Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Pengaruh Besar Kaisar Naga Merah


__ADS_3

Di saat berada dalam posisi kebingungan, tiba-tiba saja langit berubah menjadi hitam kelam. Hujan salju untuk beberapa saat tidak turun ke bumi.


Bukan karena sudah berhenti. Melainkan karena ada sesuatu yang menghalanginya.


Begitu Shin Shui memandang ke atas, terlihat ada lima ekor siluman yang besar dan sangat panjang sudah menuju ke arahnya.


Kaisar Naga Merah bersama Naga Biru, Naga Hijau dan siluman naga lainnya sudah datang.


Kelima ekor siluman tersebut meraung mengeluarkan suara mereka yang menggelegar. Para siluman yang berada di pihak Raja Siluman Tanpa Ampun tersentak.


Jangan lupa, mereka adalah bangsa siluman. Sedikit banyaknya, mereka juga mengetahui siapa yang datang. Siapa lagi kalau bukan siluman nomor satu di negerinya?


Lima belas ekor siluman itu kebingungan. Rasa takut segera terpancar dari masing-masing siluman.


Semua pertarungan di tiga titik segera berhenti ketika Kaisar Naga Merah dan rombongannya datang. Para siluman yang tadinya berpencar, kini secara bersamaan bergabung lalu memberikan hormat kepada Kaisar mereka.


Suasana di sana menjadi hening untuk beberapa saat.


"Salam hormat dari kami. Semoga Kaisar Naga Merah panjang umur. Ada perintah apa sehingga Kaisar repot-repot ke alam manusia?"


Seekor siluman kera berbulu ungu bicara. Ukuran tubuhnya berbeda dengan keras pada umumnya. Kera berbulu ungu mempunyai postur tubuh tinggi, mungkin mencapai sekitar dua tombak. Suaranya serak parau.


Wajahnya garang dan tatapan matanya mampu menembus jantung yang ditatap. Tetapi, semua hal mengerikan dan wibawanya hanya berlaku tadi saja.


Karena begitu mengetahui Kaisar Naga Merah datang, dia langsung tunduk penuh hormat. Seolah kekuatan dan keberanian yang tadi dia tunjukkan, mendada sirna dalam seketika itu juga.


"Aku sengaja datang kemari karena sahabatku memanggilku. Dia dalam keadaan bahaya. Sehingga aku harus membantunya dan pergi ke alam manusia," kata Kaisar Naga Merah penuh wibawa.


Pancaran sinar matanya memperlihatkan kekuatan besar. Suaranya mengandung tenaga yang mampu menekan nyali lawan bicara.


Dia berpenampilan gagah. Bahkan sinar merah selalu membara dan sesekali merembes dari tubuhnya menebarkan cahaya keagungan.

__ADS_1


"Maaf, kalau hamba boleh mengetahui, siapa sahabat Kaisar yang dimaksud?" tanya siluman kera bulu ungu.


"Dia, manusia yang hampir kalian bunuh adalah sahabat sejatiku," tegas Kaisar Naga Merah sambil menunjuk Shin Shui


Semua siluman terkejut. Sangat terkejut. Rasa takut segera terpancar lebih hebat lagi. Tubuh mereka bergetar bahkan hampir jatuh.


Semua siluman tidak dapat menahan diri lagi. Mereka segera bersujud ke arah Kaisar Naga Merah.


"Kami semua pantas mati karena telah berbuat lancang. Perbuatan ini sungguh tidak pantas untuk di maafkan. Kalau Kaisar ingin membunuh kami, kami siap menerimanya tanpa perlawanan apapun. Kami rela demi menebus kesalahan yang memalukan ini," ujar si kera bulu ungu penuh ketakutan.


Raja Siluman Tanpa Ampun dan Ratu Siluman Liar tersentak. Kedua suami istri itu tidak menyangka bahwa orang yang mereka kenal sebagai Pendekar Halilintar, ternyata mempunyai jaringan luas.


Bahkan sangat luas sekali.


Saking hebatnya Pendekar Halilintar, justru dia mampu menjadi sahabat Kaisar Naga Merah. Bahkan dapat kapan saja memanggilnya.


Dan ternyata yang terkejut bukan hanya Sepasang Suami Istri Penguasa Hutan Misteri saja, bahkan Shin Shui sendiri kaget. Dia tidak menyangka bahwa Kaisar Naga Merah ternyata mempunyai pengaruh besar bagi para siluman.


