Pedang yang tadinya menusuk mengarah ke leher, tiba-tiba menjadi berbelok dan menyerang bawahannya. Orang yang dituju tentu sangat kaget menyaksikan serangan mendadak itu.


Sebisa mungkin dia berusaha untuk bertahan. Sayangnya, gerakan pertahanan yang dia berikan terlalu lambat. Kalau melawan orang lain mungkin sudah cukup untuk menyelamatkan diri, tapi jika melawan Shin Shui seperti sekarang ini, maka gerakan orang itu sangat lambat.


Sehingga beberapa jurus kemudian, sebuah sabetan tercipta di bagian pundak kanan orang itu. Darah segar segera mengucur deras dari luka tersebut.


Musuh merintih. Tapi bagi Shin Shui yang sedang marah besar seperti sekarang ini, rintihan lawan justru kebahagiaan baginya.


Shin Shui bisa menjadi orang baik seperti malaikat. Tapi di beberapa situasi, dia bisa berubah bagaikan seorang iblis yang sangat kejam. Dan saat ini, sosok iblis lah yang keluar dari tubuh Shin Shui.


Serangkaian permainan pedang yang lebih hebat segera dia gelar lagi. Kali ini mangsanya bukan cuma satu lawan, namun dua-duanya sekaligus. Si pemimpin, sekaligus si bawahannya yang sudah terluka.


Pedang Halilintar berputar. Putaran yang sangat cepat sekaligus mengandung kekuatan dahsyat sehingga tercipta pusaran. Permainan jurus Tarian Ekor Naga Halilintar masih menjadi jurus andalan bagi Shin Shui untuk saat ini.


Tubuhnya berputar di bawah serangan balasan dua lawan. Pakaian dan warna senjata yang serasi, menambah kegagahan dan kewibawaan.


Memasuki jurus keempat puluh tiga, satu musuh Shin Shui yaitu si bawahan, telah terkapar di tanah tanpa kepala. Bahkan tidak ada yang mengetahui kapan kepalanya lepas dari tempat asal.


Si pemimpin pun sampai terbengong untuk beberapa saat. Pertarungan menjadi berhenti sebentar. Musuh Shin Shui mulai memperlihatkan perasaan takutnya yang mendalam.


Di sisi lain, Maling Sakti Hidung Serigala mendapatkan dua lawan yang merupakan Pendekar Dewa tahap tiga. Sedangkan kekuatan dia sendiri sudah mencapai Pendekar Dewa tahap enam akhir, tentu saja bukan perkara sulit untuk melawan keduanya.


Walaupun memang terbilang sedikit susah, tapi bukan berarti dia tidak mampu untuk menghadapi keduanya.


Maling Sakti Hidung Serigala selain dikenal karena sangat ahli dalam mencari informasi apapun, di lain sisi dia juga terkenal dengan kecerdikan dan kepintarannya. Bagi sebagian orang, Maling Sakti Hidung Serigala ini di anggap memiliki seribu akal.


Apapun masalah yang sedang dia hadapi, dia pasti dapat menemukan jalan keluarnya.

__ADS_1


Saat ini Maling Sakti Hidung Serigala sedang berada dalam posisi menyerang. Kedua tangannya berubah merah membawa seperti api dari neraka.


Dan memang itulah nama jurusnya.


"Pukulan Api Dari Neraka …"


Sebuah jurus pukulan tangan kosong yang sangat mengerikan. Jangankan terkena pukulan, terkena hawanya saja mampu mengosongkan apapun. Selama musuh berada di bawahnya, maka pukulan itu akan sangat mematikan.


Karena pada dasarnya memang jurus tersebut merupakan jurus pamungkas Maling Sakti.


Hanya karana jurus itu saja, entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang dan dibuat jadi abu olehnya.


Maling Sakti Hidung Serigala menjejak tanah. Tubuhnya meluncur sambil siap melancarkan serentetan pukulan ganas. Dua lawannya merasakan panas yang sangat membara.


Keduanya tidak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi.


Tapi, kedua lawan juga mempunyai jurus andalan yang selalu mereka keluarkan di saat nyawanya terancam. Saat ini adalah waktu yang paling tepat.


Dua jurus pamungkas dari masing-masing pendekar sudah keluar. Mereka yang awalnya sedikit takut karena jurus Maling Sakti Hidung Serigala, mini jadi sedikit ada keberanian.


Walaupun si Maling Sakti tahu bahwa lawan sudah mengeluarkan kekuatan sampai tahap tertinggi, tetapi dia tidak merasa gentar sekalipun.


Sebab kemarahannya sudah memuncak seperti Shin Shui. Walaupun dua jurus dahsyat siap menyambut dan bisa mencabut nyawanya kapan saja, Maling Sakti tidak mundur.


Justru dia semakin mempercepat laju kecepatannya dan menambah kekuatan dalam jurus Pukulan Api Dari Neraka tersebut.


"Blarrr …"


Tiag jurus pamungkas dari masing-masing pendekar bertemu di tengah jalan. Keduanya terlempar ke belakang dengan luka masing-masing. Tapi yang terluka justru kedua lawan si Maling Sakti.

__ADS_1


Keduanya terluka parah bahkan pakaian mereka koyak habis. Sedangkan si Maling Sakti sendiri, hanya mengalami luka ringan saja. Sebab tanpa diketahui oleh musuh, sebelumnya dia sudah mempersiapkan benteng pertahanan yang sangat kokoh.


__ADS_2