Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 116


__ADS_3

๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


Jangan lupa klik profil author cari Belenggu Cinta by Permaisuri silahkan mampir ya gaesโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ selamat membaca jangan lupa vote yang banyak


"Kakak.... Tenang saja. Bukankah aku sudah keluar dari rumah sampahmu itu? Oh iya kita bahkan belum berkenalan bukan? Siapa tau kakak lupa dengan namaku," Rianna tersenyum.


"Heh ... Untuk apa? Elo itu gila elo udah dihapus dari daftar keluarga Hutomo !!" Teriak Jessica.


"Ya....benar nama Hutomo sudah tak lagi aku pakai,"


Mereka yang berada disana hanya bisa terdiam. Karena mereka juga mengetahui jika keluarga Hutomo juga termasuk keluarga konglomerat.


"Sadar diri kamu rupanya," Jessica tersenyum.


"Tapi kakak pastinya kamu belum tau kan nama belakangku siapa?" Rianna masih tersenyum penuh arti.


"Gak perlu orang gila sepertimu memang bisa apa. Heh.... Kalau dilihat-lihat kayaknya elo jadi simpenan om-om ya?"


"Hahahaa gak salah kak? Aku ini masih perawan Lo,"


"Hahahaha dasar busuk gak mungkin elo masih perawan !!! Dari mana kamu dapat backingan kalau bukan jual diri hah?!!!"


"Kalau kakak tau nama belakangku kakak pasti tau siapa,"


"Siapa?" Jujur Jessica sebenarnya malas ingin tau tetapi mengingat semua barang yang dipakai Rianna adalah barang limited edition dia semakin menggila ingin mengetahuinya.


"Perkenalkan.... Namaku Rianna Marchella Wijaya,"


Jessica dan semua yang ada disana terlonjak kaget.

__ADS_1


"Jangan mimpi !! Ah.... Jadi kamu istrinya ya? Dia kan sudah berumur!!"


"Gimana kalau aku telfon kak Ardan ya? Apa perusahaan Hutomo akan bertahan?" seringai licik menghiasi wajah Rianna.


"Ka...kamu !!! Mana mungkin kamu punya hubungan dengan keluarga Wijaya. Mimpi!! Oh iya kamu kan gila. Gue maklum deh,"


Rianna yang sudah menahan amarahnya pun segera menelfon Ardan dan segera memakai pengeras suara.


"Halo Ri? Ngapain kamu telfon kakak?"


Kakak? Mata Jessica membulat.


"Kakak tau keluarga Hutomo?"


deg .....jantung Jessica mulai berpacu.


"Hem....ada apa? Ini ada pengajuan mereka mau kerjasama sama perusahaan Wijaya. Ada apa? Kamu mau kakak tarik investasi disana? Kamu ada masalah lagi sama keluarga itu?"


"Oke," tut Tut Tut.....


Sambungan telfon terputus. Jessica roboh. Seakan dirinya lah yang membuat keluarganya berada diambang kehancuran.


Dosen Gio yang tadinya membentaknya pun kini meminta maaf padanya.


"Ma...maaafkan saya,"


"Aku orang baik kok. Aku maafkan. Tapi.... Maaf ya kakak.... Sepertinya untuk kakak tidak,"


Jessica segera berlari dari sana. Kemungkinan untuk dirinya bertahan akan sulit mengingat keluarga Wijaya sudah bertindak.

__ADS_1


Setelah segala keributan itu mereka kembali duduk dan belajar. Namun pikiran Ani dan Monica masih menari-nari entah kemana.


Tak terasa dentang bel pulang berbunyi. Mereka bertiga segera keluar kelas. Terlihat Agnes sudah berada diluar kelas mereka.


Segera mereka bergegas pergi meninggalkan kelas. Mereka semua pun pergi kearah parkiran dan mendapati pak Surya sudah menjemput mereka. Tak banyak suara saat diperjalanan. Namun tiba-tiba mobil merekapun dihadang. Kedua pengawal yang merasa majikannya dalam bahaya pun segera turun dari mobil. Benar saja sepertinya mobil yang menghadang itu keluar lima orang preman yang berotot. Akhirnya pun mereka baku hantam. Mobil pak Surya pun segera mundur kebelakang dan akhirnya mereka pergi meninggalkan kedua pengawal yang tengah melawan para preman tersebut.


"Untung saja....."keluh Rianna. Namun mereka salah. Masih ada sebuah mobil yang menghadang mobil mereka kembali. Terhitung lima orang lagi bertubuh kekar.


"Biar aku yang urus. Kalian jangan keluar dari mobil," ucap Agnes.


"Tapi,"


"Nona Rianna tolong jaga nona muda kami,"


"Aku akan menjaga kakak ipar," Rianna mengangguk dengan antusias.


Saat Agnes tengah disibukkan dengan mereka berlima entah datang dari mana sekelompok preman. Kemudian mereka memecahkan kaca mobil tersebut. Ani dan Rianna yang berada didalam pun tertangkap.


Sedangkan pak Surya laki-laki itu sudah bersimbah darah di kepalanya. Akibat benda tumpul.


"Kakak !!" teriak Rianna berontak. Sesaat Agnes menyadari bahwa Ani dalam bahaya.


"Selamatkan kakak ipar lebih dulu !!" teriak Rianna gadis itu dengan tubuh bergetar hebat namun mencoba untuk berteriak sekuat tenaganya.


"Enggak !! Rianna !!" Teriak Ani.


"Sial !!!" umpat Agnes penuh emosi. Dia kemudian kemudian menyambar pistol yang tersimpan rapi dibalik jaketnya.


dor....dor.... dua tembakan tepat mengenai orang yang membekap nona mudanya. Ani segera berlari mencari tempat perlindungan. Saat akan mengarahkan ke orang yang membekap Rianna ternyata Rianna sudah dibawa bergerak menjauhi mereka.

__ADS_1


dor dor.... Agnes kesulitan menembak karena dirinya juga harus menghadapi kelima preman yang tengah mengitarinya. Benar-benar sudah diperhitungkan semuanya. Rencana yang benar-benar sangat matang.


__ADS_2