
"Sayang? Kenapa diam saja? Kamu tahu Kevin? Dia sepertinya tertarik dengan Monica."
Aaaaaaaa jadi aku salah paham? Aiiiishhhh apa sih aku ini. Belum tentu benar tapi aku sudah menuduh mas Ardan yang tidak tidak.
"Oooohhhh.....fyyuuuuhh."
"Kenapa? Kamu pikir itu mas yang nanya tentang Monica. Jangan gila sayang."
"Maaf... Aku sempat berfikir yang tidak-tidak." Ani menyesal semapt berpikir Ardan akan mengkhianatinya sama seperti Johan dulu.
"Sudahlah.... Apa Monica sudah punya pacar?" Pertanyaan itu diulang Ardan lagi.
"Setahuku belum mas. Karna dia hanya fokus pelajaran saja. Yang penting temannya mas itu bisa jaga Monica.Aku akan senang jika begitu."
"Kevin dia itu pria yang baik sayang. Tapi beberapa waktu lalu pacarnya selingkuh. Karna memang Kevin adalah orang yang sibuk. Kamu tahu kan kerjaan mas banyak sekali. Kevin yang terkadang membantu mas jika ada meeting diluar kota. Tetapi pacar Kevin dulunya juga begitu materialistis. Jadi begitu mereka putus mas gak kaget."
"Oh gitu ya mas. Tapi gimana Monica ya mas dia sih gak pernah cerita sama aku. Em apa nanti aku tanyakan dia dulu ya mas?"
"Begitu juga boleh sayang. Yang penting keduanya nyaman."
"Oke mas."
💞💞💞
Aku harus bilang gimana ya sama Monica? Aku takut nanti dia menolak. Dan lagi kalau-kalau ternyata dia sudah punya pacar. Iya juga sih. Selama ini aku bahkan gak tahu apa-apa tentang Monica. Tapi gak ada salahnya coba bertanya ya kan.
"Ani...."
__ADS_1
"Kau...!!!" Ani kesal lantaran pria dihadapannya benar-benar tak tahu malu menemuinya seperti ini.
"Kita ngobrol yuk." Ajak Johan.
"Maaf aku hari ini ada kelas pagi." Sahut Ani sembari beranjak pergi.
Johan meraih tangan Ani.
"Apa yang kau lakukan? Lepaskan !!!"
"Aku bilang ayo kita bicara."
"Enggak.... Kumohon biarin aku pergi. Kamu kenapa sih?"
"Kau masih mencintaiku kan?"
"Aku yakin kau masih mencintaiku. Kau sampai menyusul ku kemari. Iya kan?"
"Johan tolong jangan gila. Aku sudah menikah. lihatlah ada satu cincin mas kawin dari suamiku. Apa matamu buta?"
Johan langsung melihat cincin yang berada dijari manis Ani.
Cincin ini sangat mahal. Meskipun hanya terlihat berlian kecil. Tapi aku yakin jika dijual ini terhitung mahal. Siapa laki-laki yang menikahinya?
"Katakan padaku siapa laki-laki yang menikahimu?"
"Ckckkckckck Johan Johan apa yang kau harapkan sekarang? Kalau kau mengharapkan aku masih bodoh seperti dulu. Maaf. Jangan harap. Aku tak akan termakan ulah kalian lagi. Ingatlah kita sudah bercerai pertanda akhir dari segalanya tentang kita."
__ADS_1
"Kau pasti terpaksa kan menikah dengannya? Katakan padaku. Jadilah simpananku aku juga akan menghidupimu."
"Hahahhaaha kau menghidupi aku? Hei Johan kemana saja kau selama ini? Kau bahkan tak memberikan hak untuk anakmu sendiri dan kau dengan sombongnya bilang akan menghidupiku? Jangan halu kamu Johan."
"Sudahlah Ani aku yakin kau juga menjadi simpanan seseorang kan? Ikutlah denganku aku akan memberikanmu materi dan juga untuk anak kita Rendy."
"Tutup mulut busukmu itu !!!" Monica berteriak lantang. Tak perduli beberapa pasang mata melihat kearah mereka.
"Lepaskan Ani". Tangan Monica meraih tangan Johan kemudian dipukulnya tangan laki-laki itu. Akhirnya tangan Ani terlepas dari cengkeraman Johan.
"Kau perempuan sial. !!!" Johan mengangkat tangannya. Monica menahan tangan Johan. Kemudian ditendangnya ************ Johan. Dia meringis kesakitan.
"Waaaaahhh maaf ya habis nya aku takut sahabatku kamu sakiti. Maaf juga ya burungmu jadi korban. Soalnya aku sengaja."
"Monica ayo kita pergi saja. Jangan diladeni orang busuk ini". Ani menarik tangan Monica.
"Tunggu Ani katakan padaku sekali saja apa benar kau sudah menikah? Lalu siapa suamimu? Sudahlah denganku saja sama-sama jadi wanita simpanan bukan?"
"Ardan Wijaya." Jawab Monica.
"Heh aku gak tanya kamu wanita sialan. Ardan Wijaya? Hahahaha jangan mimpi !!!"
"Benar Johan apa yang dikatakan oleh Monica. Aku sudah menikah secara sah agama dan hukum dengan Ardan Wijaya. Kalau kau tak percaya tanya saja tunanganmu itu kemarin hari Sabtu aku bertemu dengannya di kantor suamiku. Tolong jangan ganggu aku !!"
Ani dan Monica segera berlalu meninggalkan Johan.
"Sialannn....!!!! Jadi dia kemari karna menikah dengan Ardan Wijaya? Sialan kau wanita ******. Lihat saja aku akan membuatmu diabaikan oleh Ardan Wijaya suami kebanggaanmu itu. Ciiiihhh.."
__ADS_1
Â