Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 138


__ADS_3

Kilas balik.......


"Agnes ayo bangun !!" teriakan viona begitu kencang. Namun gadis itu bahkan tak bergeming sejengkalpun.


"Sayang ayo bangun. Ini sudah pagi," mengguncangkan tubuh putrinya.


"Aduh ma !! Ini masih pagi. Jangan aneh-aneh Agnes masih ngantuk !!" sungutnya kesal.


"Kamu kenapa teriak-teriak begitu sih sama mama?" Viona kembali memelas. Membuat gadis itu berdecak dan bangun dari tidurnya. Matanya langsung membulat begitu melihat jam dinding yang saat ini masih menunjukkan pukul 6 pagi. Bagaimana bisa mamanya membangunkannya jam 6 pagi begini?


"Ma lihat !! Ini masih pagi buta begini !!"


"Mama kan ingin mengajak kamu kesuatu tempat nak. Apa salah mama bangunin kamu pagi-pagi? Lagian kan kamu anak gadis masa iya bangun siang,"


"Tapi aku ini pasien ma !! Pasien !!" Agnes menunjukkan kakinya yang masih dibalut oleh perban. Seakan ingin mengatakan jangan ganggu orang sakit.


"Ya ampun Agnes sejak kapan kamu teriak-teriak begini sama mama?!" mata Viona berkaca-kaca. Membuat Agnes membungkam mulutnya rapat-rapat.


"Ya udah. Emang mama mau ngajakin aku kemana?" akhirnya Agnes mengalah. Memang susah jika terus-terusan melawan mamanya. Yang selalu memasang wajah memelasnya.


"Mandi dulu, ayo Mama bantu. Mama juga udah siapin baju kamu,"

__ADS_1


"Terserah mama,"


Agnes akhirnya hanya menurut saja keinginan mamanya itu. Bahkan saat Agnes didandani oleh mamanya dia hanya menurut saja. Tanpa membantah sedikitpun.


Saat dirasa selesai dan Viona sudah puas dengan mahakaryanya itu dia segera melepaskan putri kesayangannya. Mengakhiri segala bentuk permainan diwajah bule putrinya.


"Ya ampun nak kamu cantik banget," seru Viona. Agnes hanya mampu tersenyum kecut.


"Iya aku memang cantik ma. Tapi sayang lihat kakiku," mengangkat satu kakinya yang terluka. "Membuat jelek saja,"


"Itu salah kamu !! Jangan salahkan mama," dengus Viona.


"Ma kenapa lama sekali sih !! Ayo cepat. Jangan lelet," ucapan dari Bastian membuat dua wanitanya berdecak kesal. Dasar laki-laki !!


Akhirnya mobil melesat meninggalkan rumah sakit. Entah akan dibawa kemana Agnes juga tak tau. Mamanya hanya mengatakan akan kesuatu tempat.


"Nah sampai. Kita hampir saja terlambat. Ayo turun mereka semua sudah menunggu,"


Ucapan dari sang papa membuat Agnes terhenyak dari lamunannya. Namun begitu turun dari mobil matanya membulat seketika. Hawa aneh mulai menjalari setiap inci bulu kuduknya.


Kenapa firasatku aneh begini ya? Dan kenapa mama dan papa mengajakku kemari? Tunggu....bukankah itu Dion? Sebentar..... Apa maksudnya ini?

__ADS_1


"Ma apa maksudnya ini?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulutnya juga.


"Menikahlah !! Lihat ada calon suamimu !!" teriak Bastian.


"Apa?" kemudian matanya menatap tajam kearah Dion. Dan laki-laki itu malah mengendikkan kedua bahunya. Tanda dia juga bingung dengan rencana orangtuanya.


"Ini kenapa sih!!!"


"Sudahlah nak ikut saja,"


Dan akhirnya inilah jawaban dari semuanya. Ternyata mamanya membangunkan pagi-pagi buta hanya untuk dirinya menikah. Ah tidak lebih tepatnya dipaksa menikah!! Memang ada ya pengantin mempelai wanita hanya memakai dress saja? Tidak ada. Pengantin wanita pada umunya pasti akan memakai kebaya atau gaun yang indah dan bermahkota. Tapi dirinya? Ah sudahlah. Rasanya dia sudah kesal membayangkan apa yang direncanakan kedua orangtuanya.


"Ini gara-gara mulut brengs**mu tempo hari. Seharusnya kau menolak dari kapan hari !!" bisik Agnes.


"Memangnya hanya kau yang ditipu?!! Aku juga !! Cewek sinting sudahlah. Toh juga sudah terjadi. Memang bisa ditarik lagi hah?"


"Kau memang bod*h kadal buntung !! Masa kau kena tipu orangtua?!!"


Mereka berdua saling berbisik membuat semua yang ada disana menautkan alisnya heran.


"Hei tenanglah !! Kalian pasti akan malam pertama nanti !! Kenapa gak sabar banget sih?!" Teriakan dari Leonardo sontak membuat semuanya tertawa. Sedangkan kedua pengantin itu mengalihkan pandangannya karena wajahnya sudah memerah layaknya kepiting rebus.

__ADS_1


__ADS_2