Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 80


__ADS_3

"Aku..... Aku...." Tubuhnya gemetar seketika. Pikirannya kalut. Terlalu takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. "Aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku. Aku mohon." Saat ini yang perlu dia lakukan adalah Johan memaafkannya. Karna dengan begitu maka setidaknya ada yang menunjang kehidupannya.


"Apapun?" Tanya Johan. Sepertinya dia mendapatkan ide. Dia tersenyum menyeringai. Terlihat dari ekspresi yang dia pasang di wajahnya. Dia memiliki ide yang sekaligus bisa menarik kembali para investor.


"I....ya .... Jo.... Tolong maafkan aku. Aku gak bisa nolak permintaan papa. Tapi kamu lihat sendiri kan kalau pertunangan itu gagal? Sekarang gak ada alasan lagi buat papa maksa-maksa aku. Aku janji bakalan lakuin apapun biar kamu maafin aku." Memasang wajah mengiba. Karna dengan begitu maka Johan akan memaafkan kesalahannya seperti sebelumnya.


Yang penting aku harus dapetin kamu dulu. Aku yakin kamu masih cinta banget sama aku. Intan.


Dulu kamu menjebakku ja***g sehingga aku percaya padamu dan membuat Ani menderita. Heh memangnya aku gak bisa bikin kamu lebih lebih lebih menderita dari dia. Baiklah aku akan memberikan kehidupan yang tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu. Sekali ja***g memanglah tetap ja***g. Dulu kamu menggodaku padahal kamu tahu sendiri. Kalau aku adalah pria beristri. Dan lebih kejamnya suami sahabatmu sendiri. Memang ya dasar sampah !!! Johan.


"Hmmm baiklah nanti malam kamu ikut denganku ya. Kita akan menemani makan malam investor ku. Jangan lupa dandan secantik mungkin."


Secepat kilat mendongakkan kepalanya. Air matanya langsung dia hapus. Seringai tipis menghiasi bibirnya.


Aku tahu Jo. Kamu sangat mencintai aku.


"Kamu maafin aku?" Tanya intan setengah tak percaya mata berbinarnya mencari kepastian.


"Ya... Tapi kalau kau mengkhianatiku sekali lagi. Kamu tanggung sendiri balasannya. Sekarang aku mau kamu berjanji dulu." Menyambar kertas kosong bersama bulpoint. "Tanda tangan disini. Untuk berjaga-berjaga. Kalau-kalau kau mengkhianatiku lagi." perintah Johan.


"Jo.... Aku gak bakalan khianatin kamu lagi. Kalau papa menjodohkan ku lagi. Aku akan menolaknya mentah-mentah. Dimana aku tanda tangan." Walaupun tak mengerti maksud Johan namun intan tetap tanda tangan di kertas kosong itu. Setelah selesai dengan girangnya dia memberikan kertas itu pada Johan.


Kena kamu !!! Johan menyeringai.


🙈🙈🙈🙈


"Mas Ardan kapan kita ketaman hiburan? Apa aku boleh ajak Monica?"

__ADS_1


"Sekalian saja teman-temanmu di kampus." Seloroh Ardan.


"Mas Ardan marah?"


"Mas gak bakalan marah. Kalau kamu yang membayarnya." Tetap berfokus pada laptopnya. Pekerjaannya akhir-akhir ini sangat banyak. Karna sudah beberapa kali memenangkan tender maka sekarang perusahaan Wijaya telah dipercaya oleh perusahaan-perusahaan besar.


"Mas kan udah tau uangku udah habis buat beli ruko sama modal di swalayan." Benar ... Niat hati ingin menyembunyikan kabar penting dari usaha barunya namun dia salah. Sekretaris Herman dengan wajah tanpa dosanya melaporkan segala tingkah lakunya bersama Monica. Ternyata selama ini hanya dia yang tidak tau kalau dia diikuti. Bahkan wajah Monica tadi sore terlihat begitu gemas terhadapnya.


"Terus kenapa masih mau ngajak yang lainnya?"


"Kan biar rame mas. Jarang banget loh bisa main-main. Lagian Rendy suka banget sama Monica mas."


"Iya mas udah tau. Apa Rendy gak nanya tentang aku?" Mematikan laptopnya. Kemudian menaruhnya diatas meja. Kini dia berpindah posisi merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


"Iya nanyain. Makanya ayo mas. Kan besok mumpung akhir pekan." Memiringkan tubuhnya kemudian mengangkat satu kakinya dia letakkan di atas paha Ardan.


"Ayolah mas. Masa kita gak pernah liburan?" Mencoba meyakinkan suaminya.


Baiklah aku ingin lihat sejauh apa kamu bisa merayuku. Hah pintar sekali pak Herman. Bahkan sudah membeli tiket untuk ketaman hiburan itu.


"Mas ayolah ..... Masa mas gak kasian sama Rendy?" Tanya Ani.


"Baiklah..... Sana beritahu Monica dan Kevin biar mereka kencan sekalian. Sepertinya tidak ada kemajuan."


"Yang bener mas?!" Matanya kini berbinar-binar.


"Tapi ini gak gratis."

__ADS_1


Seketika senyum merekah itu kini lenyap. Kemudian dia bergumam kecil. Membuat Ardan semakin gemas.


"Aku gak punya uang buat beli tiket." Memasang wajah muram. Harapannya kini benar-benar pupus. Kalau saja dia tak boros.


Ardan secepat kilat menyambar bibir mungil milik istrinya. Berpagut dalam nan lembut. Tangan Ardan mulai menelusup ke balik baju sang istri. Ani mengerti maksudnya. Kemudian membalas ciuman hangat nan bergairah suaminya.


Tok tok tok....


Seketika Ani dan Ardan menghentikan aktivitasnya.


"Sial !!!" Umpat Ardan. Padahal hampir sedikit lagi.


"Sudah mas sana lihat dulu."


"Tapi....."


Tok tok tok....


"Hah.... Iya iya sebentar." Untung saja keduanya masih belum menanggalkan pakaian mereka. Ardan kemudian bangkit dari posisinya. Membuka pintu. Terlihat pak Surya berdiri di depan pintu kamarnya.


"Tuan muda ada tamu."


"Tamu? Jam segini? Siapa?"


"Tuan Kevin dan tuan Dion". Jawaban pak Surya lantas membuat Ardan membulatkan matanya.


"Apa?!!"

__ADS_1


Sial kalau begini kan aku gak jadi wik wik . Dasar dua manusia jomblo ngenes !!!


__ADS_2