Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 107


__ADS_3

Saat kedua laki-laki asing itu hendak beranjak, sebuah tangan menepuk salah satu bahu laki-laki itu.


"Apa yang akan kalian lakukan?"


Seketika keduanya terlonjak kaget, terlebih orang yang berada dibelakang mereka. Sepasang mata elang yang menatap keduanya tajam. Tubuh mereka pun bergetar hebat. Terlebih lagi gadis yang tadi bersama target mereka, juga ada disana. Tentu saja mereka mengenal siapa laki-laki yang tengah menatap mereka dengan emosi.


"Aku tanya sekali lagi !!! Apa yang kalian lakukan terhadap istriku !! Herman !!"


Pak Herman mengambil posisi begitu pula dengan Agnes yang berada di sisi yang lain mengambil posisi yang sama. Menodongkan sebuah pistol.


Seketika pertahanan mereka luruh. Mereka sudah terkepung dari dua sisi. Ardan segera menyambar tubuh istrinya. Kemudian mendekapnya.


"Tu....tuan ampuni kami..." keduanya berlutut. Sekarang mereka telah gagal.


Bagaimana bisa kami secepat ini gagal?


"Herman !!" Teriak Ardan. Benar dialah Ardan. Begitu mendapat sinyal dari Agnes, Ardan segera meluncur. Sedangkan Agnes sudah menyadari bahwa mereka diikuti semenjak keluar dari pintu gerbang kampus. Dengan sigap Herman memberikan isyarat kepada pengawal untuk mengamankan keduanya. Mungkin jika bukan rumah sakit Ardan sudah memberi mereka pukulan habis-habisan. Ardan sudah mengambil langkah sebelumnya mengamankan keadaan sekitar alhasil tidak ada yang melihat kejadian itu.


"Ayo kita pulang sayang. Maaf sedikit saja aku terlambat, maka saat ini sudah dipastikan aku tak akan melihat wajahmu lagi," mengecup kening istrinya kemudian menggendongnya ala bridal style. "Herman bawa mereka ketempat yang seharusnya !!" Perintah mutlak dari Ardan, sekretaris Herman segera membungkukkan setengah badannya.

__ADS_1


Sepertinya memang sudah waktunya Anda kembali lagi. Sialan Smith kau membuat kotor tangan tuan muda kembali !! Sepertinya mati mengenaskan adalah hukuman yang tepat untukmu.


Sekretaris Herman memberikan isyarat. Mereka akan membawa kedua orang itu untuk diinterogasi. Mereka mulai beranjak meninggalkan tempat itu. Para pengawal yang ditugaskan untuk mengamankan keadaan sekitar sudah berbaur dengan sekretaris Herman dan yang lainnya mengawal dua orang bodoh yang mengantarkan nyawanya sendiri.


"Kerja bagus untuk anda nona Anggara, anda pantas menyandang gelar nona muda Anggara. Pengamatan yang tajam, tak berbelas kasihan dan otak yang cerdas. Tak kusangka saya bisa bertemu langsung dengan pewaris Kerajaan Hitam Anggara,"


"Anda terlalu memuji. Bukankah itu tugas saya? Ngomong-ngomong ini pertama kalinya kita bertemu, selebihnya kita akan bertemu dan bekerja sama tuan,"


"Tugas? Bukankah anda sedang bersenang-senang?" sekretaris Herman pun menyeringai.


"Terserah," ucap Agnes.


Benar, inilah nona muda keluarga Anggara. Yang terkenal dingin dan acuh itu. Benar-benar menyedihkan siapa saja yang akan menjadi suaminya.


💞💞💞


"Apa? Apa sayang?"


"Agnes mas !! Dimana Agnes ?! Tadi....tadi ..."

__ADS_1


"Iya sayang semua sudah berakhir !!! Tenanglah !! Oke?" Ardan yang kini nyawanya sudah terkumpul menenangkan istrinya. Ani masih syok dengan apa yang terjadi.


"Tapi Agnes mas?"


"Dia baik-baik saja kakak ipar. Ini minumlah supaya tenang," Rianna memberikan sebuah gelas berisi air putih kepada Ani. Kemudian Ani meneguknya hingga habis tak bersisa.


"Agnes dimana?" tanya Ani. "bukankah tadi ada yang mau menculikku? Aku gak bakalan tenang sebelum aku lihat Agnes mas," kedua iris mata Ani menyiratkan sebuah ketakutan. Ardan memeluknya erat.


"Tenanglah sayang. Agnes sedang membuat keduanya berbicara siapa dalang yang menyuruh keduanya melakukan hal buruk denganmu,"


"Membuat bicara? Mengintrogasikah?" tanya Ani.


"Sudahlah kakak ipar, jangan terlalu banyak pikiran kasihan adek bayinya?" ucap Rianna.


"Benar sayang ingatlah anak kita yang kamu kandung."


Seketika Ani mengelus perutnya yang masih rata. Kejadian tadi benar-benar membuatnya lemas dan takut.


Ya Allah kenapa disaat seperti ini.... Kenapa jadi begini. Semoga kamu baik-baik saja nak... tapi apa yang akan dilakukan oleh Agnes? Apa akan berbahaya? Membuat keduanya berbicara? Bagaimana bisa??!

__ADS_1


💞💞💞


Jangan lupa vote jangan bikin Authornya jadi males ya... ayo vote yang banyak udah masuk tengah cerita loh ini. Jangan lupa ya kasih jejak like dan vote yang banyak !!


__ADS_2