
Rendy Saputra Wijaya
Kei
Danar
Sekarang aku harus bagaimana menjelaskan ke Rendy tentang masa laluku? Seakan dirinya telah merasuk kedalam hatiku. Aku hanya bisa berharap pada takdir untuk mempersatukan kami berdua. Karna sejujurnya setelah ini aku tak memiliki alsan lagi untuk berada disisinya.
"Elena, mengapa kau diam saja?" tanya Rendy keheranan.
"Aku tidak apa-apa. Hanya berfikir jika semua berakhir secepat ini. Tak kusangka kau menepati janjimu, Rendy."
"Tentu saja. Itu semua aku lakukan untukmu, Elena."
__ADS_1
Elena kembali menatap jalanan yang sepi. Tentu saja karena buaian sang dewi malam begitu menggoda, hingga sedikit yang memilih berada diluar rumah. Sepanjang perjalanan Elena hanya membisu dalam diam. Seakan sedang merajut kembali asa yang pernah hilang.
Rendy, bagaimana jika kau tahu masa laluku? Masa lalu yang membuatku terjerat dalam kehampaan yang luar biasa.
"Sudah sampai. Istirahatlah, ada yang harus aku bicarakan dengan Kei," ucap Rendy sembari mengusap pucuk kepala Elena.
"Ba-baiklah." Elena seger berlalu menuju kamarnya. Padahal dia telah membalaskan dendam kedua orangtuanya. Lalu mengapa hatinya masih saja gelisah?
****
"Bagaimana Kei? Apa kau sudah menyelidiki siapa dibalik The Queen?" tanya Rendy sembari mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya di ruang kerja.
"Aku sudah memangkas asal mula dendam di hidup Elena. Jika sampai wanita itu membuat ulah dan melawanku, lebih baik menghabisinya sampai akar. Agar saat dirinya kembali, dia memikirkan untuk kedua kalinya agar tidak bertindak gegabah," ucap Rendy.
"Baik Tuan Muda. Lalu apa yang harus kami berdua lakukan untuk anda, Tuan?" tanya Kei.
"Selidiki orang dibalik The Queen. Ikuti gerak geriknya. Selebihnya, biarkan Danar mengawasi pergerakan Elena. Jangan sampai membuat Elena lari dari genggamanku," ucap Rendy kemudian lelaki itu beranjak meninggalkan ruang kerja miliknya. "Istirahatlah Kei, setelah ini kita harus keluar kota."
"Baik Tuan Muda."
__ADS_1
****
Di dalam kamar terlihat Elena merenung. Saat ini tujuannya telah tercapai. Untuk apa dirinya berada di sisi Rendy? Rendy adalah orang yang berkuasa, sangat mudah untuk menarik perhatian seorang gadis untuk berada di sisinya. Apakah lebih baik kesepakatan itu berakhir saja? Tapi entah mengapa jika dirinya membayangkan dia harus pergi dari sisi Rendy hatinya terasa sakit?
"Elena, mengapa belum tidur?" tanya Rendy saat dirinya baru saja memasuki kamar melihat Elena terbengong.
"Ti-tidak ada apa-apa. Apakah urusanmu telah selesai?" tanya Elena sembari memaksakan sebuah senyum.
"Hem. Aku mau mandi dulu, jika kau mengantuk tidurlah. Jangan sampai membuat dirimu sakit." Rendy mendaratkan sebuah kecupan lembut di kening Elena. Lagi-lagi hal itulah yang membuat jantung Elena kembali bertingkah.
Apa aku telah jatuh cinta padanya? tanya Elena dalam hati. Gadis itu menatap punggung Rendy yang kian menjauh darinya.
Dua puluh menit kemudian, terlihat Rendy muncul setelah ritual bersih-bersihnya. Lelaki itu kembali mendapati Elena yang masih mematung ditempatnya. Apa yang dipikirkan gadis itu? tanyanya dalam hati.
"Elena, apa yang kau pikirkan? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?"
"Rendy, tujuanku telah tercapai. Apakah aku harus pergi dari sisimu?" tanya Elena dengan kepala yang tertunduk. Tentu saja apa yang dikatakan oleh Elena membuat Rendy geram.
"Elena, aku tak akan membiarkan gadis yang kucintai pergi meninggalkan aku. Jika kau melakukannya, aku akan mencarimu meskipun kau sembunyi di ujung dunia sekalipun dan aku akan menyeretmu untuk kembali di sisiku. Jadi enyahkanlah pikiranmu itu untuk pergi dari sisiku. Karena aku tak akan membiarkanmu berpaling dariku," kata Rendy dengan raut wajah yang sulit diartikan. Nada bicaranya cenderung sebuah ancaman. Nmun entah mengapa hal itu justru membuat hati Elena dirundung kelegaan.
__ADS_1
"Rendy, sepertinya aku sungguh telah jatuh cinta padamu."