Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Keluarga Winata.


__ADS_3

"Elena, kau percaya padaku bukan?" tanya Rendy sembari berjongkok dihadapan Elena.


"Rendy, lebih baik kau katakan saja langsung semuanya! Kau terlalu terbelit-belit. Membuat bingung saja. Elena, kau adalah adikku. Aku Jonathan, kakak kandungmu. Dan mereka adalah orangtua kandungmu," kata Jonathan semakin tidak sabar. Lelaki itu kini mendekati Elena dengan raut wajah yang sudah berubah. Saat kedua tangan Jonathan hendak menggapai Elena, kedua tangan itu ditepis dengan kasar.


"Katakan sekali lagi. Kau siapa?" tanya Elena memandangi Jonathan dengan tatapan yang tajam.


"Aku adalah kakak kandungmu...." Sebelum Jonathan meneruskan kata-katanya, Elena memukul perut Jonathan dengan telak. Inilah alasan mengapa Rendy harus secara perlahan menjelaskan kepada Elena. Karena kakak angkatnya pernah melakukan hal yang keji pada keluarganya sendiri. Mereka yang berada di sana cukup kaget melihat Jonathan tersungkur dilantai.


"B*jingan jangan banyak bicara dihadapanku. Rendy sedang berbicara denganku. Tapi kau dengan kurang ajar memotong pembicaraannya dengan ucapan kasar dan omong kosongmu! Kau pikir aku tidak membuatmu babak belur? Seenaknya kau ingin menyentuhku!" tatapan tajam itu terlihat begitu jelas dikedua netra milik Elena.


"Elena! Tenanglah, apa kau tidak lihat disekitarmu ada banyak orang?" Pertanyaan dari Lady membuat Elena tersadar.


Ayah bunda? Gawat!


Elena kembali ke tempat Rendy berada. Gadis itu tanpa sungkan memeluk Rendy dan membenamkan kepalanya di dada bidang milik lelaki itu.


"Elena ada apa?" tanya Rendy.

__ADS_1


"Ayah, bundamu," bisik Elena membuat Rendy tersenyum. Kemudian Rendy meraih sebuah amplop dan memberikannya pada Elena. "Ini apa?"


"Hadiah terakhir untukmu. Segala sesuatu tentangmu aku pasti akan tau semuanya. Sebelum kau membukanya, kau percaya padaku bukan?" tanya Rendy.


"Aku percaya padamu. Kau telah mengabulkan semua keinginanku selama ini. Jadi aku tak memiliki alasan untuk menolaknya. Aku buka ya?" Elena dengan cepat membuka amplop berwarna putih bersih itu. Kemudian membacanya secara perlahan. Tiba-tiba senyum di wajahnya lenyap seketika. Berganti dengan kedua sudut mata yang telah basah. "A-apa maksudnya ini, Rendy? Kau jangan bercanda!"


"Kami sudah membuktikannya. Kau tidak percaya padaku? Tatap aku, Sayang. Kau adalah Elena krcilku yang telah hilang. Kami tak mungkin salah mengenalimu karena kalungmu itu adalah desain satu set ibu dan anak. Sedangkan orang yang memiliki satunya lagi, adalah aunty Monica. Dia ada disini. Memakai gaun berwarna navy dengan lengan yang panjang," ucap Rendy sembari menunjuk kearah Monica. Wanita paruh baya itu kembali menangis. Air matanya seakan tak bosan membanjiri kedua pipinya.


"Elena," panggil lirih Monica. Elena kembali menatap wajah Rendy dengan ragu-ragu. Gadis itu masih saja belum percaya. Jika benar dia adalah mama kandungnya, itu berarti kebahagiaannya lengkap sudah. Impiannya semua tercapai saat dirinya mengenal sosok Rendy.


"Rendy?" Elena meragu. Tetapi genggaman tangan Rendy membuatnya semakin yakin. Jika apa yang dikatakan Rendy benar adanya. "Mama! Mama!"


"Elena anakku. Mama rindu padamu."


"Elena juga ma, Elena bersyukur bisa bertemu dengan Rendy. Karena berkat dia Elena bertemu dengan mama kandung Elena," ucap Elena terisak di pelukan Monica. Sejurus kemudian dirinya tak sengaja menangkap sosok kehadiran lelaki yang dari tadi berdiri di samping Monica.


"Elena, dia papamu," kata Monica dengan senyum yang merekah di bibirnya. Kevin maju mendekati Elena dan Monica. Setelahnya memeluk dua wanita berharga dalam hidupnya.

__ADS_1


"Papa menyayangi kalinan berdua," ujar Kevin sembari memberikan kecupan lembut dikening Elena dan Monica.


"Sepertinya aku sadar, aku ini anak pungut!" seru Jonathan kesal. "Tapi aku bahagia akhirnya menemukan adik kecilku yang imut." Jonathan mendekati Elena dengan nyali yang mulai berani. "Meskipun di pertemuan pertama aku mendapatkan tendangan yang menyakitkan!"


"Aku kan hanya takut jika aku akan ditipu lelaki yang mesum! Tak kusangka kau kakak kandungku," celetuk Elena.


"Huh! Aku kesal!" sungut Jonathan.


"Kalau kau kesal kenapa kau ikutan peluk-peluk?" ledek Kevin.


"Papa!"


"Sayang, katakan saja nanti siapa lelaki yang berani menggodamu maka papa akan memberinya pelajaran!" kata Kevin mencoba mengajak Elena berbicara santai.


"Apa maksud papa? Aku sudah memiliki lelaki yang aku cintai dan dia akan menjagaku apapun yang terjadi," sahut Elena sembari menghapus air matanya.


Apa? Anak gadisku yang baru saja aku temui justru mengatakan mencintai seorang pria! Bagaimana dengan diriku? Aku juga ingin menjaga anak gadisku ini! Hilang sudah kepolosan anak gadisku! rutuk Kevin dalam hati.

__ADS_1


Dibalik kekesalan Kevin ada seorang lelaki yang tengah tersenyum bahagia mendengar penuturan Elena. Hatinya bak bunga ditaman yang sedang mekar. Tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2