Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Penyergapan.


__ADS_3

Dengan segera Rendy menarik pelatuk senapannya. Dengan adanya peredam suara, para penjaga itu satu persatu roboh saat itu juga. Karena senapan laras panjang milik Rendy, sekali menarik pelatuk maka akan keluar 2 buah peluru yang akan melesat menghujam target musuh.


Sesaat hal itu berjalan mulus, hingga para penjaga itu mulai menyadari suara lenguhan yang selalu bersusulan. Pada akhirnya membuat Jones dan anak buahnya mengambil tindakan penyerangan. Mereka semua saling baku hantam dan melesatkan timah panas. Namun Rendy dengan cepat dan akurat mampu menyelesaikannya tanpa kendala yang berarti.


Sekarang tinggal Kei bersama anak buahnya yang menyusup masuk ke rumah kayu tersebut. Tadinya saat mereka semua saling menyerang, Rendy dan Kei menjalankan rencana B. Yaitu pasukan dibagi menjadi 2 kubu. Awalnya Kei menolak, tetapi Rendy terus menyakinkan jika Jones juga pasti akan mengambil tindakan apabila terjadi sesuatu padanya.


Mungkin para penjaga yang berada di luar rumah kayu tersebut kehilangan nyawanya. Tetapi tidak bagi mereka yang berada di rumah kayu tersebut. Secepat kilat Kei bergerk menyusuri setiap ruangan yang ada. Sesuai petunjuk dari drone, saudara Leo disekap di sebuah gudang yang tertutup rapat. Dengan penjagaan yang paling ketat dari ruangan lainnya.


Hal itulah membuat Kei yakin dimana saudara lelaki Leo itu disekap. Ternyata tak hanya Kei saja yang telah masuk ke dalam rumah kayu tersebut. Seorng lelaki dengan umur yang jauh dibawah Kei telah mendobrak pintu ruangan yang tertutup rapat itu. Kei kembali mengeluarkan senjata laras panjang miliknya saat melihat masih ada musuh dan segera melesatkan timah panas itu kepada para musuh yang tersiksa. Tetapi karena Kei masih membutuhkan mereka untuk diintrogasi, maka Kei dengan sengaja melesetkan tembakannya. Maka dari itu, mereka semua hanya terluka tetapi tidak mati. Bagi Kei dan Rendy menyiksa musuh seperti itu adalah sebuah kesenangan tersendiri. Melihat guratan-guratan pada wajah musuh yang tengah menahan rasa sakit.

__ADS_1


Kini Kei menemukan orang yang disekap itu bersama seorang lelaki yang telah lebih dulu menyelamatkannya. Setelahnya mereka semua segera berlalu meninggalkan rumah kayu tersebut. Di luar Rendy dan Jones melihat Kei dan yang lainnya selamat mereka berdua tersenyum. Tak hanya itu, ternyata Kei juga membawa para anak buah yang sepertinya memiliki posisi penting bagi musuh.


Setelah dirasa semua telah keluar dan ebrjalan menjauh dari rumah kayu tersebut, Kei kembali beraksi. Kali ini dia mengeluarkan gas terkompresi dari dalam tasnya. Kemudian membuang benda itu di depan rumah kayu tersebut.


Boom!


"Terima kasih telah menyelamatkan aku Tuan-tuan. Aku seperti bermimpi kali ini. Kupikir aku akan mati ditempat itu. Tak kusangka kalian semua menyelamatkan aku. Perkenalkan namaku, Xiaonai."


"Tidak masalah, Tuan Xiaonai. Oh ya aku Rendy, ini Jones dan ini Kei, asistent pribadiku." Rendy memperkenalkan dirinya dan juga yang lainnya.

__ADS_1


"Kalian duluanlah. Aku ada yang ingin kukatakan kepada Tuan Rendy," ucap Jones kepada yang lainnya.


Mereka semua mengangguk dan memahami. Kemudian berjalan melangkah meninggalkan Jones dan Rendy. Namun, ada satu manusia yang bahkan tak bergeming 1cm sekalipun. Siapa lagi jika bukan, Kei.


"Kei ... Sedikit menjauhlah. Aku tidak akan lecet sedikitpun," kata Rendy sembari memberikan tatapan tajam kepada Kei. Lelaki itu sejenak mematung. Setelahnya Kei, memberikan tatapan yang tajam pada Jones. Sebelum akhirnya Kei benar-benar melangkahkan kakinya pergi meninggalkan. "Mereka sudah pergi Tuan Jones. Katakan apa yang kalian dapat untuk data milik wanitaku."


"Elena Priscillia Vanhoutten. Berusia 19 tahun yang diusir oleh kerabat keluarga angkatnya. Sebelumnya,, kedua orangtua angkatnya seluruhnya tewas dibantai oleh kakak angkatnya. Tak hanya itu, seluruh maid dan para bodyguardnya. Hingga membuat Elena pada akhirnya bergabung dengan geng mafia terkenal di London. The Queen."


"The Queen?" tanya Rendy seakan tak percaya pada apa yang baru saja dia dengar. Bukankah The Queen adalah geng mafia yang selalu merampas persenjataan geng mafia lainnya? Rendypun mengepalkan tangannya dan mengeratkan lehernya. Emosinya seakan membuncah merasa tertipu.

__ADS_1


__ADS_2