
Aku mau promosi dulu ya. Baca juga novel author yang lainnya. Nggak bakal author pindah lagi kok 😂😂😂 Ini versi Rianna.
Elena dan Lady menuju lokasi tempat pameran berlian itu. Kali ini adalah misi yang sangat penting dan berbahaya. Mengapa berbahaya? Tentu saja di tempat pameran tersebut pasti ada banyak penjaga untuk keamanan. Menurut Elena, mencuri persenjataan di markas mafia lain justru lebih mudah.
"Ini peta aula pameran berlian itu. Pelajari tematp-tempatnya. Perkara cctv dan penjaga diluar serahkan padaku. Kau fokuslah dimana berlian itu ada. Sesuai rencana kita bergerak setelah jam menunjukkan tepat pukul 12 malam."
"Lady, kau jangan khawatir. Bukankah kau sudah tau kemampuanku?" tanya Elena dengan santai.
"Queen, ingatlah untuk tetap berhati-hati. Terlebih kali ini kita akan melanggar hukum. Kau harus ingat posisimu. Kita hanyalah pion dari mami. Meskipun kau memiliki instituisi yang tajam, satu kesalahan yang kau perbuat kita bisa berakhir menjadi tidak berguna. Kau paham apa yang aku katakan bukan?" Lady menatap ekspresi dari Queen. Keduanya memang telah hidup bersama meskipun itu dalam kondisi yang darurat sekalipun.
__ADS_1
"Aku lebih paham hal ini darimu, Lady. Aku juga sadar bagaimana posisiku. Bagiku, bisa membalaskan dendam kedua orangtuaku itu sudah cukup. Meskipun suatu hari nanti aku menjadi pion yang tidak berharga untuk mami sekalipun, tak apa. Tujuanku hidup hingga saat ini adalah membuat orang yang telah membantai papa dan mamaku menderita. Agar dia juga merasakan rasa sakit seperti yang orangtuaku rasakan. Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Jadi Lady, aku tak akan menyesal berada di jalanku."
Lady menghela nafasnya dalam-dalam. Inilah sifat keras kepala dari Queen selama mereka bersama. Kini mobil telah sampai di hotel ternama di London.
"Queen, banyak sekali penjaga diluar sana. Aku rasa kau tidak akan bisa masuk dengan pakaian itu. Aku sudah membawa 2 gaun untuk masuk ke dalam sana," tutur Lady sembari mengulurkan satu tas paperbag.
"Gaun? Lihatlah Lady. Kau menyuruhku memakai ini?" tanya Elena.
"Kau ingin masuk apa tidak?" tanya Lady dengan kesal. Membuat Queen berdecak kesal dan pada akhirnya mengiyakan kata-kata Lady.
Queen dan Lady pada akhirnya bisa memasuki hotel. Selebihnya keduanya berjalan menuju lantai paling atas hotel atau Rooftop hotel tersebut. Sepanjang perjalanan keduanya menuju Rooftop, kedua pasang mata Lady tak berhenti terus melirik di bagian mana saja tempat yang terpasang kamera cctv. Itu akan mudah untuk menggambarkan kondisi ketika mereka sudah memulai aksi mereka.
__ADS_1
"Disini dingin. Aku rasa akan aman disini. Mereka pasti terfokus pada pameran berlian itu," ucap Lady.
"Hem. Kau tenang saja Lady. Aku.sudah tau dimana saja letak cctv itu. Kemarikan remotku."
Lady menganggukkan kepalanya. Kemudian Lady mengambil sebuah remot yang ia sembunyikan dari balik gaunnya. Queen berdiri diujung Rooftop dan segera memencet tombol itu. Beberapa waktu lamanya, akhirnya sebuah drone datang beserta dengan sebuah tas ransel. Setelahnya Lady meraih dab membuka tas yang sedari tadi dia bawa. Setelah menemukan alat yang biasa digunakan oleh Queen, Lady segera menyodorkan buku gambar beserta sebuah pena. Queen segera menggoreskan tinta itu diatas buku gambar miliknya. Daya ingatan Queen memang sangat tajam. Itulah mengapa IQ nya diatas rata-rata.
"Ini pelajari dimana saja cctv itu berada. Kau sudah bawa alatnya bukan?" tanya Queen.
"Tentu." Terlihat Lady sudah berganti pakaian serba hitam. Itu akan memudahkannya untuk bergerak. Kini Queen juga melakukan hal yang sama. Berganti pakaian dan kemudian membawa sebuah tali khusus yang diujungnya memiliki pengait. Setelah mengaitkan pada ujung yang dirasa aman, Queen segera mengikatkan tubuhnya dengan sabuk pengaman yang terdapat diujung tali tersebut. Begitu pula dengan Lady, juga melakukan hal yang sama. Setelah melakukan hal itu, kini keduanya telah bersiap untuk beraksi. Saat ini hal yang harus mereka lakukan adalah menunggu sampai pameran itu selesai.
*****
__ADS_1
Dua jam kemudian ....
"Lady, waktunya kita beraksi," ucap Elena sembari melihat jam tangan miliknya. Lady menganggukkan kepalanya. Kemudian Queen memundurkan tubuhnya setelah sebelumnya dia melihat situasi dan kondisi di bawah sana yang telah sepi. Setelah mundur beberapa langkah, Queen segera berlari dan pada akhirnya melompat dari sebuah pagar hingga membuat Queen terjun dengan bebas ke bawah.