Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Tamu Tak Diundang.


__ADS_3

Dieng, Jawa tengah


Pagi harinya Rendy kini telah tiba di dataran tinggi, Dieng. Beserta 10 orang bawahannya ditambah dengan Kei. Mereka semua turun dari mobil, karena tak ada akses untuk mobil lewat. Tanpa berfikir dua kali mulai bergerak menelusuri hutan yang lebat pepohonan. Entah itu harus menaiki atau menuruni bukit, menyusur sungaipun mereka lewati tanpa mengeluh sedikitpun. Perlahan namun penuh kepastian mereka bergerak menyisir hutan dan tetap menjaga kewaspadaan. Mengingat musuh kali ini juga bergerak di dunia gelap. Pasti akan sedikit merepotkan jika salah langkah sedikit saja.


Dalam beberapa jam akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia. Pada akhirnya mereka menemukan sebuah rumah yang terbuat dari kayu. Tetapi memiliki penjagaan yang begitu ketat. Rumah kayu itu terlihat kotor seakan tak berpenghuni. Namun saat melihat begitu banyak para penjaga yang bertubuh kekar dan berotot ditambah dengan senjata api yang menggantung di tangan mereka masing-masing, Rendy yakin sekali jika itulah lokasi penyekapan.


Rendy menggerakkan tangannya, memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk segera bersembunyi di semak belukar atau di balik pohon. Kei menerbangkan drone berukuran mini bernama SKEYE Nano 2 FPV Drone. Drone ini mengusung bodi mungil, dan berbentuk layaknya gadget milik James Bond untuk memata-matai musuh. Untuk ukurannya drone ini punya lebar tak sampai 4 centimeter, tinggi kurang dari satu setengah centimeter, dan berat tak sampai 50 gram. Dengan bentuk fisik demikian, Nano 2 adalah drone terkecil di dunia.



Dengan ukurannya yang begitu mini, drone itu terus mengudara mengambil gambar apa yang ada di dalam rumah kayu itu. Kei mengamati dengan detail semua gambar yang ditangkap oleh drone mini itu. Menghitung jumlah orang di dalamnya, di ruangan mana saudara Leo disekap dan memperhitungkan dengan jelas tindakan apa yang harus diambil.

__ADS_1


Setelah mengamati beberapa waktu, Kei segera menarik mundur drone mini itu. Rendy tadinya juga menatap layar kecil yang dihasilkan oleh drone mini itu. Setelah mampu memperhitungkan dengan jelas jumblah orang yang terlibat, mereka semua mulai bergerak.


Kemudian Kei memberikan isyarat kepada para bawahannya untuk berhenti. Sejenak membuat Rendy menganggukkan kepalanya. Artinya, ada tamu tak diundang lain yang juga datang ke lokasi. Mereka semua bersiap untuk menyambut tamu tak diundang lain itu.


Anak buah Rendy mengeluarkan senjata yang ada dibalik baju mereka. Begitu pula dengan Kei yang langsung berdiri di hadapan Rendy untuk menjadi tameng lelaki itu.


Mereka mulai bersiap-siap menyerang, Namun seketika saat mereka mulai saling menyerang, Jones menghentikannya karena tau siapa pemimpin mereka.


Rendy menampakkan wajahnya, tersenyum kearah Jones dan berjalan mendekati. Mereka saling berjabat tangan untuk beberapa detik. Saling menyapa sambil tetap waspada menelisik hutan belantara itu.


"Aku pikir Reza yang akan datang kesini. Aku mendapatkan kabar jika saudara lelaki Leo di culik. Dia meminta tolong kepadaku untuk membantu membebaskannya. Bagaimana dengan mu?"

__ADS_1


"Kita satu server, Tuan. Tuan Leo juga memintaku menolongnya untuk membantu membebaskan saudara lelakinya. Untuk tuan Reza, dia sedang dalam mode abnormal. Makannya dia tak dapat datang kesini."


Rendy mengerutkan keningnya. Bingung dengan ucapan Jones. Meski bukan musuh yang ada di hadapan mereka, namun Kei tetap waspada jika sewaktu-waktu sebuah tindakan harus diambil. Baginya yang terpenting adalah keselamatan Rendy. Yang lainnya bai Kei, tak ada yang memiliki arti dimatanya.


"Baiklah. Kita harus menyusun strategi untuk masuk ke sana, dan menyelamatkan Xiaonai. Dan setelah itu uhm..." Mengaruk-garuk tengkuknya. "Aku ingin membicarakan obrolan ku beberapa hari yang lalu dengan tuan mu. Tentang Elena, gadisku."


"Anda tenang saja, kami selalu menepati janji."


****


untuk Reza dan Jones ada di novel ini gays

__ADS_1



__ADS_2