
Maaf ya untuk sementara hanya 1 bab saja. Karena author sedang sakit. Terima kasih pengertiannya.
*****
Seperti yang telah diketahui, Rendy mungkin saja melakukan perjalanan bisnis seperti yang dikatakannya. Elena pun segera menghubungi lady untuk segera bersiap. Malam ini mereka akan beraksi. Elena segera mempersiapkan alat-alat yang akan dibawa untuk melakukan pekerjaannya.
Misi yang diberikan oleh mami, kali ini sungguh berbahaya. Mengingat pekerjaannya kali ini adalah mencuri sebuah berlian. Berlian yang mungkin saja sangat bernilai tinggi. Elena paham akan mami yang selalu mempercayakan setiap tugas yang sulit itu kepadanya. Karena The Queen selalu bisa untuk diandalkan. Bahkan selama ini, The Queen tidak pernah kalah. Meskipun pada intinya The Queen hanya memiliki dua orang anggota, tetapi jangan salah karena jumlah anak buah mereka berjumlah ratusan. Bisa dibilang hampir setara dengan Dark Knight. Nanti malam saatnya beraksi, sekarang bobok manis aja dulu. Nggak usah ke kampus deh. Batin Elena.
Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam waktu London. Dimana Elena telah bersiap. Dengan membawa sedikit barang, sebuah tas ransel itu kini telah berada dibalik punggungnya. Memakai pakaian berwarna hitam kemudian sebuah celana hotpants agar memudahkan dirinya bergerak kesatu tempat menuju tempat lainnya. Seperti dugaannya, Rendy memberikan penjagaan yang cukup ketat untuknya.
Instingnya yang tajam sangat berguna untuk keadaannya saat ini. Penjagaan diluar sangat ketat. Elena segera mengikatkan sebuah tali tambang yang besar pada tiang yang kokoh. Setelah dirasa cukup aman, dengan perlahan dia bergelayut dalam tali tambang yang menjuntai ketanah.
Sepatu kets berwarna hitam memudahkannya menjejakkan kakinya ketanah. Sebuah senyuman tipis tersemat dibibirnya. Dirinya berhasil selamat turun dari lantai 2 kamarnya. Dengan penuh hati-hati Elena segera melangkahkan kakinya, berjalan menjauh dari rumah utama.
__ADS_1
Kini yang menjadi permasalahannya adalah penjaga yang bertugas di pos satpam. Mereka masih terjaga dengan sebuah televisi sebagai hiburan mereka. Sejenak Elena berfikir, kemudian gadis itu membuka tas ranselnya mencoba mencari sesuatu yang bisa berguna sebagai pengalihan. Gas terkompresi dia keluarkan dari dalam tas ranselnya. Gadis itu tersenyum licik.
"Rendy... Aku tau aku tak akan mudah kabur dari rumah ini. Tapi sepertinya kamu tidak akan pernah tau, jika aku adalah ketua dari The Queen? Aku bahkan dengan mudahnya mendapatkan bubuk mesiu, sebuah pistol berkaliber 22 ini beserta pelurunya. Memang tidak banyak, tapi cukup untuk membuat keributan kecil dirumahmu. Sekarang saatnya kita berpesta." Senyum menyeramkan kini bertengger dibibir gadis yang baru berusia 19 tahun itu.
Dengan perlahan namun pasti, gadis itu mulai mulai mencari tempat yang dirasa aman untuk menyembunyikan Gas terkompresi itu. Setelah menemukan tempat yang cocok gadis itu kemudian meletakkannya dibalik pohon yang cukup rindang.
"Disini tepat, sekarang aku harus menjauh dari sini."
Gadis itu mulai menjauh dari pohon yang dia jadikan sebagai tempat perkara. Dirinya harus selamat dari ledakan itu. Walaupun potensi ledakannya tidak terlalu besar, namun cukup mampu untuk memporak-porandakan sekitar. Terlebih lagi, mansion milik Rendy yang jauh rumah tetangga mereka.
"Setelah melewati pagar sial*n ini aku bisa sedikit bebas. Sekarang saatnya bersenang-senang."
Dengan senyum yang lebar gadis itu mengeluarkan kembali sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah drone berukuran mini. Kemudian dia mengambil sebuah petasan, dan memantiknya dengan sebuah korek api. Setelah menyala Elena kemudian memencet tombol on di sebuah remot. Drone mulai mengudara.
__ADS_1
Secara perlahan, drone mulai mendekati tempat dimana gas terkompresi itu berada dengan pasti.
Insting tajamnya beraksi. Setelah perkiraan dirasa cukup tepat, dan terdengar suara yang memekikkan telinga.
Boom!
Suasana tenang kini berubah menjadi panik saat melihat sebuah pos jaga yang tengah kosong hancur berkeping-keping. Para penjaga dan pengawal itu mulai kocar-kacir meninggalkan tempat jaga mereka. Namun berbeda dengan gadis yang tengah terduduk diatas rumput itu. Gadis berparas cantik itu justru tersenyum menyeringai.
Entah apa yang terjadi, namun tiba-tiba ada seseorang yang menghancurkan pintu gerbang utama rumah megah itu hingga membuatnya terbuka lebar-lebar. Gadis itu semakin menyeramkan dengan tatapan datarnya. Sesaat seorang gadis yang seusia dengannya menundukkan kepalanya dengan hormat kepadanya.
"Bos, sesuai perhitunganmu. Mari kita pergi dari sini sebelum mereka menyadari ini perbuatan anda bos."
Elena menganggukkan kepalanya tanpa ingin mengeluarkan sepatah katapun. Sebuah mobil Lamborghini Sesto Elemento senilai 37 Milyar rupiah itu menyambutnya. Dengan cepat gadis yang sesusia dengan Elena itu, membukakan pintu mobil untuk Elena.
__ADS_1
Maafkan aku. Gumam Elena dalam hati.