Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Persiapan makan malam.


__ADS_3

"Hah?" Elena terlonjak kaget. Kedua iris hitamnya seolah mau keluar. Gadis itu begitu terkejut tak kala Kei, asistent Rendy mengirimkan sebuah paper bag untuknya. Kei mendesah, melihat respons dari Elena yang mematung.


"Nona Elena ... Ini pemberian dari tuan muda. Harap anda memakainya nanti malam. Jika anda tidak menuruti perintah dari tuan muda, buknakah anda tau sendiri akibatnya?" Kei memang seakan bertanya. Namun jika didengar lebih teliti lagi, lelaki itu bertanya dengan nada ancaman. Bahkan auranya membuat bulu kuduk Elena meremang.


"Acara makan malam?" tanya Elena dengan cepat.


"Benar." Kei menggerakkn tangannya. Memberikan isyarat pada 5 orang maid yang sedang berdiri dibelakangnya. "Kalian bantu nona Elena untuk bersiap. Jam 7 tuan muda akan menjemputnya. Jangan melakukan kesalahan sedikitpun. Jika kalian memberontak dan nona Elena tidak bersiap, maka kalian semua bersiaplah untuk menerima hukuman dari tuan muda," ucap Kei sembari kedua matanya melotot tajam.


"Baik Tuan," jawab para maid itu.


Elena mendelik. Lagi-lagi dirinya harus terseret lagi. Apa-apaan ini? Terlebih lagi adalah para maid harus membantunya untuk bersiap?


Apakah ini yang dinamakan drama tuan muda? Aku bisa gila! Elena mendesah dalam hati. Merutuki kesialannya yang lagi-lagi membuat emosi dalam jiwanya berontak.

__ADS_1


"Ingatlah untuk bersiap nona Elena. Saya harap anda tidak membuat kecewa tuan muda." Kei melirik tajam pada Elena. "Dari awal anda seharusnya tak melemparkan diri anda pada tuan muda. Semoga anda tidak menyesal. Ingatlah jika aturan dirumah ini adalah tuan muda. Jika anda tidak ingin terlempar dari sini dan masa depan anda berakhir. Semoga anda tidak menyesal."


Setelah mengatakan hal itu, Kei berlalu. Meninggalkan Elena yang tampak merenung sembari menatap para maid itu. Gadis itu sungguh sangat kesal. Namun benar adanya. Ini adalah resiko berurusan dengan seorang tuan muda.


Apa yang terjadi sekarang? Aku dulunya adalah gadis yang bebas. Lantas mengapa aku seperti seorang burung yang terkurung? Menyesal tiada guna memang. Keluh Elena dalam hati.


"Nona mari kita bersiap," ajak salah seorqng maid itu kepada Elena.


"Apa maksudmu?" Bukankah ini masih pagi? Acaranya saja nanti malam. Untuk apa bersiap pagi-pagi buta begini? Lebih baik aku tidur lagi," sahut Elena sambil beranjak pergi. Namun, seorang bodyguard laki-laki menahan lengannya. Elena menoleh. Benar juga dia melupakan adanya seorang bodyguard yang ditugaskan untuk menjaganya.


Sungguh Elena merutuki dirinya yang menempel pada sosok tuan muda. Membuatnya sulit untuk bergerak. Kini dirinya digiring menuju kamarnya. Selanjutnya dia dimandikan oleh para maid itu. Malu! Sangat malu! begitulah adanya teriakan dalam hati Elena. Bagaimana tidak? Dia bahkan dimandikan oleh 5 orang maid. Tak hanya itu saja, Elena bahkan dipijat untuk relaxasi spa. Benar-benar menjadi seorang putri!


Setelah dua jam bergelung dengan *****-bengek saat mandi, akhirnya Elena telah selesai. Kini beralih dalam pemilihan gaun. Gaun yang diberikan Kei tadi tak membuat Elena tertarik. Gadis itu justru memilih gaun yang berada di walk in closet. Gaun yang beberapa waktu lalu diberikan oleh Rendy.

__ADS_1


Denting jam 7 telah berbunyi. Kini Elena telah siap menunggu jemputan dari Rendy. Jangan tanyakan bagaimana wajah Elena. Gadis itu terus menekuk wajahnya. Ingin sekali rasanya dia mengumpati Rendy nantinya ketika lelaki itu telah sampai. Beruntung Elena tak perlu menunggu lama sebuah mobil yang berwarna hitam Koenigsegg CCXR Triver kini telah sampai di halaman rumah. Elena beranjak untuk menyambut Rendy.



Saat pintu mobil terbuka, Elena terpaku melihat pesona Rendy yang cool dan benar-benar mirip seperti seorang tuan muda dari kalangan atas. Gadis itu meneguk salivanya. Rendy keluar dari mobil itu. Lelaki itu bahkan memakai kacamata hitam. Good, membuat jantung Elena berdetak lebih kencang.


"Kenapa kau memakai gaun berwarna hitam?" tanya Rendy. Kemudian lelaki itu melepas kacamata hitam miliknya. Sedetik kemudian dia terpesona dengan penampilan Elena. Kini Rendy maupun Elena sama-sama membuang wajahnya.


"Aku suka warna hitam," jawab Elena canggung. "Oh aku baru sadar dimana tuan Kei?"


"Dia ada dimobil yang lain. Kenapa? Apa kau kecewa?" tanya Rendy sedikit kesal.


Aku sengaja membawa mobilku yang ini untuk membuatmu kagum. Kenapa kau malah menanyakan Kei? Kau membuatku jatuh Elena! Rutuk Rendy dalam hati.

__ADS_1


"Oh yasudah ...."


Kini mereka berangkat. Dalam perjalananpun keduanya hening. Seakan senyap terus menekan keduanya untuk tetap bungkam.


__ADS_2