Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Elena Sekarat.


__ADS_3

"Elena! Kei cepat siapkan mobil!"


Kei segera berlari menuju mobilnya berada. Rendy kalut saat menglihat darah kian membanjir. Tanpa ia sadari, air matanya telah jatuh tanpa bisa ia bendung.


"Elena aku mohon, kamu harus bisa selamat. Demi aku," ucap Rendy sembari mencabut dua katana yang menancap di tubuhnya. Kembali darah Elena mengucur deras. "Bertahanlah Sayang."


Rendy menggendong tubuh Elena yang telah pingsan. Sedangkan markas itu kembali meledak hingga menyebabkan bangunan itu hancur berkeping-keping. Kei kembali membawa mobilnya kearah Rendy. Segera Rendy masuk dan mobil melesat membelah jalanan malam.


"Kei cari rumah sakit terdekat. Aku tidak yakin Elena bisa bertahan lama. Darahnya terus keluar," ucap Rendy dengan suara yang serak. Tanpa menjawab pertanyaan dari Rendy, Kei terus menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Setelah menemukan rumah sakit terdekat, Rendy kembali membopong tubuh Elena membelah orang yang berlalu lalang disana. Tak lagi mempedulikan semua yang menatapnya tajam. Segera beberapa dokter segera muncul dan membaringkan Elena di ranjang pesakitan.

__ADS_1


"Tuan, tolong keluar. Kami harus menangani pasien," kata seorang dokter sembari mendorong tubuh Rendy.


"Dokter tolong selamatkan tunangan saya."


"Kami akan melakukannya sebaik mungkin, Tuan. Bisakah anda menunggunya diluar?"


"Baiklah." Rendy pasrah. Lelaki itu kemudian menyandarkan kepalanya di dinding.


"Tuan," panggil Kei beserta dengan Danar yang sudah kembali dari misinya.


Misi dari Danar adalah, menghancurkan markas itu tak bersisa. Dan lelaki itu memastikan jika mami yang berada di balik tangan Elena juga berada di lokasi ledakan. Hingga membuat markas itu tak menyisakan satu nyawapun.

__ADS_1


"Saya sudah melaksanakan sesuai perintah anda, Tuan. Lokasi itu kini telah rata dengan tanah. Juga saya juga telah menyelamatkan gadis yang berada disana. Sesuai dugaan, gadis itu terluka parah karena terkena cambuk hingga menyebabkan punggungnya infeksi. Saya sudah membawanya juga untuk dirawat," tutur Danar panjang lebar.


"Terima kasih, karena gadis itulah Elena memilih meninggalkanku. Karena kemungkinan Elena berfikir hanya Lady yang menjadi sandarannya. Mereka tumbuh bersama di tangan yang salah. Mereka mengerti penderitaan satu sama lainnya. Persaudaraan mereka jauh lebih kuat dari pada hubungan Elena denganku. Kei, terima kasih kau sudah menyelidiki ini untukku. Bagaimana dengan aunty Monica dan om Kevin?"


"Sesuai perintah anda, Tuan. Besok mereka akan sampai," jawab Kei sembari menundukkan kepalanya.


Rendy kembali memejamkan kedua matanya. Semua rencana yang ia susun untuk memberikan Elena kejutan, kini hancur sudah. Padahal sebentar lagi hari ulang tahun Elena. Kejutan yang ia siapkan juga bertepatan di hari istimewa itu. Sesaat Rendy terus memejamkan kedua matanya. Tak banyak bicara namun tetap saja dengan air mata yang mengalir tanpa sanggup ia hentikan. Membayangkan betapa banyaknya darah yang menggeluti tubuh Elena, hatinya hancur. Dirinya berfikir Elena akan menghindar dari tikaman tajamnya katana milik Rendy. Tetapi dirinya salah besar. Dua katana menancap didada Elena. Saat dokter telah membuka pintu ruangan itu, seketika Rendy segera bangkit dan mendekati dokter itu.


"Dokter, bagaimana keadaan tunangan saya?" tanya Rendy dengan hati yang kalut.


"Tikaman itu hampir mengenai bagian vital paru-paru milik pasien. Tentu saja hal itu membuat sedikit bengkak pada paru-paru miliknya. Kami akan melakukan tindakan. Anda tenang saja kami akan berbuat yang terbaik untuk pasien."

__ADS_1


Seketika tubuh Rendy lemas. Luruh dilantai bersama dengan hatinya yang hancur. Apa ini artinya Elena sekarat?


__ADS_2