
maafin author ya baru up dikarenakan kerjaan numpuk bgt ada 4 kontainer dan barang pastinya di cek. karena ini import pasti susah kalo laporan dan ada barang yang jumlahnya kurang dari permintaan. maafin author ya plng kerja udh lembur dn mata kepengen merem. bahkan makan malampun sering kelupaan karena sering tidur awal.
Elena kembali menyelinap masuk ke arah kekacauan yang telah dia buat sebelumnya. Gadis itu telah berganti kembali dengan pakaian tidur miliknya, piyama. Kehebohan yang memecah kesunyian sang malam benar-benar terjadi karena dirinya telah menghilang. Bukan karena semua tempat yang kini telah porak poranda. Para penjaga itu kalang kabut saat mengetahui Elena tak berada di kamarnya. Tentu saja karena menghilangnya Elenanalah keributan itu terjadi. Intinya, kemurkaan Rendy sudah ada di depan matanya.
Elena menyelinap dengan perlahan dan hati-hati. Saat ini tentunya pasti mereka sudah melaporkan hal ini kepada Rendy, begitu pikirnya dalam hati. Gadis itu segera merebahkan tubuhnya di bangku taman yang panjang. Kemudian gadis itu mengatur perlahan deru nafasnya agar stabil. Setelah dirinya benar-benar stabil, Elena memejamkan kedua matanya seakan dirinya telah tertidur.
Srak srak srak.
Telinga Elena menangkap suara langkah kaki mendekat. Bukan hanya satu orang, mungkin ada banyak diantara mereka yang berjaga juga berkeliling mencari Elena.
"Ketemu! Nona muda ada disini!" teriak salah satu dari mereka. Dengan cepat mereka semua berbondong-bondong menuju tempat Elena tidur.
__ADS_1
"Astaga! Nona muda tidur disini? Jika tuan muda tau mungkin leher kita yang jadi korban. Cepat kau bangunkan dia."
"Kau mau aku mati ya? Yang benar saja! Kau coba sana bangunkan."
"Astaga kalian ini! Biar aku saja." Seseorang maju ke depan. "Nona, Nona. Nona bangunlah. Tidak baik tidur disini. Nona?"
"Ckcckck kalian berisik sekali!" keluh Elena. Membuat mereka mundur satu langkah.
"Nona, tuan muda sudah datang." Bisikan salah satu dari penjaga seketika membuat Elena membuka lebar kedua matanya dn segera bangkit berdiri. Sesaat dirinya menyadari jika hal itu adalah bohong, Elena melotot tajam. Hingga para penjaga tersebut menundukkan kepalanya.
"Menjawab pertanyaan dari Nona. Ada seorang penyusup Nona. Kami berfikir jika Nona diculik. Untuk itulah kami semua begitu khawatir dengan anda."
"Ckckck jadi itulah alasannya bahkan kalian membangunkan aku?" tanya Elena. Sebelum menjawab pertanyaan dari Elena, seseorang yang sangat dikenal olehnya muncul dibalik kerumunan penjaga.
__ADS_1
"Jaga tingkahmu Elena."
Deg.
Rendy berjalan dengan kedua tangannya dia masukkan kedalam saku celananya. Elena mematung begitu menyadari jika Rendy berbohong perihal dirinya yang pergi keluar kota. Tidak mungkin bukan jika Rendy tau perihal pencurian berlian?
"Kenapa kau kesini?" tanya Elena dengan ketus. Membuat Rendy tersenyum menyeringai.
Jangan sampai kau mengetahui apa yang aku lakukan paman.
"Menurutmu? Apa aku harus diam saja saat seorang penyusup membuat huru hara di mansion milikku? Sedangkan aku mengetahui dengan jelas jika wanitaku ada di mansion tersebut. Elena, apa kau pikir aku tidak akan kemari untuk memeriksa kekacauan disini?" tanya Rendy mengintimidasi Elena.
Hah?
__ADS_1
"Aku bahkan baru saja sampai ditempat tujuan. Tetapi justru langsung mendapat kabar tentang kekacauan ini. Terlebih, wanitaku menghilang. Yang lebih membuatku jengkel adalah justru menemukan dirimu tidur disini? Elena, sepertinya kamu menantikan hukuman dariku ya?"
Deg. Hukuman? Sialan! Jika hukuman yang dia maksud tentu saja ... Ah mengapa aku tetap saja mendapat hukuman darinya? Kupikir setelah aku memanipulasi semuanya, paman Rendy tak akan mendengar apapun. Sepertinya nasibku sungguh sial hari ini. Elena menggerutu dalam hati.