"Kalian jangan meminta maaf kepadaku. Minta maaflah kepada orang yang hampir kalian bunuh," kata Kaisar Naga Merah sambil menunjuk Shin Shui.


Kali ini para siluman memberikan hormatnya kepada Shin Shui. Mereka bersujud seperti sebelumnya.


"Maafkan atas kelancangan kami tuan. Kalau tuan ingin membunuh kami, silahkan. Kami semua memang pantas untuk di hukum," kata siluman kera bulu ungu.


Tentu mendapatkan hal seperti ini, Shin Shui sungguh kaget. Dan dalam hatinya, dia mengagumi Kaisar Naga Merah. Ternyata sahabatnya tersebut mempunyai nama besar yang tidak tanggung-tanggung.


"Tidak, tidak, tidak perlu. Kalian sudah aku maafkan. Sekarang berdirilah," kata Shin Shui sedikit gugup karena tidak terbiasa diperlakukan seperti ini.


Para siluman serentak berdiri. Mereka langsung ke pinggir. Tidak berani lagi berada di tengah-tengah.


"Aku minta kalian pergi dan jangan kembali ke alam manusia lagi," perintah Kaisar Naga Merah.

__ADS_1


"Semua titah Kaisar akan segera kami laksanakan. Kami mohon pamit," jawab si kera berbulu ungu.


Mereka benar-benar pergi. Pergi kembali lagi ke Negeri Siluman dan mungkin tanpa kembali ke dunia manusia.


Sekarang yang ada di sana hanyalah Sepasang Suami Istri Penguasa Hutan Misteri saja. Tidak ada yang lain lagi. Bahkan seekor siluman pun tidak ada.


Sepanjang kejadian mengejutkan barusan, keduanya merasa seperti mimpi. Mereka ingin tidak percaya atas apa yang terlihat di depan mata. Sayang, semuanya memang nyata. Bukan mimpi.


"Sekarang semua muridmu sudah tidak ada, lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Shin Shui sedikit mengejek.


"Walaupun semua muridku sudah tidak ada, namun aku tetap akan bertarung denganmu. Jangan berpikir karena muridku pergi lalu aku taku padamu, jangan bermimpi," bentak si Raja Siluman Tanpa Ampun.


Selesai berkata seperti itu, dia langsung saja menyerang Shin Shui menggunakan tongkat kepala ular andalannya. Tongkat itu dia mainkan dengan sangat cepat dan gesit. Putaran tongkat kepala ular membawa deru angin tajam. Suara berdengung terdengar seperti suara ribuan lebah.


Serangan pertama berupa hantaman yang mengincar pundak kanan, sudah hampir tiba. Shin Shui tidak menghindar.


Justru dia malah menangkap tongkat tersebut menggunakan tangan kanannya. Sekarang dia sudah terlanjur mengeluarkan kekuatan sampai ke titik puncak. Jadi kalau sampai dia menghindar, rasanya sungguh memalukan.


Tongkat kepala ular milik Raja Siluman Tanpa Ampun bergetar, tangan Shin Shui si Pendekar Halilintar menggenggamnya dengan sangat erat.


"Krakk …"


Tongkat kepala ular yang selalu dia banggakan, tongkat yang selalu dia andalkan untuk membunuh lawan tangguh, kini telah tinggal kenangan. Tongkat tersebut sudah patah hanya dengan satu tangan Pendekar Halilintar. Bahkan patahnya mengepulkan asap juga.


Raja Siluman Tanpa Ampun terperanjat, sampai kapanpun, dia tidak mau mempercayai kenyataan pahit ini. Kehilangan tongkat kesayangan, rasanya sama saja dengan kehilangan keluarga.


Di balik kekagetan, Raja Siluman Tanpa Ampun langsung marah besar. Matanya menyorot tajam kepada Shin Shui. Dia berteriak sangat keras. Kemudian meluncur puluhan jarum beracun yang entah dari mana datangnya.


Selain itu, ada juga bola api yang menerjang Shin Shui.


Kecepatan berbagai macam serangan tersebut sungguh sulit untuk diceritakan. Kalau saja sasarannya orang lain, sudah pasti mereka tidak akan mampu untuk menghindarinya.

__ADS_1


Tapi Shin Shui bukanlah orang lain.


Kedua tangannya di rentangkan. Kemudian dia menghimpun tenaga dalam lalu seketika keluar kekuatan dahsyat yang melindungi dirinya.


__ADS_2