
"Lancang sekali bicaramu !! Seharusnya kau tau posisimu !! Nyawamu ada di tanganku !!"
Rianna meringis. Memangnya dia Tuhan apa. Yang bisa membolak-balikkan hidup seseorang begitu saja. Batinnya.
"Kau hanya anak angkat seharusnya kau paham posisimu!!" Smith meninggikan suaranya.
"Ya aku memang hanya anak angkat. Tapi aku bersyukur karena bertemu dengan orang yang bahkan mau merawat ku dan menjagaku. Meskipun kami tidak memiliki hubungan darah yang saling mengaitkan satu sama lain. Tapi lihatlah seseorang yang masih memiliki aliran darah yang sama. Dia bahkan dengan tega ingin menghancurkan keponakannya sendiri," ucap Rianna dengan lantangnya. Membuat darah laki-laki paruh baya itu mendidih. Emosi semakin membuncah tak kala Rianna mengejeknya.
Tanpa aba-aba laki-laki itu melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Rianna. Dengan cepat dia segera melayangkan tinjunya ke perut Rianna. Membuat gadis itu memuntahkan cairan bening.
"Ini balasan untuk gadis lancang sepertimu," laki-laki itu mendesis. Menatap tajam wajah Rianna. Namun netra berwarna biru itu seakan menghujam dadanya.
Ada apa ini? Smith.
__ADS_1
"Heh...walaupun kau membunuhku sekalipun. Itu tidak akan berguna. Karena bagi kakak yang terpenting adalah istrinya. Jadi tuan sia-sia saja anda menyiksaku. Bukankah anda sudha tahu aku hanyalah anak angkat mereka. Cuih," Rianna meludah tepat mengenai sepatu Smith. Laki-laki itu kembali tersulut emosi.
"Beraninya kau !!" Smith meraih rambut Rianna yang tergerai. Kini rambut yang biasanya indah dan tergerai cantik itu berubah menjadi kusut dan berantakan. "Meskipun kau harus mati sekalipun, aku tidak akan mengampuni," semakin mengeratkan tarikannya.
"Hahaha bukankah sudah jelas jika aku hari ini akan mati?" entah mendapat kekuatan dari mana Rianna berani mengatakan hal tersebut.
"Jika kau mau menuruti keinginanku maka aku akan melepaskanmu dan menjadikan kakak iparmu itu sebagai tawanan ku, maka kau akan kupastikan selamat,"
"Hahaha sudah kukatakan bahwa aku lebih baik mati dari pada aku menjadi seorang pengecut sepertimu," ucapan lantang itu kembali membuat hati Smith bergejolak.
"Katakan sekali lagi?!" Smith berteriak. Rasanya kesabarannya mulai terkikis habis karena Rianna terus melawan dan memberontak.
"Aku lebih baik aku mati dari pada mengkhianati keluargaku ! Jika aku patuh padamu maka bisa dipastikan aku akan berakhir menjadi sampah sepertimu !!"
__ADS_1
"Kau !! Beraninya kau!!" Smith kembali melayangkan tinjunya mengenai perut Rianna. Sekali lagi gadis itu memuntahkan isi perutnya yang hanya berisikan cairan bening. Nafasnya tersengal.
"Kau tahu kakak tercintamu itu telah melenyapkan markas amunisi milikku. Kau tahu berapa total kerugian ku? Dua puluh milyar !! Kau tahu itu !! Kau benar-benar ingin mati rupanya hah?! Oke oke. Kalau Ardan hari ini masih belum bisa menyelamatkanmu maka hari ini akan kupastikan menjadi hari kematianmu !!"
Smith segera bangkit dan merapikan setelan jasnya. Dengan langkah cepat dia hendak meninggalkan ruangan pengap itu. Para pengawal menunduk hormat kepadanya.
"Awasi dia dengan ketat. Jangan sampai lolos. Jangan beri dia makan sedikitpun atau air sekalipun. Biar dia tau apa itu penyiksaan yang sesungguhnya," setelah mengucapkan itu Smith pergi meninggalkan ruangan penuh sesak itu.
"Baik tuan," pengawal itupun menutup pintu ruangan tersebut. Meninggalkan Rianna seorang diri ditempat pengap nan sesak.
Rianna tersenyum miris. "Hidupku memang selalu seperti ini bukan? Kakak aku melakukan tugasku dengan baik tanpa cela. Aku tidak mengkhianati kalian," setelahnya gadis itu tak sadarkan diri akibat pukulan dan tamparan yang diterimanya.
💞💞💞
__ADS_1
Mau lanjut? Like komen dan vote. Author lagi baik hati. Kalau ingin lanjut segera pencet like dan komen serta vote.