Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Pembantaian. (Warning) Banyak adegan Pembunuhan.


__ADS_3

"Kau mau apa brengs*ek? Kita tidak ada urusan. Lebih baik kau segera melepaskanku!"


"Carlos?" panggil Rendy dengan lirih. Kei segera memberikan Rendy sebuah kursi. "Meenurut info, kaulah yang memulai insiden ini semua. Membiarkan Leo memilih diantara saudaranya dn juga istrinya yang sedang hamil. Bukankah begitu?" tanya Rendy sembari mendudukkan bokongnya diatas kursi.


"Untuk apa kau ikut campur? Kau hanya orang yang tidak mengerti apa-apa!" teriak lelaki yang bernama Carlos itu.


"Kei ... Buat dia mengerti dengan siapa dia berbicara."


Kei bergerak tanpa menjawab sedikitpun. Lelaki itu mendekati Carlos yang terikat di sebuah tiang. Tanpa basa-basi Kei langsung menghujani perut Carlos dengan banyak tinjuan dan pukulan. Hingga berakhir, Carlos memuntahkan darah. Kei kembali ke sisi Rendy tanpa sepatah kata lagi. Lelaki itu jauh lebih menyeramkan dari apapun. Bergerak seperti senjata berjalan untuk Rendy.


"Kau. I-ini bahkan bukan masalahmu. Aku tak pernah mengganggumu dan berurusan denganmu. Lalu mengapa kau melakukan ini hah? Lebih baik kau bebaskan aku. Maka aku akan memberikanmu uang yang banyak. Bagaimana? Aku yakin kau akan setuju. Kau bisa bermain dengan banyak gadis-gadis yang bahkan masih perawan. Bagaimana?" Carlos mencoba bernegosiasi.

__ADS_1


"Kei ... Itu membuatku kesal."


Lagi-lagi Kei beranjak dari posisinya. Kini dia kembali di hadapan Carlos. Sejenak Carlos berfikir mumgkin saja lelaki di hadapannya itu akak membebaskannya dan melepaskan borgol yang merantainya. Lelaki itu bahkan tersenyum saay Kei bergerak dibelakang tiang. Seperkian detik berikutnya dia merasakan sakit yang luar biasa. Carlos melirik ke belakang dan ... Banyak darah berceceran serta sebuah jari lepas dari tempatnya. Jari itu tentu saja miliknya. Seperti sebelumnya, Kei kembali berdiri di belakang Rendy setelah melakukan aksinya. Bahkan baju lelaki itu juga terkena muncratan darah.


"Sial*n! Kau main-main denganku ya? Kau tidak tau siapa aku?"


"Kei, coba kau cari identitasnya. Aku mau dalam 5 menit kau sudah menemukan identitasnya," ucap Rendy sembari menggerakkan tangannya. Kei kembali mematuhi ucapannya,, tetapi tetap saja tidak bersuara sedikitpun. Terlihat Kei bermain dengan ponselnya. Setelah beberapa menit lamanya, Kei mulai angkat bicara.


"Ka-kau siapa?" tanya Carlos dengan tubuh yang gemetar. Berikut dengan anak buah yang bekerja padanya. Rendy tersenyum menyeringai.


"Aku? Ketua mafia Dark Knight. Kau bilang kau bisa memberikanku uang. Tapi nyatanya semua yang kau miliki adalah hasil menggelapkan saham. Kau mnganggap ini semua sebuah lelucon? Kau juga mengatakan jika aku bisa mendapatkan seorang gadis yang perawan. Jika wanitaku saja adalah ketua geng mafia The Queen, memangnya aku butuh apa lagi? Dia bahkan bisa memberikanku sebuah kekuasaan. Kau pikir aku siapa hingga kau mampu bertindak sesukamu?"

__ADS_1


"Ti-tidak mungkin! Ba-bagaimana bisa bocah tengik itu mengenal kalian?" tanya Carlos seakan tak percaya.


"Kei ... Buat dia diam. Dia terlalu banyak bicara."


"Ti-tidak. Jika kau berani macam-macam.denganku. Kalian pasti akan masuk penjara!"


"Penjara? Maksudmu Penjara Cinta Sang Mafia? Mereka sudah bahagia. Jangan diungkit pembacanya sangat ingin sekali melihatmu mati."


Sesaat 10 orang yang berpakaian serba hitam memasuki ruangan tersebut. Mereka adalah anak buah dari Rendy yang diutus membawa sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Rendy. Kei kembali bergerak. Namun kali ini dia tidak sendiri. Ada Danar yang ikut membantu. Lelaki yang bernama Danar itu langsung menebaskan katana yang ada di tangannya.


"Aaaaaaaaarrrghhh." Lolongan dari bibir Carlos lolos sudah. Kini lelaki itu telah bersimpuh di hadapan Rendy dengan sebuah tangan yang telah hilang. Bersamaan dengan itu pula, darah segar kembali mengucur deras.

__ADS_1


__ADS_2