Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
S3. Bab 338. On Fire 1.


__ADS_3

**Baca sampai akhir ya. Ada isi babnya. Pengumuman hadiah novel cetak Elegi Buana sisa 2 slot. Sedangkan novel cetak berjudul Kapten Rojali, I Love You! juga masih sisa 2 slot. Jadi total 5 buku yang author bagi gratis ya. Caranya gampang. Hanya like dan komen di setiap author update. ini dia penampakan si pemenang pertama. Pemenang kedua nanti ya. Buat kejutan. Sampai ke pemenang kelima. Pelan2 hehe😁😁


Di bawah gambar, masih ada isi bab ya. baca sampai akhir. terima kasih**.




"Em Uncle, papa menyuruhku untuk ke kantornya. Jadi, setelah jam 2 siang aku ke sana ya? Pas di rumah, aku bantuin lagi deh. Ya?" Sabrina mengukir senyuman manisnya.


William menatap lekat sosok Sabrina yang sudah berdiri. Pria itu menyipitkan kedua mata. Karena gengsi yang tinggi, William ada akhirnya mengangguk.


"Pergilah. Kabari aku jika kau telah sampai di sana. Katakan pada ayahmu, jika aku kapan-kapan akan mampir," kata William.

__ADS_1


"Oke." Sabrina menyambar tas dan kemudian mengembalikan laptop milik William. "Aku pergi dulu, Uncle. Sampai jumpa."


Klek.


"Huft. Sial*n. Aku benar-benar dibatasi pergerakanku. Aku harus ke kantor papa. Lalu memikirkan cara untuk bisa lolos dari anak buah Uncle William. Om Danar menghubungiku, pasti dia membutuhkan bantuanku," gumam Sabrina.


Gadis itu berjalan cepat menuju parkiran. Tempat Darren menunggu kepulangannya. Benar saja, Darren terlihat sedang bersantai di bawah pohon dengan merebahkan tubuhnya di bangku kayu.


"Darren! Cepat ke kantor papa," pinta Sabrina.


Dengan sigap, Darren membuka pintu mobil untuk Sabrina. Setelah Sabrina masuk ke dalam mobil, Darren dengan cepat masuk di belakang kemudi. Pria itu sedikit terburu untuk membawa mobilnya menjauhi kantor William.


"Nona, apa ada masalah?" tanya Darren.

__ADS_1


"Tidak. Hanya Om Danar menghubungiku tiba-tiba. Aku tidak mungkin langsung menuju ke tempat Om Danar. Mengingat ada banyak mata-mata Uncle William. Maka dari itu, aku harus ke kantor papa. Nanti aku akan ke tempat Om Danar menggunakan taxi. Kau tetaplah berada di sana. Seolah kau sedang menungguku pulang," papar Sabrina.


Darren tak menjawab. Melainkan mengemudikan mobil dengan kecepatan yang lebih tinggi. Di belakang, Sabrina memberitahu Danar tentang Sabrina yang sedang dalam perjalanan.


"Jika aku tak ke kantor papa, maka para mata-mata itu akan mengatakan kebohonganku kepada Uncle William. Jangan berfikir aku ini bodoh. Aku tidak akan ceroboh. Setelah aku memasuki kantor papa, aku bisa melarikan diri dari sana. Menyelinap diam-diam, dan mencari taxi untuk ke tempat Om Danar. Bawahan Uncle William pasti akan berfikir jika aku masih berada di kantor papa." Sabrina membatin.


Setelah mobil memasuki area parkir, Sabrina turun dengan santai. Mencoba tenang dan tidak sedang dalam terburu-buru. Sabrina kini menjejakkan kakinya di kantor milik Rendy. Gadis itu lalu mengirimkan pesan kepada Rendy, jika sewaktu-waktu William menanyakan kebenaran tentang keberadaannya.


"Beres. Sekarang, mari kita cari jalan lain," lirih Sabrina. 


Gadis itu berjalan menuju kantin. Di sana, pasti ada jalan pintu belakang yang sempit. Bagaimana Sabrina bisa tahu? Tentu saja karena itu adalah perusahaan Rendy. Di mana Sabrina telah memiliki kunci setiap inci tata letak ruangan dan pintu di kantor tersebut.


Benar saja, Sabrina menemukan pintu belakang. Tanpa membuang waktu, Sabrina berjalan menuju pintu tersebut. Gadis itu berjalan dengan langkah kaki yang cepat menuju keramaian jalan besar. Sebelum akhirnya Sabrina menghilang di dalam sebuah taxi.

__ADS_1


Di dalam mobil, Sabrina menghela napas berat. Gadis itu merasa lega. Karena terbebas dari kepergok anak buah William. Perjalanan menggunakan taxi, memakan waktu hampir satu jam. Lumayan untuk Sabrina beristirahat. 


Sesampainya di sana, satu bayangan hitam melayangkan satu tendangan telak ke arah Sabrina. Penyerangan frontal tersebut, membuat Sabrina terpukul mundur. Dengan cepat, Sabrina menapakkan telapak tangannya di lantai dan kemudian memutar tubuhnya. Sabrina berhasil menghindari serangan tiba-tiba tersebut.


__ADS_2