Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 177


__ADS_3

"Kau mau apa?"


"Ehmm,"


"Kenapa? Kevin?" Sarah semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan anaknya. Pasalnya Kevin terlihat mengendap-ngendap.


"Anu,"


"Kevin yang jelas," Sarah mengamati anak lelakinya. Dari penampilannya dia bisa menarik kesimpulan bahwa anak lelakinya akan pergi kesuatu tempat. Terlihat Kevin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Oh...Mama tau kamu pasti mau ketemu sama Monica kan?"


Hening, Kevin lebih memilih untuk bungkam.


"Sepertinya kamu nggak mau jujur ya."


"Ma," memelas. Kini Kevin memasang wajah mengiba. Rasa rindunya sudah tak tertahan lagi. Bagaimana mungkin dia harus menahan kerinduan ini lebih lama. Sarah menghembuskan nafas panjangnya. Anak lelakinya itu benar-benar budak cinta. Sama persis seperti suaminya dulu. Tapi adat tetaplah adat. Dia harus kekeh mempertahankan prinsipnya. Bahwa Kevin dan Monica dipingit.


"Nggak bisa Kevin. Bukan mama ngelarang kamu buat ketemu sama Monica. Tapi ingatlah tinggal lima hari lagi kalian akan menikah bukan? Sudahlah Nak, kenapa kamu gelisah begini."


"Ma, aku kangen sama Monica. Aku udah dua hari lo nggak ketemu."


"Kevin ! Jangan berlebihan Nak. Cuma satu Minggu aja kok. Habis itu kamu bakalan nikah sama Monica. Nunggu sebentar aja kok,"

__ADS_1


"Tapi ma," Kevin masih memasang wajah memelasnya.


"Kalau ngerti sikap kamu kayak gini, mending mama nggak kasih restu kamu nikah!"


"Lah kok? Aduh ma, jangan gitu dong. Iya deh Kevin nggak ketemu Monica dulu. Tapi mama tetep kasih restu ya," kini giliran Sarah yang merajuk. Tangannya bersedekah didadanya. Kemudian memalingkan wajahnya melihat kearah lainnya.


Giliran. aku ngomong begitu aja nih anak langsung berubah. Heran deh, dia mirip siapa sih jadi budak cinta begini.


"Mama maafin aku ya."


"Oke mama bisa maafin kamu. Tapi kamu harus nuruti keinginan mama. Selama dua hari penuh kamu jadi budak mama," Sarah menarik sudut bibirnya. Kini dia membalaskan dendamnya.


"Hah?" Kevin melongo.


"Ma, jangan aneh-aneh deh."


"Kenapa? Kamu nggak mau jadi budak mama? Ya udah, jangan minta restu sama mama. Batalin tu nikahannya."


"Ah iya deh ma. Aku janji bakalan nurutin keinginan mama. Selama dua hari kedepan aku budakmu ma,"


Ya ampun gini amat ya aku. Emang mama paling top masalah ngerjain orang. Moga aja Dion Ama Agnes nggak marah kalau ide usulan honeymoon mereka berdua dari hasil kegilaan mama aku. Duh nggak bisa ngebayangin deh gimana tuh dua anak yang sama-sama kayak preman disuruh bulan madu paksa. Moga aja Dion kagak babak belur.

__ADS_1


"Ya udah ayo kita belanja yuk ke mall," Sarah menenteng tasnya. Kemudian segera menarik lengan Kevin untuk mengikutinya.


Ya ampun gercep amat nih nyokapku masalah belanja.


*******


"Ma, nggak salah nih?"


"Kenapa Vin?"


"Mama kenapa belanja baju sebanyak ini? Kan bulan kemarin udah beli ma. Apa nggak mubadzir beli baju sebanyak ini?"


"Kenapa? Kamu keberatan ya?" menatap Kevin dengan sorot mata tajam.


"Yah enggak ma. Bukan gitu, tapi ini udah terlalu banyak untuk mama doang kan?"


"Kamu pelit banget sih Kevin! Mama kan belanja nggak 1 trs ratusan juta. Mama kan udah belanja murah-murah ini. Mumpung diskon tau."


"Diskon apanya ma? Itu karena harganya udah dinaikin duluan. Jadi sama aja ini bukan diskon!"


"Oh ya ampun kamu bentak mama?" Sarah kini mengentikan aktivitasnya. Menatap Kevin dalam-dalam. Kini mereka menjadi omongan publik dalam sekejap.

__ADS_1


Mereka memuji wajah Sarah yang terlihat awet muda. Terlebih wajah Kevin yang tampan dan cool.


__ADS_2