
Baca sampai akhir ada isi babnya.
Karena kalian, aku nggak tega ninggalin. Tapi novel ini tetep akan tamat. Karena udah keluar dari kerangka outline yang seharusnya. Mending dgn cerita baru tentang Fahmeeda dan Steward. Kemungkinan, author akan tamat dengan 30 bab aja. Itu supaya ada cerita baru dgn ketetapan author bisa update tanpa kehilangan ide cerita. Mutiara Kasih Sayang tamat, lanjut Rianna tamat. Lalu cerita Fahmeeda dan Steward 30 bab tamat disusul Artur dan Aretha. Kalau ada ide baru, siapa tahu bisa lanjut ke rumah tangga Sabrina dan William yang baru.
Love banyak-banyak buat kalian. Sumpah aku nggak tega sebenarnya pindah, tapi author juga manusia biasa. Yang khilaf melihat rekening kosong😂😂
------
"Uhuk!" Justin tesedak.
Sabrina sendiri gerakannya terhenti. Menatap dua anak manusia yang dia ketahui telah terikat perjodohan keluarga. Seperkian detik berikutnya, Sabrina justru tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Kenapa mata kalian melotot? Minta dicolok?" Artur bertanya dengan nada yang ketus.
"Njir, diem Lu! Aretha, ati-ati sama Artur. Dia ini serigala berbulu domba." Dixton tak terima dengan kata-kata Artur.
"Apa mungkin perasaanku benar? Akan ada pasangan baru abad ini?" Berbeda dengan Dixton, Justin justru bersemangat.
Belum sempat ada yang menjawab, ponsel Sabrina berdering. Wanita hamil itu segera memencet tombol hijau dan seseorang di sebrang segera membuka suara.
"Nona Sabrina, saya mohon kembalikan data perusahaan keluarga Soeji." Tanpa bertanya, Sabrina tahu jika yang menelponnya itu adalah Anggi.
"Kenapa tidak bisa? Bukankah Anda yang menghancurkan bisnis keluarga Soeji? Seharusnya Anda bisa mengembalikan semua data yang telah Anda curi."
Sabrina tertawa lepas. "Setelah tahu siapa aku, kau memohon padaku? Beberapa waktu yang lalu, kau bilang lebih baik dariku dan sekarang kau justru berlutut kepadaku mengemis untuk mengembalikan data perusahaan Soeji Grup? Seharusnya saat ini menjadi kesempatanmu untuk mengambil hati William bukan? Aku bisa menghancurkan bisnismu dengan sekali serangan. Mengapa kau tidak mencoba untuk melakukan hal yang sama? Mengembalikan data-data yang telah kujual di pasar gelap itu dan bisa berdiri tegak kembali?"
__ADS_1
"Kurang aj*r kau, Sabrina! Ini semua ulahmu! Kenapa aku harus menanggung? Lagian itu wajar kok dalam urusan bisnis melibatkan wanita dan minuman. Kamu sih udik banget. Percuma kau berasal dari keluarga tersohor kalau pemikiranmu primitif!" Anggi yang niat awalnya menahan amarah, kini justru bergejolak membuncah dalam hati Anggi.
"Rupanya kau sama sekali tak mengerti adab. Aku primitif? Bukannya kamu ya? Kamu berniat menggadaikan tubuhmu kepada William agar bisa menggerogoti profit yang akan kau peroleh dari kerjasama ini kan? Come on! Nggak zaman status perawan tapi udah berlubang seperti janda. Ini kita berada di zaman metropolitan. Di mana semua lebih mementingkan harga diri! Bukan malah menjajakan diri yang semakin mengurangi harga diri kita!" Sabrina dengan kesal mematikan ponselnya. Moodnya memburuk seketika setelah menerima panggilan dari Anggi.
"Seharusnya aku nggak terima telpon itu. Yang ada justru membuat moodku buruk!" Sabrina memijit pelipisnya.
"Apa yang kau katakan benar, Sabrina. Aku memang masih kuliah. Akan tetapi aku tetaplah raja atau lebih tepatnya pewaris Dirgantara Grup. Aku sudah melihatnya, jika memang dalam urusan bisnis, tentu saja biasanya ada wanita yang termasuk dalam jajaran pertukaran alias barter. Ini bertujuan untuk memuluskan langkah mereka agar bisa memenangkan tender. Semoga saja iman suamimu kuat, Bri. Pasalnya kau sangat baik sekali, dan memang seharusnya suamimu itu sangat mencintaimu," papar Lexi.
"Dia sudah bersuami, jdi nggak perlu kau puji! Dasar primitif!" Artur berzungut-sungut.
"Lupakan apa yang kalian katakan. Artur, kau sudah pacaran dengan Aretha berapa lama?" tanya Justin.
"Hah?"
__ADS_1
"Ya Allah! Memang apa yang aku lakukan dan katakan sehingga aku kini berada di situasi ini? Astga! Kenapa aku bisa memberikan dia perhatian? Ah, sungguh aku tidak sadar! Mereka pasti mengataiku zaman apa ini, kenapa dijodohkan? Argh!" Artur mengumpat dalam hati. Tidak mungkin mengatakan jika ia dijodohkan dengan Aretha. Pasti teman-temannya akan mendapatkan bahan ancaman dan bullyan untuk dirinya.