
Gretha dan Nico yang sudah mendapat kabar tentang Rianna segera meluncur kerumah sakit dimana Rianna ditangani.
Saat ini operasi pengambilan peluru sedang berlangsung. Ardan dan Smith sama-sama menunggu di depan ruang operasi. Pikiran dan hati keduanya sama-sama kalut.
"Brengs** !! Ini semua gara-gara kau!! Kalau saja kau tak gila harta Rianna tidak akan seperti ini!!"
"Maafkan aku Ardan," Smith mengacak rambutnya frustasi. "Aku tidak menyangka anakku masih hidup,"
"Hah? Apa?" Ardan semakin tak mengerti. Kemudian, Smith mengeluarkan sebuah langsung liontin bertahta batu ruby. Dan dia sangat mengenali benda itu. Milik siapa lagi jika bukan milik Rianna. Harta satu-satunya yang dimilikinya. Peninggalan terakhir dari mama tercintanya. Dia tau seberapa berharganya benda itu untuk Rianna. Lalu apa hubungannya dengan paman?
"Ini adalah kalung liontin. Mengapa bertahta batu ruby. Karena dia sangat menyukai batu ruby. Rosita Anggraini," menatap kalung liontin itu dengan mata yang sendu. Betapa dia sangat mencintai perempuan itu.
Hah? Bukannya itu nama mama Rianna? Tunggu .... Bukankah paman belum pernah menikah?
"Kau penasaran? Haha apa mungkin ini karma untukku?" tersenyum miris. Kondisinya berbanding terbalik saat dia ingin membunuh keponakannya itu. "Kupikir saat itu dia sudah menggugurkan kandungannya. Takku sangka dia mempertahankannya walau dia telah menikah dengan laki-laki lain. Padahal aku menyuruhnya untuk menungguku,"
"Apa maksudnya paman? Aku jadi bingung,"
"Apa kau mau mendengarkan kisahku? Rasanya aku sangat menyesal. Mungkin ini karmaku. Jika saja aku tak memberontak. Mungkin saat ini gadis itu masih sehat dan baik-baik saja,"
"Maksudnya Rianna?"
"Namanya Rianna? Nama yang cantik. Dia anak angkat dikeluarga Wijaya?"
"Benar,"
"Bisakah kau menceritakan bagaimana kalian bisa bertemu dan mengangkat Rianna menjadi anak angkat?"
"Aku akan menceritakannya setelah paman bercerita,"
Aku harus tahu apa yang terjadi.
"Dua puluh satu tahun yang lalu," Smith mengambil nafas panjang dan perlahan mulai menceritakan bagaimana masa lalunya. Masa lalu saat dia bertemu dengan Rosita. Inisial yang terpahat permanen dibalik liontin bertahta batu ruby. R&S.
💞💞💞
__ADS_1
Dua puluh satu tahun yang lalu....
"Kau menyukainya?" seorang laki-laki tengah memasangkan sebuah kalung liontin bertahta batu ruby itu.
"Tentu saja. Ini sangat indah. Bagaimana kau bisa kepikiran membuat kalung ini? Apa lagi ada batu ruby yang cantik," seorang gadis tersenyum. Menampakkan sederet gigi putihnya yang rapi dan bersih.
"Teruslah mengingatku. Ini ada inisial nama kita. Rosita dan Smith. R&S. Jadi kalau hilang tinggal cari dibalik liontin ini. Pasti ketemu, karna ini desain satu-satunya didunia," laki-laki tampan blasteran itu tersenyum dengan begitu manisnya. Membuat hati Rosita meleleh dibuatnya.
"Terima kasih ya. Tapi pasti ini sangat mahal," memulai kata yang paling dibenci oleh Smith. Mahal. Benar Rosita adalah gadis dari kalangan bawah. Sedangkan Smith berasal dari keluarga terpandang.
"Kamu lebih berharga dari apapun Rosita. Ingatlah jangan membahas masalah nominal uang atau barang apa yang kuberikan untukmu. Karena sejatinya, kau lebih berharga dari apapun," mencium kening gadisnya dengan lembut.
Ini mungkin waktunya. Rosita menghela nafas berat.
"Ada apa sayang?"
"Ada yang ingin aku bicarakan Smith,"
"Katakan," Smith mengusap puncak rambut Rosita dengan lembut.
"Untuk sementara tidak bisa. Maaf,"
"Kenapa? Apa karena aku miskin? Katakan Smith !!"
"Sudah aku bilang !! Aku belum bisa Rosita !! Aku masih harus menduduki kursi Presdir sebelum aku membuat masalah. Setelah aku menjadi Presdir di perusahaan ayahku kita akan menikah. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita Rosita !!"
"Kenapa? Bukankah kita bisa menjalani dulu? Kau bisa menjadi Presdir nantinya aku yakin Smith,"
"Tidak semudah itu Rosita,"
"Kenapa?" air mata sudah tak terbendung lagi. Mengalir dengan derasnya.
"Sebelum aku memperjuangkan hubungan kita aku harus menjadi Presdir terlebih dahulu. Aku nggak mau seperti kakak lebih mengejar cintanya, dan akhirnya malah dibuang,"
"Tapi aku hamil Smith," Rosita semakin menunduk. Air matanya mengalir membasahi wajahnya.
__ADS_1
"A...apa? Apa maksudmu?"
"Aku hamil anakmu Smith,"
Smith terduduk dan mengusap wajahnya dengan kasar. Masalah satu belum selesai sekarang ada masalah baru.
"Gugurkan Rosita," dua kata yang diucapkan Smith membuat jantung Rosita berhenti berdetak. Bagaimana mungkin Smith mengatakannya dengan begitu mudahnya?
"Kau gila Smith !! Ini anakmu !! Darah dagingmu,"
"Lalu bagaimana? Aku masih ingin menjadi Presdir di perusahaan orangtuaku, Rosita !!"
"Kita bisa memperjuangkannya bersama Smith,"
"Rosita...gugurkan saja kandunganmu itu. Kita tidak bisa menikah untuk saat ini. Karena orangtuaku pasti akan menendangku keluar dari rumah. Seperti yang mereka lakukan pada kakakku, Gretha," Smith menundukkan kepalanya.
"Baiklah Smith," Rosita menghentikan tangisnya dan menghapus air matanya. "Lebih baik hubungan kita sampai disini. Kita tidak bisa meneruskan hubungan ini,"
"Apa maksudmu Rosita?" menarik salah satu tangan Rosita.
"Seperti yang aku bilang Smith. Kita berpisah saja. Sepertinya kau tidak ingin memperjuangkan hubungan kita,"
"Tidak, bukan begitu Rosita !! Aku hanya butuh waktu,"
"Maaf Smith aku tidak bisa menunggu lagi. Selamat tinggal," Rosita segera berlari.
"Rosita !!"
Teriakan dari Smith bahkan tak didengarkannya lagi. Pergi meninggalkan hati yang telah hancur. Membawa luka sedalam palung lautan. Bagaimana mungkin laki-laki yang dicintainya tega menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.
Padahal dia ingin Smith membawanya lari dari tali perjodohan yang sudah disiapkan oleh kedua orangtuanya. Smith bodoh. Umpatnya dalam hati.
💞💞💞
Mau lanjut? Like komen dan vote ya 😒😒 kalau kalian like komen dan vote hari ini aku update lagi
__ADS_1