Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Pada Akhirnya Terikat.


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rendy, kini Elena tengah bersiap untuknya. Dengan dibantu 5 orang maid yang ikut serta turun tangan itu, Elena di make over sesuai perintah dari Rendy. Sesuai dengan kesepakatan mereka berdua. Tentu saja Elena bisa menolak kesepakatan tersebut. Namun sayang, keinginannya untuk membalaskan dendam jauh lebih besar dari apapun.


Tidak apa aku kehilangan mahkotaku. Asal aku bisa membalaskan dendamku pada Stevan. Aku mungkin bisa mencarinya sendiri. Namun, berapa lama lagi aku terkungkung dalam lumpur hitam. Untuk itulah aku menyetujui kesepakatan ini. Jika dia ingkar janji, aku akan menghancurkan rumahnya.


"Nona ... Sudah selesai. Kami semua akan meninggalkan anda."


Elena menganggukkan kepalanya tanpa ingin menjawab. Gadis itu menatap tajam pantulan dari cermin yang memantulkan penampilannya saat ini. Seulas senyum tersungging di bibirnya. Entah harus bagaimana lagi dia bersikap pada sang pemilik kuasa.


Ceklek. Bersamaan dengan suara pintu yang terbuka, degup jantung Elena kian berpacu lebih cepat. Gadis itu sungguh untuk yang pertama kalinya berada di posisi ini.


"Elena, apa kau sudah siap?" tanya Rendy sembari menutup pintu kamarnya. Terlihat Elena menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Perlahan Rendy membuka setelan jas miliknya. Kini lelaki itu telah menanggalkan pakaiannya hanya menyisakan celana miliknya. Elena yang tadinya percaya diri, kini justru semakin merona malu. Karena Elena yang masih bekum beranjak dari tempatnya, Rendy segera membanting tubuh Elena diatas ranjang yang berukuran king size tersebut. Samar-samar Rendy mampu melihat lekuk tubuh Elena yang indah dibalik Victoria Secret yang dikenakan oleh Elena.


Tanpa ingin membuang waktu, Rendy segera mencium bibir ranum milik Elena. Gadis itu tersentak kaget. Namun pada akhirnya tenggelam dalam ciuman hangat Rendy. Setelah puas bermain di bibir Elena, bibir Rendy bergerak menuruni leher dan menyapu setiap inchi leher jenjang milik Elena. Elena semakin menggila tak kala tangan kekar milik Rendy menarik kain tipis yang ia kenakan. Kedua bola matanya melebar saat melihat kain tipis itu kini telah teronggok dilantai.


"Elena kau membuatku gila!" desis Rendy.


Rendy membuka paha mulus milik Elena. Kemudian dia tersenyum melihat pemandangan yang indah itu, Rendy merab* daerah ke wanitaan Elena yang tidak berbulu itu dengan jari tengahnya sambil memperhatikan milik Elena yang masih berwarna merah delima itu. Rendy semakin tak sabar. Lalu dia menerjang milik Elena yang sudah mulai basah itu dengan ujung lidahnya.


"Pa-paman. Ja-jangan disitu."


Elena terus berusaha menahan kenikmatan itu dan mencoba menggerakkan pinggangnya agar Rendy terhenti. Tapi Rendy menahan kedua paha Elena dan kembali memainkan lidahnya di milik Elena yang semakin basah itu. Kenikmatan tiada tara bagi Elena yang baru merasakan untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Rendy menngelus miliknya dan berusaha memasukkan ke area sensitif milik Rendy. Dia berusaha memasukkan miliknya yang sudah keras dan berurat itu ke dalam inti milik Elena, tetapi lagi-lagi Elena mengatupkan rapat kedua pahanya yang seputih susu itu.


Rendy menjadi kesal lalu dia mencium bibir Elena. Kelembutan dan gairah yang telah memuncak dan berkobar diantara keduanya, membuat Elena terhanyut. Dengan mudahnya kini Rendy menyesak masuk ke dalam inti milik Elena meskipun telah lama dan bersusah payah.


"Sa-sakit."


"Tenang sayang. Tahanlah ini hanya sebentar."


"Sakiiiitt!"


Kini milik Rendy telah masuk dengan sempurna di inti milik Elena. Kemudian Rendy menggerakkan pinggangnya maju mundur dan merasakan sensasi yang luar biasa karena himpitan milik Elena yang masih peraw*n.

__ADS_1


__ADS_2