Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
S3. Bab 462. Bulan Madu


__ADS_3

Gaes, Fahmeeda dan Steward sudah lahir. Ini part terakhir ya. Babay😚😚 Ada cerita baru. Biar nggak bosen. Ada isi babnya ya. Author baru sembuh dari Radang tenggorokan. makanya baru nongol😭😭 dih nggak enak banget sakit radang. bisa ngerasain enak makanannya tapi sakit buat nelen. Ini bab terakhir Sabrina dan William. Terima kasih atas partisipasinya! Kapan2 kalau ada rejeki, adain give away hadiah pulsa ya! Kita ketemu di Jodoh Dadakan! Love you!



Sabrina membuka kedua mata. Senyuman lebar menghiasi bibirnya. Tadi malam sang suami sangat bersemangat. Mungkin karena memang hampir satu minggu. Sabrina melirik sosok tampan di sampingnya yang masih terlelap.


"Dia masih saja tampan modelan begini." Sabrina tersenyum manis. Lalu ia menurunkan kedua kakinya hendak membersihkan diri. Namun, belum sempat menjejakkan kaki di lantai, sebuah tangan kekar menarik tangannya. Membuat Sabrina menoleh ke arah tersangka.


"Mau kemana?" Suara serak khas orang baru bangun tidur terdengar seksi di telinga Sabrina.


"Mau mandi. Aku hari ini mau ke rumah papa dan mama. Mumpung akhir pekan, jadi aku ingin mengunjungi rumah papa dan mama. Kudengar, kencan pertama Kak Steward sukses! Aku harus mendengar cerita lengkapnya! Kyaaa!" Sabrina berteriak histeris.


"Tidak! Hari ini kita ada jadwal penerbangan ke London. Aku sudah mengambilkan cuti satu minggu untukmu ke kampus. Ryu sudah mengurus semuanya. Sekarang kita mandi bersama saja, setelah itu kita berangkat honeymoon." William berbicara tanpa jeda. Pria itu bangkit turun dari ranjang. "Mau mandi bersama?"


Sabrina masih mencerna kata-kata William. "Honeymoon? Kita bahkan tidak mengatakan apapun, dan sekarang aku sudah hamil, Honey."

__ADS_1


"Tidak masalah. Ayolah, Honey. Jangan membuang banyak waktu lebih baik kita pergi mandi bersama." William menggiring Sabrina yang masih terkejut.


London, adalah impian Sabrina. Sekarang, mereka berdua akan berbulan madu di sana? Sabrina sangat bahagia. Wajah terkejutnya kini digantikan dengan senyuman menawan.


"Baiklah! Ayo mandi bersama! Kyaaa, London!"


William tersenyum melihat tingkah Sabrina yang terlihat rona bahagia. Keduanya pun mandi bersama dan beberapa waktu kemudian selesai berpakaian.


"Artur, selamat pagi!" sapa Sabrina dengan senyuman merekah.


"Benar, kau tidak keberatan bukan di rumah sendiri? Kami akan berbulan madu di London. Maaf, Artur. Kami tak bisa membawamu," ungkap William dengan wajah yang kecewa.


"Aku juga tidak mau jadi obat nyamuk, Yah. Pasti di sana aku beneran jokes. Oleh-olehnya saja yang banyak. Ingat, Ma. Ada banyak sahabatmu di sini," sahut Artur.


"Eh, kok berasa dipalak ya?" Sabrina menggumam.

__ADS_1


"Sudah. Nanti bawakan saja. Jangan khawatirkan apapun." William menepuk pundak Sabrina.


"Baiklah! Sarapan nasi goreng seafood!" Sabrina segera menarik piring.


Mengabaikan William dan Artur yang saling berpandangan hingga Artur mengendikkan bahu lantaran sudah angkat tangan melihat kelakuan sang mama sambungnya.


"Artur, selama kami pergi jangan memasukkan anak gadis orang ke rumah ini. Ayah tidak ingin menjadi fitnah. Terlebih kedua keluarga sudah menyetujui perjodohanmu dengan Aretha. Ayah tidak ingin mengecewakan semua orang yang telah bertaruh dalam perjodohan ini. Kau bisa bertanggungjawab atas pesan ayah ini bukan?" Tatapan mata William menukik tajam. Membuat Artur sedikit menciut.


"Tentu, Ayah. Aku tahu batasan diri. Aku juga berharap, kalian berdua terus harmonis seperti ini sampai tua nanti. Hanya itu yang Artur inginkan," pinta Artur.


"Tentu saja. Siapa yang berani memisahkan kami? Sebelum maju, sudah aku tebas duluanlah," gerutu Sabrina.


"Baiklah. Begitulah rumah tangga ayah dan mama sambungku. Dulu ku kira mama sambungku hanya menginginkan uang ayahku. Namun nyatanya, justru strata sosial mama sambungku yang lebih tinggi. Begitulah cinta, dia tidak akan memilih kepada siapa ia berlabuh. Aku berharap, nantinya aku juga seperti mereka yang saling mencintai dan saling menerima satu sama lain." Artur membatin bahagia.


Sebentar, ada yang ketinggalan😂😂😂. Aku ada di sebelah F I Z. Z. O cari saja di sana. Obsesi Tuan Muda.

__ADS_1


__ADS_2