Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 136


__ADS_3

💞Justin💞


"Sesuai perintah kita akan bangkit. Segera ambil senjata beserta amunisi. Kita hancurkan markas inti milik Smith !! Selamat bangkit kembali ™Ꭰᥲʀκ͢☢Ӄᴎ͟͞ɪ͟͞ԍ͟͞ʜ͟͞ᴛ]™ !!!"


Sorak sorai memenuhi ruangan. Aku memandang pemandangan yang sudah lama terkubur. Benar-benar bangkit kembali.


Kami memulai dari tempat yang diusulkan oleh Kaisar. Sepertinya memang pilihan yang tepat jika kami harus menghancurkan tempat itu.


Setelah semua persiapan selesai aku segera menyambar kontak mobil milikku dan mereka semua mengikuti gerak-gerikku. Aku hanya membawa setidaknya 25 orang dalam bagian ini. Karena sisanya akan digunakan untuk penyerangan berikutnya.


"Ingat secara perlahan dan hati-hati. Karena penjagaan mungkin saja disana sangat ketat," mereka semua mengangguk kemudian memasuki mobil-mobil yang sudah dipersiapkan. Begitupun aku. Aku adalah pemimpin mereka saat ini segera saja kuinjak pedal gas dan segera meluncur kegudang tersebut.


Perlu waktu satu jam untuk sampai dipinggiran kota. Hawa dingin menyeruak masuk kedalam baju kemejaku. Aku mengalungkan pistol yang menjadi kesayanganku. Begitupun yang lainnya. Namun tidak hanya pistol saja yang saat ini kami bawa.


Aku mengisyaratkan tanganku mereka mengangguk dan kami berpencar. Kami berbicara lewat Earphone yang kami pasang ditelinga masing-masing sebagai satu-satunya alat komunikasi kami.

__ADS_1


Kami mengamati keadaan sekitar. Kemudian anak buahku yang aku tugaskan untuk menerbangkan drone mulai waspada mengambil gambar disekitar kami yang mulai mencekam setidaknya agar kami bisa memperkirakan berapa jumlah pasukan didalam gudang tersebut.


"Sepertinya hampir 30 orang yang berada digudang itu Justin. Yah hampir sama dengan pasukan kita,"


"Berarti setidaknya kita seimbang kita pancing mereka keluar dan sisanya tujuh orang seperti apa kataku tadi hancurkan tempat itu. Jangan sisakan sedikitpun,"


Mereka kembali mengangguk. Dan aku segera bersiap untuk segala kemungkinan apa yang terjadi. Kutarik nafas panjang dan menghembuskannya.


"Seraaaaang !!!" teriakanku yang memekakkan telinga membuat mereka yang menjaga tempat itu kembali waspada. Kami berlari sekuat tenaga dan sembari mengayunkan samurai milik kami. Sisanya mereka secara perlahan menyusup masuk kedalam mendekati inti dari kekuatan mereka.


Hentakan samurai dan lolongan senjata api tak mengindahkan semangat kami.


Setidaknya dibalik kemeja atau pakaian kami, kami memakai baju Anti peluru. Kenapa dibalik kemeja dan pakaian kami? Supaya mereka yakin kalau kami menyerang tanpa persiapan yang matang.


Saat penyerangan yang mencekam itu. Aku melihat beberapa anak buahku kembali bergabung bersamaku. Seringai sinis aku sungging dibibirku.

__ADS_1


Hitung saja lima menit dari sekarang.


"Mundur !!!" Teriakku. Segera saja tanpa peringatan kedua kalinya, mereka semua menarik diri. Karena mereka tau apa yang akan terjadi. Walaupun ada diantara kami yang terluka sekalipun harus merangkak maka kami harus segera menarik diri. Hanya lima menit.


Dentuman suara yang menggelegar memekakkan telinga. Memporak-porandakan semua yang ada disana. Meluluhlantakkan dua buah gudang yang berisi amunisi dan senjata milik Smith. Inti dari kekuatan mereka. Memang aku meracik sebuah granat kecil. Walaupun hanya frekuensi kecil sekalipun dikarenakan diisi dengan bahan bakar atau senjata api. Tentu saja akan memporak-porandakan tempat itu.


Aku tersenyum puas. Misi selesai.


"Bawa mereka yang terluka. Jesslyn dan Lita akan mengobati kalian. Aku akan melapor ketuan muda. Hidup ™Ꭰᥲʀκ͢☢Ӄᴎ͟͞ɪ͟͞ԍ͟͞ʜ͟͞ᴛ]™ !!"


"Hidup !!"


"Hidup ™Ꭰᥲʀκ͢☢Ӄᴎ͟͞ɪ͟͞ԍ͟͞ʜ͟͞ᴛ]™ !!"


"Hidup !!"

__ADS_1


__ADS_2