Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 102


__ADS_3

"Kebanyakan bacot loe !!" Teriak Alex.


Monica terkepung lima orang laki-laki. Namun dia tetap tak bergeming. Tetap dengan kuda-kuda yang sudah dia pasang.


Satu orang maju dengan mengarahkan tinjunya. Secepat kilat Monica menghindar kemudian mengangkat kakinya memberikan sebuah tendangan ke belakang. Duaaagghh. Tepat sasaran. Secepat kilat Monica menyambar knuckle yang dia sembunyikan dibalik saku roknya. Dan kembali pada posisi siaga.


"Boleh juga loe jadi cewek !!" Ucap Alex kagum.


Satu orang kembali maju. Monica kembali memberikan tendangan mautnya. Hingga secepat kilat orang itu jatuh tersungkur. Terakhir Monica menginjak tangan orang itu. Terdengar teriakan yang memilukan.


Kembali ada pergerakan dari belakang tubuhnya dengan cepat Monicapun meraih tangannya dan membanting tubuhnya. Belum puas Monica memukuli wajah laki-laki itu menggunakan knuckle yang dia gunakan. Dan..... Kembali teriakan memilukan terdengar. Sisa dua orang lagi.


Tanpa Monica sadari ada tiga pasang mata yang melihat semua kejadian itu. Dari awal bahkan setelah Monica menjatuhkan tiga orang laki-laki.


"Bro kita gak bantuin?"


"Gila masih ada ya cewek kayak gitu. Gue pikir tuh cewek bakalan teriak minta tolong. Gak taunya !!! Gila." Yang diajak bicara masih menatap lekat seorang gadis yang tengah berkelahi. Matanya pun menunjukkan kekaguman.


"Bro Napa loe diem?"


"Steve loe Napa diem? Kita gak bantuin nih? Terus napa loe tadi lari-lari kalau ujung-ujungnya cuma nguntit gini?" Teriak David.


"Diem loe ndro !! Jangan teriak-teriak !!" Membungkam mulut sahabatnya yang sudah seperti kompor meledak.


"Kita awasi dulu gitu maksud loe?" Tanya Candra.


Kembali pemuda bernama Steve terdiam. Namun matanya kembali menatap seorang gadis yang tengah berkelahi dengan seksama.


"Wah ternyata loe tekondow? Gak nyangka gue !! Hei man, kita serang bareng aja." Teriak Alex memberikan instruksi.


"Ok bos !!"

__ADS_1


Keduanya maju menyerang. Agnes kembali memberikan tendangan dan pukulan. Satunya tersungkur. Namun Monica belum puas. Dia tersenyum simpul kemudian memberikan tendangan mematikan ke perut orang yang sudah tersungkur itu. Kembali sebuah teriakan terdengar. Kini tinggal Alex seorang.


"Gimana? Masih mau bermain?" Tanya Monica.


"Brengsek !!!" Umpat Alex. Kemudian menyerang Monica dengan pukulan-pukulannya. Monica menghindar dan sembari memberikan pukulan maupun tendangan. Namun ternyata Alex menguasai Boxing. Alex tersenyum menyeringai. Mereka terus beradu. Hingga sebuah pukulan mendarat telak kepipi mulus Monica.


"Ahaha !!! Gimana?"


"Cih!!" Monica kembali melancarkan aksinya. Ditambah emosi yang membuncah. Monica menendang bagian intim milik Alex. Tentu saja Alex langsung roboh dan tak fokus.


"Loe cu...rang...."


"Hahaha curang? Kalau pertandingan itu curang. Tapi kalau untuk hidup dan mati itu adalah pertahanan diri !!" Monica memanfaatkan keadaan kembali menendang wajah Alex hingga jatuh tersungkur. Dan ....


"Aku memberimu kenang-kenangan ya", ucapnya. Kemudian Monica memukul wajah Alex berkali-kali menggunakan knuckle. Terakhir menginjak perutnya dengan sekali hentakan Alex pingsan.


Setelahnya Monica segera mengambil tas yang dia lemparkan tadi kemudian berlari meninggalkan tempat pergumulan maut itu. Sebelum ada yang melihatnya. Karena Alex termasuk salah satu donatur dikampus itu. Bisa gawat kalau Monica menjadi sasaran. Namun tanpa disadarinya tiga pasang mata melihat semua kejadian dari awal hingga akhir dengan mulut ternganga benar-benar kagum akan kemampuan beladiri seorang gadis mungil.


💞💞💞


"Tenang nona muda. Jika nona Monica sudah seyakin itu, maka giliran kita untuk yakin kepadanya. Kalau dia bisa diandalkan", Agnes menenangkan nona mudanya. Kini mereka berada di dalam mobil bersama pak Surya. Dan tak berapa lama mereka kedatangan beberapa sosok pria berpakaian serba hitam.


"Maafkan kami nona Agnes. Karena pos berjaga kami masih jauh dari tempat kejadian. Kalau begitu kami akan menyusul nona Monica," Ucap salah satu pria berpakaian serba hitam itu.


Agnes menganggukkan kepalanya. Saat hendak melangkahkan kakinya mereka melihat Monica berlari kearah mereka. Ani langsung berdiri kemudian merentangkan tangannya untuk menyambut Monica. Saat tiba segera saja Monica memeluk Ani.


"Beb aku baik-baik saja tenanglah", kata Monica.


"Aku takut. Aku takut Monic. Ini salahku. Huhuhuhu,"


"Bukan salah siapa-siapa oke? Lihat aku tak apa-apa!!" Monica melepaskan pelukannya. Kemudian tersenyum kearah sahabatnya. Mata Ani terbelalak. Diujung bibir Monica terdapat sedikit noda darah. Disamping itu, pipiulus itu pun sedikit membengkak.

__ADS_1


"Astaga Monica!! Lihat ini. Sakitkah?" Ani menyentuh ujung bibir Monica.


"Auww.... sakitlah kalau dipegang." Monica meringis kesakitan. "Selain ini aku gak apa-apa. Nes udah kasih kabar tuan muda?" Tanya Monica.


"Sudah. Setelah ini akan diselidiki oleh tuan muda. Tapi nona Monica apakah kamu atau nona muda pernah menyinggung mereka?"


"Ya enggaklah !! Gila ngapain aku nyari masalah sama Alex. Tapi kok Alex kenal sama Ani? Perasaan Ani gak pernah nunjukin jati diri. Bahkan terkesan pendiam. Jadi gak mungkin kan, kalau tiba-tiba Alex nyari Ani", ujar Monica.


Sepertinya ini bukan masalah sepele. Karena memang nona muda selama ini tak pernah memiliki masalah. Apa mereka dibayar oleh seseorang? Agnes.


Apa ini ulah Jessica? Karena tadi pagi? Ani.


💞💞💞💞


**Hai... Ini udah mulai masuk konflik... tolong jangan lupa vote yang banyak ya.


pengenalan karakter\=


Ardan: Dingin, cuek, kejam, dan bucin sama istrinya.


Ani: Udah tau ya lemah lembut, ramah dan tegas.


Monica: Supel, humoris dan sabuk hitam tekondow.


Dion: Masih punya ati sih. Misterius sama orang yang baru kenal. Gak pernah terjun langsung sendiri, semua dilakukan oleh sekretaris pribadinya. Nanti ada ceritanya juga.😏😏


Kevin: Paling tenang nih. Sabar, baik dan bucin. 😂**


**Agnes: Misterius 🤣🤣 nanti ada ceritanya.


Jangan lupa vote vote vote** !!!

__ADS_1


__ADS_2