Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
S3. Bab 433. Tak Sengaja.


__ADS_3

"Sabrina? Anda Sabrina 'kan, Nona?" Seorang pria tiba-tiba menyapa Sabrina yang masih memasang wajah kesal. Pria itu jadi salah tingkat melihat reaksi Sabrina yang masih santai. "Em, benar Anda Sabrina?"


"Iya. Kenapa? Sepertinya aku tidak mengenalmu." Sabrina menjawab dengan ketus.


"Ah. Kupikir aku salah orang. Aku Dante. Teman William. Bukankah waktu itu kita bertemu saat reuni?" Dabte mengingatkan kembali pertemuan itu.


Sabrina mengangkat sudut bibirnya. Membentuk sebuah senyuman sinis. "Oke, aku ingat. Apa Anda membutuhkan sesuatu? Seperti menitip pesan untuk William mungkin?"


Dante memaki dalam hati. Padahal dirinya sudah senang melihat Sabrina. Tetapi sosok Sabrina justru sangat ketus ketika diajak berbicara. Dante menggaruk tengkuh leher yang tak gatal. Bingung juga mendapati sikap Sabrina yang terkesan dingin.


"Lo Sabrina? Dante? Kalian saling kenal?" Sebuah suara membuat Sabrina dan Dante menoleh. Lexi berada diantara keduanya.


"Sial*n! Kenapa juga Lexi justru nongol di saat seperti ini? Aku jadi tidak memiliki kesempatan untuk bersama Sabrina lebih lama." Dante membatin kesal.

__ADS_1


Dahi Sabrina mengerut. Sabrina menatap Lexi dan Dante bergantian. "Lexi? Kau di mall ini? Lalu kai mengenal Dante?"


Tatapan Lexi mengunci sosok Julia. Yang lagi-lagi menyorotnya dengan tajam. Lexi meneguk ludah. Julia dan Sabrina memang memiliki karakter yang mirip.


"Em, tentu saja, Sabrina. Dante ini sepupuku. Ngomong-ngomong kau sedang ingin mencari barang apa?" Lexi bertanya hanya untuk sekedar basa-basi. Mencairkan suasana sekaligus menepis tatapan seseorang yang terasa mencekam.


"Aku hanya bosan. Jadi kupikir berbelanja bisa menenangkan pikiran," jawab Sabrina asal.


"Di mana William? Sebagai seorang suami kenapa dia tidak mengantar istrinya?" Pertanyaan dari Dante membuat Sabrina mati kutu. Benar saja, Lexi menatap penuh kebingungan.


"Aku tidak perlu menjelaskan. Itu masalah pribadiku sendiri. Aku rasa cukup sampai di sini pembahasan kita. Aku pergi, Lexi. Lupakan apapun tentangku. Ini hidupku." Sabrina berbicara dengan wajah yang datar.


Saat Sabrina berbalik, Anggi membuka suara dengan nada yang sinis. Ternyata dia berada di belakang Dante sedari tadi. "Apakah kau sedang berbohong? Jadi benar kau berbohong? Kau bukan istri William, bukan?"

__ADS_1


"Aku berbohong atau tidak, kalian akan mendapatkan satu berita tentang itu nantinya. Aku tidak perlu menjelaskan siapa diriku. Tetapi yang jelas, William suamiku. Suamiku yang sah secara agama dan negara. Jadi bisakah aku meminta tolong kepadamu agar tak pernah berbasa-basi tentang masalah pribadiku. Itu Sangat menyebalkan, Nona Anggi." Lagi Sabrina tersenyum sinis.


"Oke, jika itu benar kau istri dari William. Tapi sepertinya kau berbohong juga perihal menjadi salah satu anggota keluarga Wijaya bukan? Mimpimu terlalu tinggi!" Anggi menatap Sabrina dengan tatapan penuh ejekan.


Sabrina tersenyum. "Punya handphone bagus 'kan? Cari di internet. Bagaimana ciri anggota keluarga Wijaya. Carilah, di sana kau pasti menemukan satu tanda yang tak asing padaku. Salah satunya kalung yang kupakai. Bukankah memiliki sebuah simbol?"


Lanjut Sabrina, "Aku tidak perlu menjelaskan apapun. Jika aku menjelaskannya sekali, maka terserah kalian ingin mendengarkannya atau tidak. Itu hak kalian. Jadi, bisakah kalian bersikap tak peduli saat melihatku? Itu akan menjadi hal yang sangat menyenangkan untukku. Lagipula Nona Anggi, kupikir kau cukup pintar untuk menelaah semua kata-kataku. Sayangnya, aku terlalu tinggi dalam menilaimu."


Sabrina berbalik tanpa perduli lagi tiga orang yang mematung. Julia masih menatang tajam ke arah tiga orang itu. Lalu entah dari mana dia mendapatkan sebuah belati yang cukup mengkilat. Sontak saja Anggi mundur. Julia memperagakan menyayat leher dengan belati itu. Membuat tiga orang itu bergidik menatap Julia yang membalas tatapan ketiganya dengan wajah yang menyeramkan.


Melihat wajah tiga orang itu pucat pasi, Julia tersenyum mengejek sebekum akhirnya berbalik dan mengikuti langkah Sabrina. Putri tunggal Tuan Kei. Bukankah tidak akan berbeda jauh bukan sifatnya?


Baju yang dipakai Julia

__ADS_1



__ADS_2