Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 32


__ADS_3

"Jadi maksudmu mantan suamimu yang membuatmu seperti ini?"


Ani menganggukkan kepalanya.


"Ba*****n bisa-bisanya dia melakukan hal bejat itu. Kau tak menuntutnya?"


Ani menggelengkan kepalanya sembari tangannya membenahi bajunya kembali. "Saat itu aku dirawat dirumah sakit karna sewaktu kejadian berlangsung tiba-tiba aku pingsan tubuhku tidak kuat menahan sakit. Dan mungkin aku tak sadarkan diri sekitar 1 Minggu. Dan kemudian pihak rumah sakit mencarikan aku pengacara karna lukaku saat itu parah. Dokter tau jika itu KDRT. Makanya pihak dokter menawarkan pengacara. Yang mau membantu secara sukarela. Karna memang keluargaku tak punya uang. Yah prosesnya cukup sekitar satu bulan. Karna ada bukti yang menguatkan itu semua."


"Lalu mantan suamimu tak dijebloskan ke penjara?"


"Dia sempat mendekam di penjara namun hanya sekitar satu bulan saja."


"Apa? Kenapa? Menurut hukum yang berlaku seharusnya lebih dari satu tahun."


"Apa mas tak pernah mendengar pepatah mengatakan kalau hukum tajam kebawah? Tentu saja karna Johan memiliki cara untuk menyewa pengacara terkenal. Sedangkan aku. Aku hanya memiliki pengacara yang tidak dibayar sepeserpun." Kini wajah istrinya terlihat suram. Seakan dia mengingat kejadian mengerikan itu.


"Sudah... Aku akan menjagamu. Aku mencintaimu sayang." Dikecupnya kening istrinya lembut. Ada rasa sejuk memasuki relung hati Ani.


"Kalau mas sekarang mau minta hak mas sebagai suami. Sekarang aku akan berikan buat mas. Toh mas sudah tau semuanya. Dan bekas luka ini mungkin akan terus melekat di tubuhku. Kuharap mas Ardan mau menerimaku dengan lapang dada."


"Apa maksudmu? Terlepas dari bekas luka ada ataupun tidak memang aku mencintaimu dari pertama kali bertemu. Aku yang menggebu-gebu ingin memilikimu. Sekarang kau sudah milikku. Apa mungkin hanya gara-gara itu saja kau sampai berpikir yang tidak-tidak. Kalau masalah malam pertama kita nanti saja saat kita sudah dirumah. Disini lebih baik kita tidur saja. Ada anakmu. Cupp ....selamat tidur."


"Selamat tidur juga buat mas." Ani tersenyum. Kini dia dapat tidur dengan tenang. Karna kegundahannya selama ini benar-benar sudah lenyap.


Aku akan mencoba untuk mempercayaimu mas. Semoga kamu tak akan mengecewakanku. Kuharap kamu bisa memegang kata-kata mu.

__ADS_1


Ani.... Tak akan kubiarkan kamu menderita sekali lagi. Kamu harus bahagia. Kamu dan anakmu pantas untuk bahagia. Alhamdulillah kamu sudah menerimaku. Itu sudah lebih dari cukup. Masalah malam pertama kita. Lihat saja nanti aku akan menghajarmu habis-habisan nanti. Menjadikanmu milikku seutuhnya.


💞💞💞


Prank.... Prank.... Entah sudah berapa kali piring dan gelas melayang. Bahkan semua barang ada di depannya pun telah raib.


"Apa maksud papa ingin menjodohkan ku dengan Presiden direktur di perusahaan Wijaya? Aku mencintai Johan pa. Jangan paksa aku !!!"


"Intan !!!! Jangan gila kamu Johan itu sudah pernah menikah. Dia memiliki anak. Terlebih lagi Keluarga Wijaya jauh lebih kaya dari pada keluarga Saputra !!!"


"Tidak pa. Aku mencintai Johan !!!"


"Jangan bodoh kamu !!!"


"Aku tidak bodoh pa !!! Bukankah dulu papa juga mendukungku untuk merebut Johan dari Ani. Sekarang bukankah aku dan Johan bahkan sudah bertunangan? Kenapa papa malah ingin menjodohkan aku dengan lelaki tua ?"


"Pa.... Kenapa papa memutuskan secara sepihak sih? Aku mencintai Johan pa."


"Cinta? Kamu pikir kamu bisa hidup bahagia hanya dengan cinta? Lihat Ani dulu !!!! Kamu pikir Johan laki-laki baik ha? Dia bahkan tak segan menyakiti istrinya sendiri !!!"


"Itu karna Ani yang bodoh !!"


"Jangan banyak bicara !!! Pikirkan masa depanmu !!!"


"Mama ..... Huhuhuuu aku mencintai Johan ma." Dipeluknya ibunya itu. Berharap ibunya bisa membelanya. Namun apa daya bahkan untuk berbicara saja ibunya tak bisa. Serasa ada yang mencekat di tenggorokannya.

__ADS_1


"Jangan jadi anak yang durhaka kamu !!!"


"Lagian kan papa bukannya belum membicarakan hal ini dengan orang itu kan pa. Jadi papa tak bisa seenaknya sendiri memaksaku. Hiks hiks."


"Persetan !!! Papa akan lakukan berbagai cara supaya kamu bisa dekat dengannya. Besok siang kamu kekantor papa bawalah makan siang dua porsi. Dandanlah secantik mungkin kamu. Jangan kecewakan papa." Berlalu meninggalkan ibu dan anak itu.


"Mama.... Hiks hiks aku gak mau menikah dengan orang itu ma." Memeluk ibunya seakan meminta perlindungan namun percuma. Ibunya hanya bisa diam. Dikeluarga ini hanya pak Marzuki yang berkuasa. Segala titahnya harus dijalankan. Perempuan dilarang membantah begitu juga ibunya intan, Lili. Hanya bisa pasrah melihat kelakuan suaminya. Yang hanya mementingkan kekayaan dan kekuasaan.


💞💞💞


"Kenapa Rendy lagi-lagi nggak kamu ajak ikut kita?"


Gimana ini masa aku bilang aku takut kalau Rendy ikut papa tirinya?


Ani merenung memikirkan alasan yang tepat Karna saat ini dia belum membawa anaknya bersamanya.


"Hey.... Apa yang kamu pikirkan?" Disentuhnya tangan istrinya. Sehingga membuyarkan lamunannya.


"Eh.... Nanti aja mas kalau sudah pas umur 3 tahun biar tubuhnya sudah kuat buat diajak kerumah. Aku takut nanti tubuhnya belum kuat terus sakit."


"Oh iya. Maaf mas tak memikirkan sampai situ. Kupikir kamu gak mau Rendy ikut kita gara-gara aku."


"Gara-gara mas? Kenapa? "


"Tentu saja karna aku papa tiri Rendy !!! Aku takut kamu berpikir aku akan menyakiti Rendy."

__ADS_1


Deg deg deg .... Benar. Itu juga agak mengganggu pikiranku. Tapi alasan yang kukatakan tadi memang benar adanya. Tubuh Rendy masih terlalu dini untuk melakukan perjalanan jauh dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam ini. Tak kusangka mas Ardan begitu peka dengan semua pikiranku.


__ADS_2