
"Halo beb kamu gak masuk ? Sakit?" Tanya Monica khawatir begitu mendapat pesan bahwa Ani tidak akan masuk ke kampus.
"Enggak Monic hari ini adalah hari pertama anakku sekolah aku ingin mendampingi dia dihari pertamanya bersama mami. Bisakah kamu mengatakan kepada dosen kalau hari ini aku izin?"Tanya Ani.
"Kau sudah membawa anakmu kemari? Waaahhh berjanjilah kau akan memperkenalkan aku dengannya. Oke?"
"Tentu saja Monic kau juga harus kemari kan untuk membuat tugas kita ? Nanti aku kenalkan dengan anakku. Yasudah ya jangan lupa pesanku."
"Oke beb. See you."
Monica mengakhiri panggilan telpon nya. Kemudian berjalan menuju kelasnya.
"Hei kita perlu bicara !!!"
Monica menoleh kearah sumber suara itu. Dia mengernyitkan dahinya. Begitu mengetahui sosok yang berteriak kearahnya.
Jessica ada apa lagi ini?
Di kediaman Ardan Wijaya.
Ting tong ....
Ani mendengar bel rumahnya berbunyi.
Pasti Monica ...gumamnya. Kemudian membuka pintu.
"Hai beb." Sapa Monica. Tersenyum namun sorot matanya sendu.
__ADS_1
"Hai... Ada apa denganmu?" Tanya Ani.
"Aku baik-baik saja beb. Mana anakmu. Aku tak sabar ingin bertemu dengannya." Monica melongok kan kepalanya. Mencari sosok yang membuatnya penasaran.
"Monic kamu yakin baik-baik saja?" Tanya Ani sekali lagi karna tak mendapat jawaban.
"Hei kau curiga padaku beb? Hah.... Aku sudah bilang aku baik-baik saja. Aku sungguh tak sabar untuk melihat anakmu!!" Berusaha mengalihkan topik.
"Monic...."
"Kau yakin tak membiarkan aku masuk?" Tanya Monica dingin.
Hah.... Aku semakin yakin pasti monica ada masalah. Tapi kenapa dia tak mau cerita denganku. Dia bahkan mengalihkan perhatianku berkali-kali.
"Baiklah masuklah." Ani mempersilahkan Monica masuk. Terlihat BI Inah berjalan kearah dapur. Ani membuang nafas kasar sekali lagi.
"Dia dimana beb?"
"Baiklah beb makasih ya." Ucap Monica kemudian berlalu menuju ruang keluarga. Ani kemudian berlalu menuju dapur.
Benar saja ada seorang bocah cilik nan tampan yang sedang berceloteh ria dengan mainan-mainan barunya.
"Hai ganteng. Mau main sama aunty?" Tanya Monica.
"Siapa aunty?"
"Teman bundamu." Monica pun mengajak bocah kecil itu bermain.
Di dapur.....
__ADS_1
"Nona muda jika nona Monica belum bisa mengatakan apa yang saat ini terjadi padanya biarkan saja dulu. Mungkin nona Monica membutuhkan waktu." Kata BI Inah.
"Tapi bi. Aku khawatir dan juga aku ini sahabatnya masa iya dia gak mau jujur sama aku. Wajahnya gak kayak biasanya." Keluh Ani.
"Tenang nona muda pasti cepat atau lambat nanti nona Monica akan menceritakan masalahnya kepada anda. Hanya butuh waktu karna saat ini dia sedang berusaha menepis semua kegalauannya dengan bermain dengan tuan muda Rendy. Saya yakin dia akan berkeluh kesah pada anda." Menepuk bahu nona mudanya.
"Hah.... BI Inah.... BI Inah adalah orang yang paling tahu disini ya. Apa BI Inah itu seorang paranormal seh yang tahu segalanya." Ani heran dengan perempuan paruh baya didepannya ini. Seakan tahu isi hati semua orang.
"Nona muda saya hanya memberi saran. Untuk nona muda jangan terlalu memikirkan nona Monica saya tahu sifatnya. Dia pasti akan bercerita kalau dia sudah siap."
"Hah.... Terima kasih ya bi. BI Inah udah kasih aku saran."
"Saya yakin mereka pasti sudah menunggu anda nona. Pergilah."
"Baiklah BI..."
*Orang baik pada akhirnya akan bertemu dengan orang baik pula. Saya merasa nona Monica berteman tulus dengan anda nona muda saya tak perlu khawatir lagi.Bi Inah*.
"Lihatlah semua dokumennya. Setelah aku sampai di kota J aku langsung menemui Herman. Dan inilah hasilnya dari gerak cepat Herman. Sengaja aku datang kemari karna aku sudah memulai misi keduaku."
"Hem." Memeriksa kembali setiap dokumen dihadapannya. Seringai misterius pun menghiasai sudut bibirnya.
"Aku rasa kau menikmati setiap alur yang kau jalani."
"Tentu saja. Perempuan ****** itu aku yakin akan mendapatkan karma beberapa waktu kedepan. Oh ya aku sudah pastikan bahwa Marzuki tidak akan pernah bisa membeli kebun teh manapun Jadi kau bisa tenang saat ini Ardan."
Ya.... Benar laki-laki dengan seringai misterius itu adalah Ardan. Rencana satu persatu dijalankan. Tinggal menunggu aksi penutup. Maka segalanya akan menjadi kemenangan untuk istrinya.
__ADS_1
Sedikit lagi...