Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Hasil Tes DNA


__ADS_3

Kembali ke masa kini.


Setelah 2 minggu lamanya akhirnya hasil test DNA itupun keluar. Tentu sja diambut hangat oleh Kevin dan Monica. Tanpa sepengetahuan Jonathan, anak pertama Kevin dan Monica mereka bergegas menuju rumah sakit.


Monica, Kevin, Ardan, Mariani, dan Rendy saat ini tengah berada di rumah sakit ibu dan anak. Mereka menunggu hasil dari tes DNA yang dilakukan dua minggu yang lalu. Sesuai jadwal, hari inilah hasil itu akan keluar. Mereka semua begitu gelisah menantikan hasilnya. Terlebih Monica, wanita paruh baya itu terlihat meremas-remas jari jemarinya yang lentik.


Disamping Monica, ada Mariani yang terus mencoba menenangkan Monica yang begitu gelisah. Bahkan terlihat dengan jelas, keringat dingin terus mengucur di badannya.


Ceklek.

__ADS_1


"Tuan Kevin dan Nyonya Monica, ini hasil dari tes DNA. Silahkan anda buka." Seorang dokter keluar dan memberikan sebuah amplop kepada mereka berdua. Namun, Monica begitu tak sabar hingga wanita itu menyambar begitu saja amplop itu dan membukanya.


Begitu surat terbuka dan terbaca, tiba-tiba air mata Monica meleleh begitu saja. Terjun bebas membasahi kedua pipinya. Bersamaan dengan itu pula, sebuah lengkungan tercetak jelas di bibirnya.


"Dia … Dia anakku," kata Monica dengan lirihnya. Membuat mereka semua bersyukur dan saat itu pula pecahlah tangis haru dari Monica. Anak yang pernah hilang kini ada di dekat mereka semua. Bahkan, sudah bertunangan dengan Rendy. Yang akan mereka jodohkan nantinya. Siapa sangka, sebuah takdir yang begitu pelik justru tak mampu memisahkan keduanya. Jalan perjodohan yang tidak salah. Karena cinta telah menemukan tuannya.


Jadi terjawab sudah mengapa aku begitu peduli padanya. Aku tidak akan melepaskanmu, Elena! Kau akan tetap menjadi milikku.Tetapi bagaimana dengan identitasmu sebagai The Queen? Ada banyak misteri dan rahasia yang belum terungkap. Terlebih mengapa kakak angkatmu tega membunuh seluruh keluargamu saat itu. Juga sepertinya kau begitu menyayangi keluarga angkatmu. Aku berfikir, mereka memperlakukanmu dengan sangat baik.


Monica dn Kevin terdiam. Keduanya nampak begitu menimbang hal itu. Terlebih Monica, kedua netra hitamnya begitu sayu dan nampak letih. Sepertinya dia memikirkan ini lebih dari siapapun. Memang cinta kasih seorng ibu sepanjang masa. Tidak akan ada yang mampu untuk menggantikannya. Dengan nafas yang berat, Monica mengangguk lirih. Kemudian kedua netra hitam yang sayu itu menatap Rendy seakan meminta permohonan.

__ADS_1


"Tolong, jaga dia untukku," ucap Monica dengan lirih.


Kevin, Mariani dan Ardan tersenyum. Setidaknya Monica mau untuk mempercayai Rendy. Memang jika Elena mendengar hal ini pasti akan terkejut dan kemungkinan dia akan kabur dari rumah Wijaya.


"Baiklah … Mari kita pulang. Aku rasa Elena pasti menunggu kita." Ardan menggandeng tangan istrinya. Kemudianulai melangkahkan kakinya meninggalkn rumah sakit itu.


"Ikutlah bersama kami, Aunty."


"Kau bilang aku harus menjauh darinya, Rendy. Mengapa aku harus ikut denganmu?" tanya Monica heran.

__ADS_1


"Aunty, Rendy hanya mengatakan jangan memberitahu Elena terlebih dahulu. Bukan berarti Aunty dan Uncle menjauh darinya. Setidaknya mencobalah untuk berada di dekatnya." Kata-kata dari Rendy seketika membuat kedua netra hitam Monica berbinar. Kini dia menghapus air matanya dan menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan Rendy.


__ADS_2